HUBUNGAN PENINGKATAN SUHU TUBUH DENGAN KEJANG DEMAM PADA ANAK BALITA DI RUANG MELATI

ABSTRACT
IMPROVED RELATIONS WITH TEMPERATURE Seizures FEVER IN CHILDREN CHILDREN 
The research aims to study the relationship with Seizures Increased Body Temperature Fever in the Toddler in Hospital Bed Space Police Hospitals Bengkulu.
The research method in this study uses cross-sectional approach. Toddler entire study population of patients who experience febrile seizures are treated in Bed Space totaling 50 people in 2012. The sampling technique using total sampling. Data analysis using univariate analysis to describe the frequency and percentage distribution of the variable increase in body temperature and the frequency of febrile seizures and bivariate analysis, to determine the relationship between the dependent and independent variables using chi-square statistical test with significance level 0.05.
The results showed as many as 28 (56.0%) respondents with body temperature> 38o C, 22 (44.0%) respondents with a body temperature of 37.5 ° C – 38 ° C, 13 (26.0%) respondents with complex seizures and as many as 37 (74.0%) respondents with simple seizures as well as the relationship between body temperature increases with the incidence of febrile seizures with weak category.
Keywords: Increased Body Temperature, Fever Seizures
  ABSTRAK
  Penelitian bertujuan untuk mempelajari Hubungan Peningkatan Suhu Tubuh dengan Kejang Demam pada pada Balita di Ruang Melati Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu.
Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh pasien Balita yang mengalami kejang demam yang dirawat di Ruang Melati yang berjumlah 50 orang pada tahun 2012. Teknik pengambilan sampel mengunakan total sampling. Analisis Data menggunakan Analisis univariat untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi dan persentase dari variabel peningkatan suhu tubuh dan frekuensi kejang demam dan Analisis bivariat, untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan dependen menggunakan uji statistik chi square dengan derajat kemaknaan 0.05.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28 (56,0%) responden dengan suhu tubuh  >38o C, sebanyak 22 (44.0%) responden dengan suhu tubuh 37.5 oC – 38 oC, sebanyak 13 (26,0%) responden dengan kejang komplek dan sebanyak 37 (74.0%) responden dengan kejang sederhana serta terdapat hubungan antara peningkatan suhu tubuh dengan kejadian kejang demam dengan katagori lemah.

Kata Kunci: Peningkatan Suhu Tubuh, Kejang Demam

Diterbitkan oleh Hadi Saputra, SKM., M.Si.

Hadi Saputra, SKM, M.Si anak dari Alm Subhan Rubama dan Azizah mempunyai seorang istri bernama Harpi Nusanti, SKM dan Empat orang anak perempuan yang bernama Lubna Afiyah, Mazaya Afifah, Alilah Afiqah, dan Alayyah Afinah Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik S2 Ilmu Administrasi Universitas Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: