UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU BARU

RINGKASAN

                  Prestasi belajar di Rejang Lebong masih perlu dibena, mengingat kelulusan siswa pada tahun 2006/2007 belum mencapai harapan dari semua pihak, hal ini identik dengan rendahnya mutu proses pembelajaran pada tingkat SMP di kabupaten Rejang Lebong. Salah satu upaya untuk memperbaiki proses pembelajaran adalah meningkatkan kenerja guru termasuk guru baru. Rumusan penelitian ini adalah bagaimana upaya kepala sekolah dalam mempercepat adaptasi guru baru dalam tugas, dalam kinerja guru baru, alternatif model peningkatan kinerja guru baru, mendiskrisikan faktor pendukung dan faktor penghambat guru baru berprestasi.

Tujuan umum penelitian ini untuk mendiskripsikan bagaimanakah upaya peningkatan kinerja guru baru SMP Negeri di kabupaten Rejang Lebong propinsi Bengkulu. Tujuan khusus: 1) mendiskripsikan  upaya kepala sekolah dalam mempercepat adaptasi guru baru dalam tugas; 2). mendiskripsikan  upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru baru; 3).  mendiskripsikan  alternatif model meningkatkan kinerja guru baru; 4). mendiskripsikan  faktor pendukung guru baru berprestasi; 5). mendiskripsikan  faktor penghambat guru baru berprestasi

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.  Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru berjumlah 10 orang, terdiri atas 3 orang kepala sekolah dan 7 orang guru baru. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, diskusi dan dokumentasi. Untuk mendapat data yang akurat penelitian ini dilakukan dengan memperpanjang waktu penelitian dan triangulasi. Untukkeabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan yang didasarkan atas sejumlah criteria, yaitu: derajad kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), ketergantungan (dependability) dan kepastian (comfirmability). Analisis data dilakukan dengan menggunakan cara deskriptif kualitatif, yang meliputi analisis domain, taxonomy, komponensial dan analisis tema.

Hasil analisis data dari SMP negeri 2, 4, dan 7 Curup  dan pembahasan menunjukkan bahwa kepala sekolah yang diteliti telah menunjukkan upaya untuk meningkatkan kinerja guru baru di sekolahnya masing-masing. Upaya yang dilaksanakan disetiap sekolah menunjukkan banyak kesamaan, seperti dalam penerimaan terhadap guru baru, peningkatan kinerja guru baru, faktor pendukung, faktor penghambat. Tepati dalam alternative model yang diterapkan ada sekolah menunjukkan tingkat kesiapan sekolah baik dalam program maupun sarana yang dimilki.

Hasil penelitian ini bersimpulan yaitu kepala sekolah yang diteliti  telah berupaya meningkatkan kinerja guru baru. Upaya yang dilaksanakan antara lain: 1) menerima kehadiran baru dengan baik; 2) memberi tugas mengajar baru sesuai dengan bidang dan kompetensi yang dikuasi oleh guru baru; 3) membentuk dan melaksanakan kelompok kerja guru bidang studi dan musyawarah guru bidang studi sejenis (MGMP) sebagai wadah bagi guru untuk berdiskusi merencanakan masalah dan memecahkan masalah yang terjadi di kelas; 4) melakukan supervisi administrasi dan akedemik terhadap guru baru sebagai bahan perbaikan dan menentukan kebijakan; 5) melukukan pembinaan baik bersifat administratif, akademik, maupun karier guru baru; 6) memberi kesempatan pada guru baru untuk mengikuti pelatihan baik yang dilaksanakan di sekolah, kabupaten, propinsi maupun pada tingkat nasional; 7) memberi reward (penghargaan) pada guru yang berprestasidan memberikan hukuman pada guru yang malas dan bermasalah; 8) memberi tugas tambahan pada guru baru; 9) membentuk ikatan keluarga di sekolah masing-masing dengan pertemuan dilaksanakan di rumah anggota ikatan keluarga.

Saran dalam penelitian ini agar kepala SMP negeri di Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong dapat mengimplementasikan hasil penelitian yang sudah baik dan selalu berusaha untuk: pertama, Upaya kepala sekolah dalam mempercepat adaptasi Guru baru: agar kepala sekolah berupaya untuk mempercepat adaptasi guru baru dalam bidang tugasnya dengan baik agar guru baru dapat menjalankan tugas rutin secara maksimal, bermutu dan profesional yang akan  mengasilkan lulusan yang bermutu; kedua, Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru membina guru baru: kepala sekolah selalu berupaya agar guru baru diberi peluang yang sama dalam mengikuti pelatihan tentang keprofesionalannya baik pada tingkat sekolah, Kabupaten, Propinsi maupun tingkat Nasional dan diharapkan muncul inovasi-inovasi dalam proses belajar mengajar dari guru baru: ketiga, Alternatif model peningkatan guru baru oleh kepala sekolah di Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong sudah baik, agar selalu ditingkatkan sehingga guru baru termotivasi untuk selalu berbuat yang terbaik bagi peserta didiknya; keempat, Faktor pendukung guru baru antara lain, agar kepala sekolah di Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong memanfaatkan kelebihan dan faktor-faktor pendukung guru baru dalam meningkatkan keprofesiannya; kelima, faktor penghambat guru baru antara lain, agar kepala sekolah di Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong mencari terobosan pengadaan  untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah, termasuk merangkul pemerintah daerah dan masyarakat lebih peduli terhadap pendidikan Kabupaten Rejang Lebong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.