Penggunaan Obat Formularium Produk Bidang Farmasi Pusdokkes Pada Anggota Polri Di Rumah Sakit Bhayangkara

ABSTRAK

Obat sebagai salah satu unsur yang penting dalam upaya kesehatan, mulai dari upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, diagnosis, pengobatan dan pemulihan harus diusahakan agar selalu tersedia pada saat dibutuhkan. Hasil wawancara dengan petugas Apotik mengatakan seringkali dokter menggunakan obat bagi pasien anggota Polri dan keluarganya tidak sesuai dengan daftar obat-obat produk Bidfipol Pusdokkes Polri, sehingga pasien anggota Polri dan keluarganya harus membeli obat yang tidak masuk kedalam daftar obat-obat produk Bidfipol Pusdokkes Polri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penggunaan Obat Formularium Produk Bidang Farmasi Pusdokkes Pada Anggota Polri di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu.

Penelitian ini adalah kualitatif. Informan penelitian dokter di poli rawat jalan, apoteker, asisten apoteker, perawat yang bertugas serta pasien Anggota Polri/ PNS polri dan keluarga di ambil dengan metode porposive sampling. Analisis data kualitatif yaitu: Data reduction, display, conclusion drawing/verification.

Hasil penelitian penggunaan obat formularium produk bidang farmasi Pusdokkes Polri belum berjalan dengan optimal. Hal ini dikarenakan sosialisasi formularium obat baru dilakukan setiap satu kali dalam pergantian pimpinan atau kepala rumah sakit dan juga daftar obat dalam formularium Pusdokkes Polri masih belum lengkap. Selain itu dokter masih ada meresepkan obat diluar formularium padahal formularium telah diberikan kepada dokter, IFRS (Apoteker) dan kepala ruangan IFRS telah memberikan penjelasan kepada dokter bahwa obat yang ditulis untuk pasien anggota Polri harus sesuai dengan Pusdokkes Polri dan telah disampaikan kepada dokter tentang obat-obat yang masuk di dalam formularium, walaupun nama patennya beda tetapi isinya sama serta sebagian besar anggota Polri tidak mengetahui formularium Pusdokkes yang diperuntukan baginyanya. Kebanyakan dari mereka tidak paham dengan obat yang diresepkan oleh dokter. Mereka terpaksa membeli obat jika resep yang ditulis diluar formularium.

Saran kepada pihak Rumah Sakit Bhayangkara Jitra Polda Bengkulu untuk melakukan sosialiasi secara intensif dan pemantauan penggunaan obat formularium secara rutin, diharapkan komitmen dokter untuk meresepkan obat untuk anggota Polri dan keluarga sesuai formularium Pusdokkes Polri serta dilakukannya monitoring dan evaluasi penggunaan formularium Pusdokkes Polri untuk anggota Polri secara rutin.

Kata Kunci: Penggunaan Obat Formularium Produk Bidang Farmasi Pusdokkes Polri

ABSTRACT
Drugs as one important element in health efforts, ranging from efforts to improve health, prevention, diagnosis, treatment and recovery should be sought in order to always be available when needed. Results of interviews with officers Pharmacies said doctors often use the drug for patients and family members of the police are not in accordance with the list of drugs Bidfipol products Pusdokkes Police, so that patients and family members of the National Police had to buy drugs that are not entered into the list of drugs Bidfipol products Pusdokkes Police. This study aims to determine the Formulary Drug Use Pharmaceutical Products Division Pusdokkes In Police officers in Hospitals Police Bengkulu.

This research is qualitative. Informants research on poly outpatient physician, pharmacist, assistant pharmacist, nurse in charge and the patient Police officers / civil servants in the family of the police and take with purposive sampling method. Qualitative data analysis, namely: data reduction, display, conclusion drawing / verification.

The results of research into the use of drugs formulary pharmaceutical products field Pusdokkes Police have not run optimally. This is because the socialization of new drug formulary done every once in a change of leadership or the head of the hospital and also the list of drugs in the formulary Pusdokkes Police still incomplete. In addition, doctors still prescribe outside the formulary when formulary has been given to doctors, IFRS (Pharmacist) and head room IFRS have to explain to the doctor that the drugs were written for patients member Pusdokkes Police must comply with the National Police and was submitted to the doctor about drug- drugs that enter in the formulary, although the patent name is different but the same contents as well as most of the members of the Police do not know the intended baginyanya Pusdokkes formulary. Most of them are not familiar with the medication prescribed by a doctor. They are forced to buy drugs if prescriptions written outside the formulary.

Advice to the Hospitals Jitra Bengkulu Police to conduct an intensive socialization and monitoring the use of formulary drugs regularly, expected commitment of doctors to prescribe drugs to members of the police and the family in accordance formulary Pusdokkes Police and doing the monitoring and evaluation of the use of formularies Pusdokkes Police to Police members are routine.

Keywords: Use of Drug Products Formulary Pusdokkes Pharmaceutical Sector Police

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.