PENGGUNAAN SISTEM KATEGORI BROWN DALAM UPAYA MENCIPTAKAN INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR PPKN DI SMP NEGERI 01

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pembelajaran yang masih bersifat satu arah atau berpusat pada guru dan siswa masih terlihat pasif sehingga merasa cepat bosan. Guru selama ini hanya menggunakan pembelajaran yang monoton karena tidak mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam model pembelajaran. Keberhasilan  interaksi belajar mengajar tergantung pada bentuk pola komunikasi dalam interaksi dan penelitian ini bertujuan : 1.Untuk mengetahui pelaksanaan Sistem Kategori Brown 2. Untuk mengetahui Interaksi Belajar Mengajar 3. Untuk mengetahui Sistem Kategori Brown menciptakan Interaksi Belajar Mengajar di SMP Negeri 01 Merigi Sakti Bengkulu Tengah. Metode Penelitian yang digunakan adalah Deskriftif Kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa dan guru di SMP Negeri 01 Merigi Sakti Bengkulu Tengah. Data yang diperoleh adalah Data Deskriftif Kualitatif. Teknik Pengumpulan Data dengan cara Observasi, Dokumentasi dan Rekaman. Teknik Analisa Data yang digunakan adalah Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikkan Kesimpulan.  Hasil Penelitian Dalam observasi pertama diperoleh data sebagai berikut : Pertanyaan Guru (TQ) yang diberikan kepada siswa sebanyak 45 kali atau 19,6% , Respon guru sebanyak (TR) 128 kali atau 55,9% , Respon yang diberikan siswa (PR) kepada guru sebanyak 50 kali atau 21,8%, Kesukarelaan Siswa (PV) menanggapi kegatan guru atau menanggapi kegiatan sesama siswa/bertanya kepada guru sebanyak 6 kali atau 2,7% . Dalam observasi kedua diperoleh data sebagai berikut : Pertanyaan Guru (TQ) ditemukan sebanyak 26 kali atau 18,5%, Respon yang diberikan guru (TR) sebanyak 92 kali atau 65,7%, Siswa memberikan respon (PR) sebanyak 18 kali atau 12,9%, Siswa menunjukkan kesukarelaan (PV) dalam kegiatan belajar baik menanggapi atau bertanya sebanyak 4 kali atau 12,9% . Dalam observasi ketiga diperoleh data sebagai berikut : Pertanyaan Guru (TQ) ditemukan sebanyak 78 kali atau 18,5%, Respon yang diberikan guru (TR) sebanyak 180 kali atau 42,8%, Siswa memberikan respon (PR) sebanyak 123 kali atau 29,2%, Siswa menunjukkan kesukarelaan (PV) dalam kegiatan belajar baik menanggapi atau bertanya sebanyak 40 kali atau 9,5% . Proses belajar guru lebih banyak menggunakan teknik ceramah. Hal tersebut menyebabkan respon siswa sangat kurang dalam kegiatan belajar mengajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.