BELAJAR

Aktivitas Belajar

Dalam kegiatan belajar Sardiman (2008:96) berpendapat aktivitas belajar ialah “Bahwa anak-anak yang memiliki tenaga-tenaga untuk berkembang sendiri, membentuk sendiri dimana pendidik akan berperan sebagai pembimbing dan mengamati bagaimana perkembangan anak didiknya”. Hal ini memberikan pengertian bahwa lebih baik banyak melakukan aktivitas didalam pembentukan diri dalam anak itu sendiri, sedangkan pendidik memberikan bimbingan dan merencanakan segala kegiatan yang akan diperbuat oleh anak didik. Oleh karena itu segala pengetahuan itu harus diperoleh dengan pengamatan sendiri, penyelidikan sendiri, dengan bekerja sendiri, dengan fasilitas yang diciptakan sendiri baik secara rohani maupun teknis.

Selanjutnya Sardiman (2008:99) mengemukakan aktivitas belajar “Merupakan suatu kegiatan untuk mengadakan perubahan dalam individu sebagai hasil interaksinya dengan lingkungan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan serta menjadikannya lebih mampu melestarikan secara memadai”.

Sedangkan pendapat lain yang dikemukakan oleh Nasution (2009:38) menyebutkan bahwa aktivitas belajar adalah” Suatu kegiatan psikis yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungannya sehingga menghasilkan suatu perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan nilai dan sikap”. Pendapat ini memberikan pengertian bahwa kegiatan pembelajaran sebagai rangkaian kejadian yang berlangsung di dalam objek yang belajar, terutama rangkaian yang musical intern yang berlangsung bila seseorang belajar.

Beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh siswa baik secara perorangan maupun secara kelompok yang sengaja dan aktif dalam suasana tertentu, sehingga akan terjadi perubahan tingkah laku, perbuatan. pengalaman, keterampilan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Prinsip-Prinsip Aktivitas Belajar

Prinsip-prinsip aktivitas belajar ini akan dilihat dari sudut pandang perkembangan konsep belajar bagi peserta didik. Dengan melihat seseorang sebagai subjek peserta didik dapatlah diketahui bagaimana prinsip-prinsip aktivitas yang terjadi dalam belajar itu. Karena jika dilihat dari sudut pandang kita, maka sudah tentu yang menjadi fokus perhatian adalah komponen manusia yang melakukan aktivitas dalam belajar tersebut adalah guru dan siswa.

Untuk melihat prinsip-prinsip itu, Sardiman (2009:97) berpendapat” bahwa aktivitas dalam belajar secra garis besar dapat dibagi kedalam dua pandangan” yaitu :

  • Menurut Pandangan Ilmu Jiwa Lama

Dalam Pandangan ini, Jhon Looke dengan konsepnya tabulasi “Mengibaratkan jiwa seseorang bagaikan kertas putih yang tidak tertulis, kertas putih ini kemudian akan mendapatkan coretan-coretan atau tulisan dari luar, terserah unsur dari luar yang menulis akan ditulis merah atau hitam”. Oleh karena itu siswa diibaratkan kertas putih sedangkan unsur lain yang menulisi adalah guru, karena guru adalah memberi dan mengatur isinya.

Dengan demikian aktivitas belajar siswa didominasi oleh guru sedangkan anak didik bersifat pasif dan menerima begitu saja. Guru menjadikan adikuasa di dalam kelas. Oleh sebab itu kegiatan belajar mengajar guru akan senantiasa mendominasi kegiatan. Siswa terlalu pasif sedangkan guru aktif dan segala inisiatif datang dari guru-gurulah yang menentukan bahan dan metode. Sedangkan siswa terutama terbatas pada mendengarkan, mencatat, menjawab pertanyaan bila diajukan guru, mencatat cara yang ditentukan oleh guru, begitu juga cara berfikirnya menurut yang digariskan oleh guru. Memang sebenarnya anak didik itu tidak pasif secara mutlak, hanya proses belajar mengajar semacam itu, tidak mendorong anak didik untuk berfikir dan berkreativitas.

  • Menurut Pandangan Ilmu Jiwa Modern

Dalam pandangan ini, aliran ilmu jiwa modern menjelaskan bahwa jiwa manusia sebagai suatu yang dinamis, memiliki potensi dan energi sendiri. Oleh karena itu secara alami anak didik biasa juga menjadi aktif, karena adanya motivasi dan didorong oleh bermacam-macam kebutuhan, dimana anak didik dipasang sebagai organisasi yang mempunyai potensi untuk berkembang.

Oleh sebab itu tugas pendidik adalah membimbing dan menjadikan kondisi agar anak didik dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya untuk berkembang. Dalam hal ini anaklah yang beraktivitas, berbuat dan aktif sendiri. Dimana pendidik tugasnya menyediakan makanan dan minuman rohani anak, akan tetapi yang menerimanya adalah anak didik itu sendiri. Maksudnya guru menyediakan bahan pelajaran, tapi yang mengelola dan mencernanya adalah siswa dengan bakat, kemampuan serta latar belakang masing-masing.

