Quality Of Work Life – Kualitas Kehidupan Kerja

Quality Of Work Life (QWL) telah dipandang sebagai suatu cara untuk meningkatkan produktivitas serta meningkatkan kinerja serta meningkatkan kualitas output melalui partisipasi serta keterlibatan pegawai dalam proses pengambilan keputusan. QWL mencakup aktivitas-aktivitas yang ada didalam organisasi yang dinyatakan dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi tertentu, sehingga pengaruh terhadap pengalaman pegawai dalam organisasi. Kondisi yang dimaksud adalah keamanan, keadilan, pilihan-pilihan perorangan, partisispasi dalam pengambilan keputusan, keamanan dan kesehatan, kesempatan untuk berkembang, pekerjaan-pekerjaan yang berarti, kemampuan mengendalikan waktu kerja dan tempat, perlindungan dari perlakuan tidak adil dan kesempatan untuk memuaskan kebutuhan sosial         (Pasmore dalam Sumarsono, 2004:214).

Kualitas Kehidupan Kerja yang bagus, dapat memotivasi pegawai untuk mengembangkan karir dalam suatu organisasi. Hubungan antara karir dan organisasi, dapat dilihat apakah organisasi itu tradisional atau modern. Dalam organisasi yang bersifat tradisional karir lebih ditentukan oleh organisasi. Tetapi dalam organisasi modern, karir lebih ditentukan oleh individu itu sendiri (Douglas, 1996).

Lee dan Yuditth dalam Sumarsono (2004:212) bahwa Quality Of Work Life (QWL) telah memberikan harapan terhadap kepuasan pekerja mengenai kebutuhan-kebutuhan personel melalui pengkayaan pengalaman dalam organisasi. Filosofi dasar dari konsep tersebut adalah peningkatan Kualitas Kehidupan Kerja berasal dari semua effort pada setiap level/ tingkatan organisasi untuk mendapatkan human dignity (sesuatu yang bernilai) dan growth (pertumbuhan).

Menurut Bernardin dan Russel (1993:520) yaitu tingkat individu-individu yang merasa puas atas kebutuhan-kebutuhan penting mereka–seperti kebutuhan untuk bebas-dimana mereka bekerja dalam suatu perusahaan. Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa kualitas kehidupan kerja ditentukan oleh bagaimana pekerja merasakan perannya dalam setiap organisasi. Peran disini diartikan sebagai bagian dari cara yang sistematis dimana pegawai berpartisipasi didalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut masalah sikap dan terkait dengan pekerjaan, kegiatan, dan organisasi mereka, sehingga peran tersebut mampu memberikan rasa tanggung jawab dan merasa memiliki (sense of belonging) terhadap setiap pekerjaan yang muncul dari kesepakatan dan keputusan bersama (Wheter dan Davis, 1996:502 dalam Mukaffi, 2009).

Kualitas kehidupan kerja berfokus pada pentingnya penghargaan kepada sumberdaya manusia di lingkungan kerja (Luthan, 1995). QWL merupakan filosofi manajemen yang bertujuan meningkatkan martabat pegawai, memperkenalkan perubahan budaya, memberikan kesempatan pertumbuhan dan pengembangan (Gibson, 2003).

Shermenhorn (1989:461) menjelaskan bahwa kualitas kehidupan kerja yang tinggi adalah yang menawarkan kepada pegawai hal-hal sebagai berikut: (1) gaji yang cukup dan adil untuk suatu pekerjaan; (2) kondisi kerja yang aman dan sehat; (3) kesempatan untuk belajar dan menggunakan keterampilan / keahlian yang baru; (4) bisa bertumbuh dan berkembang dalam karier; (5) integrasi sosial dalam organisasi; (6) perlindungan terhadap hak-hak pribadi; (7) adanya keseimbangan kerja dan tuntutan-tuntutan di luar pekerjaan; dan (8) kebanggaan atas kerja itu sendiri dan organisasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.