ROLE CONFLICT DAN ROLE AMBIGUITY PADA KARYAWAN PERUSAHAAN UMUM BULOG DIVISI REGIONAL

          ROLE  CONFLICT  AND  ROLE  AMBIGUITY  OF  EMPLOYEES IN PERUSAHAAN UMUM BULOG DIVISI REGIONAL
  
ABSTRACT
This study aimed to determine the level of role conflict and role ambiguity on employee of Perusahaan Umum Bulog Divisi Regional Bengkulu. This study is descriptive. The population of study was all employees of Perusahaan Umum Bulog Divisi Regional Bengkulu totaling 47 respondents were taken using the census method. Methods of data analysis using descriptive analysis. Results showed that role conflict occurs in Perusahaan Umum Bulog Divisi Regional Bengkulu with high categories which affected by the postponement of the job, the employee that holds two positions, conflicting job results between the two supervisor, conflicting commands and demands between the three bosses, employees disobey the orders from one superior caused their obeying the order from another superior. Further, role ambiguity occurs with medium category which caused by the most of employees who do not understand of their duties and functions and also caused by the lack of authority to carrying out of their jobs. For the leader of Perusahaan Umum Bulog Divisi Regional Bengkulu is expected to divide the tasks evenly to avoid the double post, fellow superiors are expected to coordinate on the results of work which performed by their subordinates and for the employees are expected to learn and understand  the duties and functions of their job and understanding their roles to carrying out their jobs.

Keywords : Role Conflict, Role Ambiguity and Perusahaan Umum Bulog Divisi Regional Bengkulu
RINGKASAN
Setiap karyawan bekerja sesuai dengan perannya dalam organisasi, artinya setiap karyawan mempunyai kelompok tugasnya yang harus dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang ada dan sesuai dengan yang diharapkan oleh atasannya. Namun demikian karyawan tidak selalu berhasil untuk memainkan perannya tanpa menimbulkan masalah hal dikarenakan kurang berfungsinya role conflict dan role ambiguity. Konflik peran timbul jika seorang tenaga kerja mengalami adanya pertentangan antara tugas-tugas yang harus ia lakukan dengan tanggung jawab yang ia miliki, tugas-tugas yang harus ia lakukan yang menurut pandangannya bukan merupakan bagian dari pekerjaannya, tuntutan-tuntutan yang bertentangan dari atasan, rekan, bawahannya, atau orang lain yang dinilai penting bagi dirinya, dan pertentangan   dengan   nilai-nilai   dan   keyakinan   pribadinya  sewaktu melakukan tugas pekerjaannya. Sedangkan ambiguitas  peran jika  seorang  pekerja  tidak  memiliki cukup informasi untuk dapat melaksanakan tugasnya, atau tidak mengerti atau merealisasi harapan-harapan yang berkaitan dengan peran tertentu.
Role conflict dan role ambiguity pada pekerjaan mengarah pada tingkah laku disfungsional dalam pekerjaan seperti ketidakpuasan kerja, kecenderungan untuk meninggalkan organisasi dan komitmen yang rendah. Sebuah konflik terjadi akibat ketidakseimbangan peran dan kekuasan dimana salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengontrol dan mengatur akses sumber daya yang dapat menyebabkan terjadinya tekanan atau subordinasi terhadap pihak lainnya.
Hasil wawancara pendahuluan dengan Kepala Seksi Anglur, ia dibebankan beberapa tugas dan tanggung  jawab. Sehingga pekerjaan selesainya tidak tepat waktu dan melebihi batas waktu jam kerja, ini salah indikasi adanya konflik peran pada karyawan Bulog. Wawancara 2 orang staf dalam menjalankan tugas/perannya sering berbeda dengan apa yang mereka harapkan, sehingga merasa berat menjalankan pekerjaan nya, dan banyaknya tugas yang harus dikerjakan sehingga tidak dapat menjalankan pekerjaan tersebut secara baik dan efisien. Observasi di Perusahaan Umum Bulog terlihat banyak karyawan pada saat jam kantor, mereka mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dan tidak berhubungan dengan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat role conflict dan role ambiguity pada Karyawan Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.  Populasi penelitian ini seluruh karyawan Perum Bulog Regional Bengkulu berjumlah 47 orang  diambil menggunakan metode sensus dengan menggunakan kuesioner dan dilakukan wawancara terhadap 4 orang pegawai untuk mendukung hasil penelitian. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan pada Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu terjadi role conflict dengan katagori tinggi yang disebabkan oleh terjadinya penundaan pekerjaan, adanya karyawan merangkap dua jabatan, hasil pekerjaan bertentangan antara kedua atasan, perintah yang bertentangan antara ketiga atasan, dan karyawan tidak mematuhi perintah atasan yang satu dikarenakan  melaksanakan perintah atasan yang lain. Kemudian terjadinya role ambiguity dengan katagori sedang yang disebabkan sebagian besar karyawan dalam bekerja tidak memahami tugas pokok dan fungsinya dan sebagian besar karyawan tidak memiliki wewenang penuh dalam melaksanakan pekerjaannya.  
Bagi Pimpinan Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu diharapkan dapat membagi tugas secara merata untuk menghindari rangkap jabatan, sesama pimpinan diharapkan dapat berkoordinasi mengenai hasil pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan, dan bagi karyawan diharapkan dapat mempelajari dan memahami Tupoksi dari pekerjaannya serta dapat memahami perannya dalam melaksanakan pekerjaan.
Kata Kunci:  Role Conflict, Role Ambiguity dan Perum Bulog  Divisi Regional Bengkulu

Diterbitkan oleh Hadi Saputra, SKM., M.Si.

Hadi Saputra, SKM, M.Si anak dari Alm Subhan Rubama dan Azizah mempunyai seorang istri bernama Harpi Nusanti, SKM dan Empat orang anak perempuan yang bernama Lubna Afiyah, Mazaya Afifah, Alilah Afiqah, dan Alayyah Afinah Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik S2 Ilmu Administrasi Universitas Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: