ANALISIS PROSES PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PADA BAPELKES

ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF EDUCATION AND TRAINING
IN BAPELKES PROVINCE 
ABSTRACT


This study aims to find out a picture of education and training programme done by Bapelkes Bengkulu province, when receiving participant readiness, personnel organizer readiness, lecturer preparedness as the Master of Trainner and responsible class and facilitator, the availability and use of facilities, use of media, utilization of assistive devices, and methods used in the learning process. This research survey method. The study population were 210 trainees in 2010. Samples were taken 50% of the population. Analysis data in this research using descriptive analysis.
Research indicates the perception of respondents to the participant’s readiness is 3.87 (good), the perception of respondents to the Executive Power/Operator training and education of 3.62 (good), respondent perceptions of readiness lecturer as Master of Trainner and Responsible during Class and Education Process Facilitators and Training Lasts is 3.85 (good), respondent’s perception of Availability and Use of Facilities and Infrastructure amounting to 3.58 (good), the perception of respondents to the Use of Media In Education \and Training Implementation is 4.01 (good), the perception of respondents to the Utilization Equipment Auxiliary is 3.67 (good), and perceptions of respondents towards Learning Method is 3.88 (good).
To Bapelkes as providers of education and training institusions should be able to maintain and improve the readiness of employees Bapelkes, readiness of organizer, lecturer preparedness as the Master of Trainner and responsible class and facilitator, the availability and use of facilities, use of media and tools in the implementation and methods learning used in the process of learning and education and training.
Keywords: Participant acceptance readiness, personnel readiness, preparedness lecturer, availability of infrastructure, media utilization, utilization of assistive devices, and methods of learning
RINGKASAN

Pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan sebagai upaya manajemen yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi pekerja dan untuk kerja organisasi melalui program pelatihan, pendidikan dan pengembangan.
Pelatihan (training) meliputi aktivitas-aktivitas yang berfungsi meningkatkan unjuk kerja seseorang dalam pekerjaan yang sedang dijalani atau yang terkait dalam pekerjaan ini. Pendidikan (education) mencakup kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi menyeluruh seseorang dalam arah tertentu dan berada diluar lingkup pekerjaan yang ditanganinya saat ini.
                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan pegawai, kesiapan tenaga pelaksana/penyelenggara, kesiapan Widyaiswara selaku Master of Trainner (MOT) dan penanggung jawab kelas serta fasilitator selama proses pembelajaran pendidikan dan pelatihan berlangsung, ketersediaan dan penggunaan sarana prasarana, pemanfaatan media dan alat bantu dan metoda pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan metode surveydengan  populasi sebanyak 210 peserta pelatihan Tahun 2010  yang sudah mengikuti  pendidikan dan pelatihan. Sampel diambil 50% dari populasi dengan teknik  random sampling yaitu dengan melakukan pengundian pada masing-masing jenis pelatihan sebanyak 15 orang sehingga didapat 105 orang sampel penelitian. analisis data menggunakan analisis deskriptif.
Penelitian menunjukkan persepsi responden terhadap kesiapan Peserta sebesar 3,87 (baik), persepsi responden terhadap Tenaga Pelaksana/Penyelenggara pendidikan dan  pelatihan sebesar 3,62 (baik), persepsi responden terhadap Kesiapan Widyaiswara selaku Master Of Trainner dan Penanggungjawab Kelas Serta Fasilitator Selama Proses Pendidikan Dan Pelatihan Berlangsung sebesar 3,85 (baik), persepsi responden terhadap Ketersediaan Dan Penggunaan Sarana Prasarana sebesar 3,58 (baik), persepsi responden terhadap Pemanfaatan Media Dalam Pelaksanaan Pendidikan Dan Pelatihan sebesar 4,01 (baik), persepsi responden terhadap Pemanfaatan Alat Bantu sebesar 3,67 (baik), dan  persepsi responden terhadap Metode Pembelajaran sebesar 3,88 (baik).
 Keberhasilan suatu pendidikan dan pelatihan tidak terlepas dari kesiapan tenaga pelaksana, kesiapan widyaiswara, ketersediaan sarana prasarana, pemanfaatan media dan alat bantu, serta metoda yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan Proses Pendidikan dan Pelatihan pada Bapelkes Provinsi Bengkulu sudah berjalan dengan baik.

Kata Kunci: Kesiapan penerimaan peserta, kesiapan tenaga, kesiapan Widyaiswara, ketersediaan sarana prasarana, pemanfaatan media, pemanfaatan alat bantu, dan metode pembelajaran

Diterbitkan oleh Hadi Saputra, SKM., M.Si.

Hadi Saputra, SKM, M.Si anak dari Alm Subhan Rubama dan Azizah mempunyai seorang istri bernama Harpi Nusanti, SKM dan Empat orang anak perempuan yang bernama Lubna Afiyah, Mazaya Afifah, Alilah Afiqah, dan Alayyah Afinah Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik S2 Ilmu Administrasi Universitas Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: