Pola Tidur Pasien Penyakit Paru Obstruktif Menahun Setelah Tindakan Fisioterapi Dada

Abstrak
Tidur didefenisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar, dimana orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya. PPOM didefinisikan sebagai suatu gangguan yang ditandai oleh uji arus ekspirasi yang abnormal dan tidak banyak mengalami perubahan dalam masa observasi beberapa bulan. Pola tidur adalah ritme biologis, yang paling kompleks. Sehingga bila irama fisik dan psikologis meningkat/lebih aktif maka individu akan terbangun dan bilamana rendah individu akan tertidur
Penelitian ini dilaksanakan di ruang Melati RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Bertujuan untuk mengetahui Pola Tidur Pasien PPOM setelah Tindakan Fisioterapi Dada. Dengan menggunakan desain penelitian Accidental Sampling, jumlah sampel 16 orang Pasien PPOM di ruang Melati RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Analisa data yang digunakan analisa univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari variabel dependent yang diteliti. dan analisa bivariat untuk menguji pola tidur pasien PPOM setelah tindakan fisioterapi dada, digunakan uji t (t-test).
Hasil penelitian pada Pola Tidur Pasien PPOM setelah Tindakan Fisioterapi Dada adalah Hasil uji normalitas data dari uji Kolmogorov-Smirnov didapat nilai = 1,168 dengan asymp.Sig. (2-tailed) = 0,130>0,05 berarti tidak signifikan. Jadi Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian, distribusi populasi dari pola tidur pasien PPOM adalah normal. Hasil uji t satu sampel didapat nilai = -2,446 dan jika nilai t diharga mutlakkan  = 2,446 dengan sig. (2-tailed) = 0,027<0,05 berarti signifikan. Jadi Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga pola tidur pasien PPOM tidak sama dengan harga mediannya atau jika dilihat nilai t tabel = ± 1,75 dengan df = 15 maka   t hitung =  ± 2,446.  a.)   t hitung = – 2,446   t tabel  =  1,75, maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Diharapkan pihak rumah sakit khususnya perawat ruangan agar dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam pelaksanaan tindakan fisioterapi dada pada pasien dengan gangguan PPOM, sehingga dapat membantu pasien dalam proses pemulihan.
Abstraction

Pattern Sleep Chronical Patient Disease Paru Obstruktif After Action Physiotherapy Chest
Sleep defenisi as a situation of subconscious, where the people can be aroused with giving stimulate sensorik or with other stimulus. PPOM defined by as a trouble marked by abnormal ekspirasi current test and not many experiencing of the change in a period of observation some moon. Pattern sleep is biologis ritme, what most complex. So that when physical rhythm and psychological more active hence individual will be woke up and when lowering individual will fall asleep.
This research is executed by in Jasmine RSUD Dr space M. Yunus Bengkulu. Aim to to know Pattern Sleep Patient PPOM after Action Physiotherapy Chest. By using desain research of Accidental Sampling, amount of sampel 16 Patient PPOM people in Jasmine RSUD Dr space M. Yunus Bengkulu. used by Analysis Data is univariat analysis to depict frequency distribution from variable dependent which checked. and bivariate analysis to test pattern sleep PPOM patient after chest physiotherapy action, used by t test ( t-test).
Result of research at Pattern Sleep Patient PPOM after Action Physiotherapy Chest is Result of data normalitas test from Kolmogorov-Smirnov test got by value = 1,168 with asymp.Sig. ( 2-tailed) = 0,130>0,05 meaning do not signifikan. Become Ho accepted and Is Ha refused. Thereby, population distribution from pattern sleep PPOM patient is is normal. Result of t test one sampel got by value = – 2,446 and if absolute price t value = 2,446 with sig. ( 2-tailed) = 0,027<0,05 meaning signifikan. Become Ho refused and Is Ha accepted. So that pattern sleep PPOM patient unlike its median price or if seen by t value is tables of ± 1,75 with df = 15 hence   t calculate ± 2,446. a.) t calculate -2,446 t is tables of = 1,75, hence Ho refused and Is Ha accepted.
Is expected by hospital side specially column nurse to be can improve ability and his skill in chest physiotherapy action execution at patient with PPOM trouble, so that can assist patient in course of cure.

Diterbitkan oleh Hadi Saputra, SKM., M.Si.

Hadi Saputra, SKM, M.Si anak dari Alm Subhan Rubama dan Azizah mempunyai seorang istri bernama Harpi Nusanti, SKM dan Empat orang anak perempuan yang bernama Lubna Afiyah, Mazaya Afifah, Alilah Afiqah, dan Alayyah Afinah Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik S2 Ilmu Administrasi Universitas Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: