Strategi Pemerintah Kabupaten Solok Dalam Rangka Kembali Ke Pemerintahan Nagari Menuju Otonom Desa Yang Demokratis

ABSTRAK Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah menggantikan UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan di daerah terutama UU Nomor 5 tahun 1977 tentang Pemerintahan Desa telah membuka peluang seluas-luasnya bagi reformasi bentuk Pemerintahan Desa. Di Sumatera Barat peluang tersebut dimanfaatkan dengan kembali ke Nagari, yaitu kembali menerapkan sistem Pemerintahan Nagari setelah kurang lebih dua puluh tahun di gantikan dengan Pemerintahan Desa yang telah merusak tatanan Nagari dengan menetapkan Jorong (bagian dari Nagari) menjadi Desa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi Kabupaten Solok dalam rangka kembali ke Pemerintahan Nagari menjadi Otonom desa yang Demokratis. Metode yang digunakan untuk mengathui hal tersebut di atas adalah dengan pendekatan manajemen strategis melalui analisis SWOT terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempengarui\hi, termasuk lingkungan eksternal yang memberikan peluang dan ancaman, lingkungan internal yang memberikan kekuatan dan kelemahan. Setelah dilakukan identifikasi terhadap faktor-faktor lingkungan dengan menguraikan analisis SWOT, maka di dapat faktor-faktor yang dapat menjadi peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan yang menghasilkan isu-isu strategis. Pada tahap perumusam isu-isu strategis, setelah melalui litmus test, maka diperoleh strategi yang paling strategis, yaitu 1) mengoptimalkan peran dan fungsi Nagari dan lembaga-lembaga Nagari lainnya menuju otonom Desa yang demokratis. 2) meningkatkan kepercayaan (trust) publik kepada Pemerintahan nagari. 3) Meningkatkan profesionalisme kemampuan aparatur Pemerintahan nagari, dan 4) Menciptakan budaya kerja yang berdasarkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandikan Kitabullah. Berdasarkan isu-isu strategis yang dihadapi maka rumusan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh antara lain dengan memperjelas dan mempertegas fungsi-fungsi, tugas dan peran yang dapat dimainkan oleh Pemerintahan Nagari dan pemahaman akan fungsi Nagari sebagai lembaga pemerintahan yang otonom dalam mengurus dan mengatur dirinya sendiri. meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbaiki kinerja organisasi, peningkatan kualitas melalui pelatihan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat serta membuat pola rekrutmen pegawai yang sesuai dengan tuntutan perubahan zaman terutama hal-hal yang menyangkut penyempurnaan dalam manajemen pemerintahan dan birokrasi. Serta peningkatan kemampuan aparatur dalam memahami aturan-aturan adat istiadat dan dapat mengkolaborasikannya dengan aturan-aturan formal yang berlaku dalam manajemen pemerintahan dengan sasaran pelayanan optimal pada masyarakat.

Diterbitkan oleh Hadi Saputra, SKM., M.Si.

Hadi Saputra, SKM, M.Si anak dari Alm Subhan Rubama dan Azizah mempunyai seorang istri bernama Harpi Nusanti, SKM dan Empat orang anak perempuan yang bernama Lubna Afiyah, Mazaya Afifah, Alilah Afiqah, dan Alayyah Afinah Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik S2 Ilmu Administrasi Universitas Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: