Komunikasi

Menurut Haffied Cangara (1996), Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakuakan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada giliranya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. Sedangkan menurut pendapat Effendy (2004), komunikasi adalah proses mengubah prilaku orang lain.

Dan menurut Keith Davis dalam buku Kariyoso (1996), Komunikasi adalah proses lewatnya informasi dan pengertian seseorang kepada orang lain. Jadi bila kita simpulkan menurut ahli komunikasi, maka komunikasi adalah penyampaian dari seseorang kepada orang lain, dengan menyertakan kode atau lambang, dan penyampaian itu sendiri melalui proses.

 Tipe – Tipe Komunikasi

Menurut Purwanto (1994), ada berbagai macam komunikasi, menurut jenisnya dapat dibagi

1. Pelaksanaan. Dalam pelaksanaan komunikasi dibagi lagi menjadi :

  • Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi antara bawahan dan atasan dalam lingkup pekerjaan yang secara hirarkis berbeda. (komunikasi ini terjadi dalam situasi pormal).
  • Komunikasi informal adalah komunikasi yang dalam pelaksanaannya tidak mengenal hirarki dan komunikasi informal tidak ada sangsinya.

2. Bentuknya. Menurut bentuknya ada 2 Yaitu :

  • Komunikasi verbal adalah komunikasi yang mempergunakan lambang, bahasa dalam penyampaian pesan kepada penerima. (Baik lisan maupun tulisan)
  • Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang mempergunakan lambang, bukan bahasa dapat berwujud gambar, isyarat dan lain-lain.

3. Umpan Balik. Berdasarkan proses umpan balik, komunikasi dibagi menjadi 2 yaitu :

  • Komunikasi satu arah maksudnya komunikator tidak memberi kesempatan kepada komunikan untuk meminta penjelasan, pembenaran dan lain-lain. (hanya menjamin penyampaian pesan)
  • Komunikasi dua arah mempunyai sistem umpan balik yang melekat. (Menjamin informasi jelas dan terbuka).

4. Persiapan Dalam Komunikasi. Sebelum menyampaikan program-programnya dalam memberikan penyuluhan kesehatan dimasyarakat, seseorang perawat sebelumnya sudah mempersiapkan diri tentang materi yang hendak disampaikan, persiapan tersebut, meliputi :

  1. Persiapan situasi dari penyuluhan itu sendiri.
  2. Seleksi dari materi atau bahan penyuluhan.
  3. Membuat atau menyusun materi yang sudah dipilih dengan sistematis.
  4. Melakukan latihan yang intensif sebelum memberikan penyuluhan.

Ruang Lingkup Komunikasi

Komunikasi dapat diadakan dalam bentuk :

  1. Suatu perintah, dalam hal ini komunikasi bagian daripada proses memimpin.
  2. Suatu permintaan.
  3. Suatu observasi, suatu usaha untuk mengambil suatu keputusan atau mungkin hanya suatu pernyataan dari satu sudut pandang.
  4. Sebagai informasi.
  5. Sebagai pelajaran, berhubungan dengan pelatihan atau sebagai bagian penyuluhan.

Macam- Macam Komunikasi

Ada 3 macam komunikasi menurut Kariyoso (1996) :

  • Komunikasi Searah. Disini komunikator mengirim pesannya melalui saluran atau media dan diterima oleh komunikan, sedangkan komunikan tersebut tidak memberikan umpan balik (Feed back).
  • Komunikasi dua arah atau timbal balik. Komunikator mengirim pesan (berita) diterima oleh komunikan setelah disimpulkan,  kemudian komunikan mengirimkan umpan balik kepada sumber berita atau komunikator.
  • Komunikasi berantai. Komunikan menerima pesan atau berita dari komunikator kemudian disalurkan kepada komunikan kedua, dari komunikan kedua disampaikan kepada komunikan ketiga, dan seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.