Aktivitas belajar (Sardiman, 2009:98) Merupakan” berbuat sekaligus merupakan proses yang membuat anak didik harus aktif “. Oleh sebab itu siswa harus aktif sendiri, termasuk bagaimana situasi yang harus ditempuh untuk mendapatkan sesuatu pengetahuan atau nilai. Hal ini menuntun siswa untuk aktif sendiri, yang sesuai dengan hakekat anak didik sebagai manusia yang penuh dengan potensi yang biasa berkembang.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Belajar

Perbuatan dalam bentuk usaha atau aktivitas yang menghasilkan perubahan tingkah laku, pengalaman dan keterampilan serta nilai kesemuanya itu dapat diperoleh melalui aktivitas siswa di sekolah.

Nasution (2009:6) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa adalah :

  • Bahan atau materi yang dipelajari

Bahan yang akan dipelajari ikut menentukan bagaimana proses belajar mengajar terjadi dan bagaimana hasil yang diharapkan. Hal ini dikarenakan bahan merupakan bagian dari materi-materi yang harus sesuai dan cocok dengan tujuan yang dicapai dalam kegiatan pembelajaran itu. Terkadang kegagalan dalam mencapai tujuan sering disebabkan bahan dan perlengkapan tidak memiliki atau persyratan belajar tidak diadakan, sehingga dapat menghambat siswa untuk bersikap lebih kreatif.

  • Faktor instrument

merupakan sarana dan prasarana yang mendukung keberhasilan belajar siswa. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana tersebut akan menjadi pelengkap untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan dirancang. Faktor ini dapat terwujud jika kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik, alat-alat pratikum merupakam sarana tersedia di sekolah. Sedangkan untuk siswa belajar di rumah mestinya terdapat meja belajar. Lampu penerang, buku-buku pelajaran, ruangan yang berudara segar dan lain-lain.

  • Faktor Individu

Faktor individu belajar juga memegang peranan penting dalam aktivitas belajar siswa di rumah maupun di sekolah. Kondisi individu dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu kondisi psikologis dan kondisi psikologi”. Kondisi psikologis merupakan kondisi yang dimiliki oleh siswa atau dirasakan oleh orang yang bersangkutan, sedangkan kondisi psikologi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejiwaan seseorang siswa.

Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan” hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar Dimyati (dalam Mudjiono, 2009:59)”. Menurut Slameto (2008:24) hasil belajar adalah “ seluruh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai pengalamannnya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya sendiri”.

Dengan demikian hasil belajar adalah seluruh perubahan tingkah laku setelah melakukan proses belajar yaitu latihan dan pengalaman. Perubahan itu terbentuk dari perubahan ilmu pengetahuan, kebiasaan, keterampilan, dan aspirasi dalam hal sikap dan nilai. Hasil belajar siswa terjadi terutama berkat adanya evaluasi dari guru. Sedangkan belajar merupakan hal yang komplek yang terjadi pada diri seseorang sepanjang hidupnya. “Pencapaian tujuan pembelajaran yang berupa prestasi belajar merupakan hasil dari kegiatan belajar mengajar (Arikunto, 2009:24).

Keberhasilan belajar yang dimaksud disini ialah tercapainya tujuan pembelajaran khusus dari materi yang telah dipelajari selama pembelajaran, untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran itu tercapai atau tidak ialah dengan menggunakan tes formatif. Tes Formatif dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa selama proses belajar berlangsung untuk memberikan balikan bagi penyempurnaan program pelajaran serta untuk mengetahui segala kelemahan yang memerlukan perbaikan sehingga belajar menjadi lebih baik.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar. “Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar di sebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil yaitu berasal dari dalam diri orang yang belajar dan ada pula dari luar dirinya menurut Dalyono (2009:55)  faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu:

  1. Faktor yang berasal dari dalam diri (Internal) yaitu :
  2. Faktor kesehatan
  3. Faktor Inteligansi dan Bakat
  4. Minat dan Motivasi
  5. Cacat Belajar
  6. Faktor yang berasal dari luar diri (Eksternal)
  7. Keluarga
  8. Sekolah
  9. Masyarakat
  10. Lingkungan

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, dkk. 2005. Pokoknya Menulis: Cara Baru Menulis dengan Metode Kolaborasi. Bandung: Kiblat Buku.

Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Atmowiloto, Arswendo, 2004. Mengarang Novel Itu Gampang. Jakarta: Gramedia.

Henry Guntur Tarigan, 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Moedjiono. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud.

Nasution, 2008. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, 2002. Metode Penelitian. Bandung: Rineka Cipta.

Nurhadi. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Oemar, Hamalik. 2009. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Roekhan. 2001. Menulis Kreatif. Dasar-dasar dan Petunjuk Penerapannya: Malang. Yayasan Asih Asah Asuh.

Sa’ud, 2009. Pembelajaran: Jakarta: Erlangga.

Sadiman, Arief. dkk.2006. Media Pendidikan: Pengertian, Pembangunan, dan Pemanfaatanya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sagala, Morgan. 2009 . Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru.

Sardiman, 2009. Metode Pembelajaran. Yogyakarta : KTSP

Slameto, 2008. Belajar dan Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Sudiarti, Vero dkk. 2005. Menjadi Penulis .Yogyakarta : Pustaka Widyamata.

Widyamartaya, A. 2002. Seni Menuangkan Gagasan. Yogyakarta: Kanisius.

Wiyanto,  Asul. 2005.  Kesastraan  Sekolah  Penunjang  Pembelajaran  Bahasa Indonesia SMP dan SMA. Jakarta: Grasindo.

Satu pemikiran pada “BELAJAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.