Hubungan Demam Dengan Kejang Demam Pada Anak Balita Di Bangsal Anak Rumah Sakit Umum Daerah

ABSTRAK
Berdasarkan data yang diperoleh di Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu, pada tahun 2007 pasien balita demam 39 orang yaitu: Demam dengan kejang demam berjumlah 25 orang, sedangkan demam tanpa kejang berjumlah 14 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan demam dengan kejang demam pada anak balita di bangsal anak RSUD. Dr. Yunus Bengkulu.
Secara umum, suhu badan diatas 370C dinyatakan sebagai demam. Demam yang berlangsung kurang dari satu minggu biasanya berhubungan dengan adanya suatu infeksi, namun bila suhu terus menanjak dan kita terserang demam, bukan tidak mungkin ada penyakit lain yang harus diatasi. Umumnya suhu 370C merupakan suhu tubuh yang dianggap sehat dan normal walaupun bisa naik atau turun satu derajat. Namun, kalau suhu tubuh terus meninggi hingga lebih 370C, itu artinya kita sedang dilanda demam (Dyah Ayu Woro, 2006). Menurut Ngastiah (2005), kejang demam atau febris convulson ialah bangkitnya kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rectal di atas 380 C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering dijumpai pada anak, terutama pada golongan anak umur 6 bulan sampai 4 tahun.
Desain penelitian digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode cross sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dengan  populasi dari penelitian ini adalah semua anak balita yang demam baik yang mengalami kejang maupun yang tidak kejang di ruang rawat inap di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada tahun 2007 yang berjumlah 39 orang sedangkan Sampel dari penelitian ini adalah anak balita yang demam yang mengalami kejang maupun yang tidak kejang di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada tahun 2007. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana populasi diambil seluruhnya.
Hasil uji Exact Fisher menunjukan ada hubungan yang signifikan antara demam dengan kejadian kejang demam pada anak balita di bangsal anak RSUD dr.Yunus Bengkulu, dan karena nilai C=0,480 yang di dapat tidak terlalu jauh dengan nilai Cmax=0,707 maka katagori hubungan dikatakan sedang.
ABSTRACTION
Fever Relation of With The Fever Spastic of Children In Common public  Hospital Child Barn of Area
Pursuant to data obtained at home Common Pain of area dr M. Yunus Provinsi Bengkulu, in the year 2007 patient of children fever 39 people that is: Fever with the fever spastic amount to 25 people, while fever without spastic amount to 14 people. This research aim to to know the fever relation with the fever spastic of at children in barn of child RSUD. Dr. Yunus Bengkulu
In general, above body temperature 370C expressed by as fever. Fever that goes on less than one week usually relate to the existence of an infection, but if temperature non-stoped by mounting. and we is attacked by fever, non disease may not be be other; dissimilar which must be overcome. Generally temperature 370C representing body temperature assumed normal and healthy although can go up or descend one degree. But, if body temperature non-stoped high till more 370C, that its meaning iswe being knocked over by fever (Dyah Ayu Woro, 2006). According to Ngastiah (2005), spastic of fever or febris convulson is awaken the spastic nya that happened at increase of body temperature (temperature rectal of above 380 C) what is because of process ekstrakranium. Fever spastic represent the most disparity neurologis is often met at children, especially at children faction old age 6 month; moon until 4 year
Research device used at this research is with the method of cross sectional. Research donein RSUD Dr M. Yunus Bengkulu with the population from this research is all child balita which fever of both for experiencing of spastic and also which spastic do not in space take care of to lodge in RSUD Dr M. Yunus Bengkulu in the year 2007 amounting to 39 people of while Sampel from this research is child balita which natural fever of spastic and also which spastic do not in RSUD Dr M. Yunus Bengkulu in the year 2007. Technique of Intake sampel use total of sampling of where population taken all things together

Result of test of Exact Fisher showing there is relation which signifikan of among fever with the occurence of fever spastic of at child balita in barn of child of RSUD dr.Yunus Bengkulu, and because value C=0,480 which is in earning do not too far with the value Cmax=0,707 hence type relation told by medium

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.