HUBUNGAN SIKAP MAWAS DIRI PERAWAT DENGAN SUSPECT HEPATITIS B PADA PERAWAT

ABSTRAK
Salah satu masalah kesehatan yang sampai saat ini masih menjadi fenomena adalah masalah kesehatan pada saat pasien dirawat di rumah sakit, seperti terjadinya penularan penyakit. Perawatan yang tidak intensif pada pasien yang menderita penyakit menular secara fungsional dapat mengakibatkan tingginya resiko penularan penyakit, yang disebabkan karena penyebaran  organisme dari  pasien  ke pasien ataupun dari pasien ke perawat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubugan mawas diri perawat dengan suspect Hepatitis B pada perawat di RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu. Telah dilakukan penelitian di ruang Melati C2 dan Kemuning RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu, mulai dari tanggal 29 Agustus sampai dengan 4 September 2009, dengan responden 45 orang perawat ruangan C2 dan Kemuning yang diperoleh melalui Total Sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Data yang dikumpulkan dengan cara observasi langsung. Hasil penelitian ditemukan dari 45 orang perawat yang bertugas di ruang kemuning dan ruang Melati terdapat 11 orang (24,4%) perawat yang mempunyai sikap unfavorable, 45 orang perawat pelaksana di ruang Melati dan Kemuning RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu yang diduga suspect Hepatitis B positif yaitu 3 orang (6,7%), Secara statistik ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara sikap maws diri dengan suspect Hepatitis B pada perawat, ditunjukkan dengan nilai r < 0,05 (r=0,012) dan α = 0,05 %. untuk mencegah resiko penularan dalam melakukan tindakan penyakit Hepatitis B di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu, disamping itu fasilitas yang sudah tersedian contohnya wastafel hendaknya dapat dimanfaatkan oleh perawat dengan baik, sebaiknya sebelum kegiatan dilakukan.
Kata Kunci                 : Mawas diri, HepatitiS
ABSTRACT

One health problem that until now the phenomenon is still a health problem when the patient was in the hospital, such as the occurrence of disease transmission. No intensive care in patients suffering from infectious diseases can lead to functional high risk of contracting the disease, caused by the spread of organisms from patient to patient or from patient to perawat.Tujuan this study was to determine introspective Hubugan suspect nurses with hepatitis B in nurses in hospitals Dr.M.Yunus Bengkulu. Has conducted research in the C2 and Kemuning Jasmine Drhospitals. M. Yunus Bengkulu, starting from 29 August to 4 September 2009, with 45 respondents room nurses and Kemuning C2 obtained through the Total Sampling. This research uses cross-sectional study design. The data collected by direct observation. The results found from 45 nurses who served in the myrtle and jasmine room there are 11 people (24.4%) nurses who have unfavorable attitudes, 45 the nurse managers at the Motel and Hospital Dr Kemuning. M. Yunus Bengkulu suspect allegedly positive Hepatitis B is 3 people (6.7%), found Statistically significant relationship between attitudes suspect rmaws with hepatitis B in nurses, indicated by the value of  <0.05  = 0.012) and α = 0.05%. to prevent the risk of contracting ther( disease acts Hepatitis B in Hospital Dr. M. Yunus Bengkulu, besides that it’s facilities should sink tersedian example can be used by nurses with good, preferably before the activities performed.

Keywords       : self Mawas, Hepatitis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.