Kompensasi

Menurut Wibowo (2009) kompensasi merupakan kontra prestasi terhadap penggunaan tenaga atau jasa yang telah diberikan oleh tenaga kerja. Kompensasi merupakan jumlah paket yang ditawarkan organisasi kepada tenaga kerja sebagai imbalan atas penggunaan tenaga kerjanya. Werther dan Davis dalam (Wibowo, 2009) mendefinisikan kompensasi sebagai apa yang diterima pekerja sebagai tukaran atas kotribusinya kepada organisasi.

Kompensasi adalah seluruh imbalan yang diterima karyawan atas hasil kerja karyawan tersebut pada organisasi. Kompensasi bisa berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan kepada karyawan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikannya kepada organisasi / perusahaan tempat ia bekerja (Syaifullah, 2005).

Di dalam kompensasi terdapat sistem insentif yang menghubungkan kompensasi dengan kinerja. Dengan kompensasi kepada pekerja diberikan penghargaan berdasarkan kinerja dan bukan berdasarkan senioritas atau jumlah jam kerja (Werther dan Davis dalam Wibowo, 2009).  Dilihat dari cara pemberianya, kompensasi dapat merupakan kompensasi langsung dan tidak langsung. Kompensasi langsung merupakan kompensasi manajemen seperti upah dan gaji atau pay for ferformance, seperti ghain sharing. Sementara itu kompensasi tidak langsung dapat berupa tunjangan atau jaminan keamanan dan kesehatan (Wibowo, 2009).

Pemberian kompensasi terjadi tanpa ada kaitan dengan adanya prestasi, seperti upah dan gaji. Upah adalah kompensasi dalam bentuk uang dibayarkan atas waktu yang telah dipergunakan, sedangkan gaji adalah kompensasi berbentuk uang atas pelepasan tanggung jawab atas pekerjaan. Upah digunakan untuk memberikan kompensasi kepada tenaga kerja yang kurang terampil, sedangkan untuk tenaga terampil biasanya digunakan pengertian gaji. Namun kompensasi dapat pula digunakan dalam bentuk insentif yang merupakan kontra prestasi di luar upah atau gaji, dan mempunyai hubungan dengan prestasi sehingga dinamakan pula sebagai pay for ferformance atau pembayaran atas prestasi (Wibowo, 2009).

Apabila upah dan gaji diberikan sebagai kontra prestasi atas kinerja standar pekerja, dalam insentif merupakan tambahan kompensasi  atas kinerja di atas standar yang telah ditentukan. Adanya insentif diharapkan menjadi faktor pendorong untuk meningkatkan prestasi kerja di atas standar. Di samping upah, gaji, dan insentif kepada pekerja dapat diberikan rangsangan  lain berupa penghargaan atau reward. Perbedaan insentif dan reward adalah insentif bersifat memberi motivasi agar pekerja lebih meningkatkan prestasinnya, pada reward pekerja lebih bersifat pasif, atas prestasi kerjanya, atasan memberikan penghargaan tambahan lain kepada pekerja. Bentuk kompensasi lain berupa tunjangan yang pada umumnya tidak dikaitkan dengan prestasi kerja.  Tunjangan lebih banyak dikaitkan dengan pemberian kesejahteraan dan penciptaan kondisi kerja sehingga pekerja menjadi lebih merasa nyaman merasa mendapat perhatian atasan (Wibowo, 2009).

Bagi mayoritas karyawan, uang masih tetap merupakan motivasi kuat atau bahkan paling kuat. Rencana-rencana insentif ini bermaksud untuk menghubungkan keinginan karyawan tersebut. Memperhatikan pengertian-pengertian di atas, maka dapatlah dikatakan bahwa insentif merupakan salah satu bentuk motivasi yang diberikan pimpinan perusahaan/instansi dalam upaya mendorong pegawai agar bekerja dengan semangat yang tinggi sehingga tercapai hasil kerja yang optimal sesuai dengan rencana yang telah ditentukan (Handoko, 2000).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.