ANALISIS PENATAUSAHAAN KEUANGAN PADA BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN STATISTIK DAERAH PROVINSI

FINANCIAL ANALYSIS OF THE BOARD OF ADMINISTRATION OF RESEARCH, DEVELOPMENT AND STATISTICS REGION PROVINCE 
ABSTRACT
The study was aimed to investigate the process of expense management based on permendagri no 59 tahun 2007 at Board of Administration and Research, development and statistics region Propinsi Bengkulu.   The study was explanatory by using qualitative approach. The data was collected by interviewing 4 respondents at Financial management staff. The results show the effectiveness of the implementation process of the administration of direct expenditures SPD, SPP, SPM, SP2D, and SPJ has not beeneffective, the effectiveness of the quality of human resources have not been effectivedue to bendara no educational background accounting and have experience and language of administrative effectiveness of incentives in decision shopping direct administrative expenses are less effective.
(1) Student
(2) Supervisor I
(3) Supervisor II
 RINGKASAN

Hasil observasi penerapan penatausahaan pengeluaran belanja langsung sudah sesuai dengan proses penatausahaan di atas akan tetapi masih belum maksimal dikarenakan masih terdapat permasalahan-permasalahan dalam SPD, SPP, SPM, SP2D, dan SPJyaitu: masalah waktu, SDM/Petugas, dan masalah anggaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan penatausahaan pengeluaran belanja langsung, berdasarkan Permendagri No 59 Tahun 2007 pada Badan Penelitian,  Pengembangan dan Statistik Daerah Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2010.
Jenis penelitian explanatory menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk pengumpulan data dengan melakukan wawancara  kepada 4 orang responden SPD, SPP, SPM, SP2D dan SPJ beserta bukti-buktinya. Sampel sebanyak 4 orang yang diambil secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan content analysis. Penelitian menunjukkan bahwa waktu pelaksanaan penatausahaan pengeluaran belanja langsung SPD, SPP, SPM, SP2D, dan SPJ selama 5 hari sampai 7 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas waktu proses pelaksanaan penatausahaan pengeluaran belanja langsung SPD, SPP, SPM, SP2D, dan SPJ belum berjalan secara efektif, karena waktu penatausahaan pengeluaran belanja langsung untuk SPD, SPP, SPM, SP2D, dan SPJ selama 5 hari bahkan sampai 7 hari tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan  yaitu 2 hari selesai.
Efektifitas kualitas SDM dalam proses penatausahaan pengeluaran belanja langsung belum efektif dikarenakan bendahara tidak berlatar belakang pendidikan akuntasi dan belum memiliki banyak pengalaman dalam penatausahaan pengeluaran belanja langsung dikarenakan baru 1 tahun menjabat, dan efektifitas insentif penatausahaanpengeluaran belanja langsung dalam proses penatausahaan pengeluaran kurang efektif, dikarena pemberian insentif belum sesuai dengan SK Gubernur Tahun 2010 dan SK Kepala Balitang Propinsi Bengkulu.

Kata Kunci: Penatausahaan Keuangan SPD, SPP, SPM, SP2D, SPJ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.