Konsep Teori Penyakit Gastroenteritis

1.Definisi Penyakit Gastroenteritis

Penyakit Gastroenteritis adalah radang dari lambung dan usus yang memberikan gejala klinis diare dengan atau tanpa disertai muntah-muntah dengan defikasi yang tidak normal, baik frekuensi maupun konsistensinya yang frekuensinya lebih dari 4 kali sehari ( Purnawan Junaidi,dkk, 1992 ). sedangkan menurut Susan Martin Jecker ,dkk, (1998), Penyakit Gastroenteritis adalah suatu indikasi yang ditandai oleh adanya muntah dan diare yang diakibatkan oleh infeksi, alergi, tidak toleransi terhadap makanan tertentu atau mencerna toksin. Penyakit Gastroenteritis adalah suatu bentuk peradangan yang ditandai dengan infiltrat-infiltrat eosinofil tetapi lesi-lesi oesofagus dan usus bagian distal dapat pula terjadi ( Nelson, 1993 ).  Sedangkan menurut Kapita Selekta Kedokteran penyakit Gastroenteritis adalah defikasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan tanpa darah dan lendir dalam tinja. Demikian juga menurut Kamus Keperawatan (1999 ), penyakit Gastroenteritis adalah inflamasi membran mukosa lambung dan usus halus. Serta menurut Soeparman dan Sarwono Padji (1990) penyakit Gastroenteritis adalah peradangan yang terjadi pada daerah usus yang menyebabkan bertambahnya ke enceran dan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari yang dapat menimbulkan dehidrasi.

Dari pengertian-pengertian diatas maka penulis menyimpulkan bahwa pengertian penyakit Gastroenteritis adalah radang pada lambung dan usus halus yang menimbulkan gejala buang air besar lebih dari 3 kali / hari dengan konsistensi encer dengan atau tanpa disertai muntah.

2.Etiologi

penyakit Gastroenteritis dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

  1. Faktor Infeksi
    1. Infeksi Enteral

Infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama penyakit penyakit Gastroenteritis pada anak, infeksi enteral meliputi :

  • Infeksi bakteri, vebrio, E colli, salmonella, shikella, Compylobacter dan lain-lain
  • Infeksi Virus : enterovirus ( Virus echo, coxsaclale, poliomyelitis, adenovirus, astrovirus dan sebagainya ).
  • Infeksi Farasit : Cacing ( ascaris, triechiuris, oxyuris, strongyloides ) frotozoa ( entromoeba histolytica, giardia lamblia, trichomonas hominis ) Jamur ( candida albicans )
  1. Infeksi Parental yaitu infeksi dibagian lain di luar alat pencernaan seperti OMA, Tonsiloparingitis, Bronchopneumonia, Enchepalitis dan sebagainya.
  1. Faktor Malabsorbsi ( gangguan penyerapan )
    1. Malabsorbsi Karbohidrat : disakrida ( Intoleransi laktosa, Maltosa dan Surosa ), monosakarida ( Intoleransi glukosa, fluktosa dan galaktosa ) pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering adalah intoleransi laktosa.
    2. Malabsorbsi lemak dan protein
  2. Faktor Makanan : makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
  3. Kekurangan gizi yaitu energi protein
  4. Imonodefesiensi
  5. Faktor Psikologi : rasa takut dan cemas ( jarang tapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar )
  6. Faktor-faktor lain yaitu kurangnya penyediaan air bersih, kurangnya fasilitas sanitasi lingkungan dan hygiene perorangan dan lain-lain.

3.Patofisiologi

Spesies bakteri masuk kedalam saluran pencernaan khususnya lambung dan usus, spesies tersebut menghasilkan esotoksin yang melakukan penetrasi mukosa usus kecil sehingga menimbulkan ulserasi mikroskopik dan menyebabkan terjadinya inflasi usus, karena usus mengalami peradangan maka absorbsi usus terganggu dan dapat menimbulkan sekresi berlebihan dari air dan elektrolit sehingga meningkatkan peristaltik lambung dan usus yang dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan, diare dan muntah, banyak cairan yang keluar melalui diare dan muntah, akan mengakibatkan tidak adekuatnya intake dan output sehingga keseimbangan cairan dan elektrolit terganggu serta akan kehilangan beberapa unsur lainnya seperti natrium, kalium, dan kalsium, karena banyaknya unsur-unsur yang hilang maka akan mengakibatkan kelemahan fisik dan pasien akan mengalami dehidrasi. Akibat kehilangan cairan ekstra seluler dan ketidakseimbangan asam basa dan mengarah pada asidosis metabolik dan pasien akan sampai pucat serta pernafasan cepat dan dalam.

4.Gejala dan jenis

Gejala dan jenis penyakit Gastroenteritis adalah :

  • Gastroenteritis Akut

Mula-mula anak menjadi cengeng, gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare, tinja makin cair mungkin mengandung darah dan atau lendir, warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu, anus dan sekitarnya lecet karena tinja menjadi asam. Akibat makin banyak asam lactat yang berasal dari lactosa yang tidak diabsorbsi oleh unsur selama diare.

Gejala muntah dapat terjadi sebelum dan sesudah diare dan dapat disebabkan karena lambung turut meradang atau akibat keseimbangan asam basa dan elektrolit bila sudah terjadi Asidosis Metabolik, pasien akan tampak pucat dengan pernapasan yang cepat dan dalam, Asidosis Metabolik terjadi karena kehilangan cairan serta penimbunan asam lactat.

  • Gastroenteritis Kronis

Diare yang dapat berlangsung lama hingga lebih dari  6  hari bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan dan bisa secara menetap atau berulang, kadang-kadang tinja bercampur darah, lendir dan berbuih, rasa sakit di perut, kembung dan terjadi ditensi dinding abdomen, mata cekung, turgor kulit buruk, tak ada air mata saat menangis, mukosa mulut kering, bising usus meningkat dan kadang-kadang disertai demam.

5.Pemeriksaan Penunjang

  • Urine.Pada urine perlu diperiksa warna, kepekatan, berat jenis, biasanya akan meningkat melebihi batas normal  1,025 dan kemungkinan adanya bakteri.
  • Penentuan kadar gula dalam tinja dengan tablet “ Clini test “ : normal tidak terdapat dalm tinja ( +  = 0,5%,  ++  =  0,75%, +++  =  1%, ++++  =  2% ).
  • Mikroskopik. Terdapat leukosit, entrosit, telur cacing, parasit, bakteri dan lain-lain.
  • Pemeriksaan Tinja
  • Makroskopik.Bentuk, warna, Kandungan seperti darah, lendir, pus, dan lemak. Bau tinja yang spesifik perlu diperhatikan misalnya bau anyir seperti telur busuk (disentri basiler), bau anyir seperti ikan  (disentri amebika), bau seperti minyak busuk (sindroma malabsorbsi).
  • Pemeriksaan PH tinja. PH tinja kurang dari  6  (enam), normal  PH  tinja 7 – 8
  • Darah
  1. LED :  Pada proses peradangan, terjadi peningkatan laju endap darah, Normal ( laki-laki  = 8 – 15 mm/jam, Perempuan = 5 – 10 mm/jam ).
  1. HB :  Pada malabsorbsi dan proses peradangan, terjadi penurunan HB. Normal (laki-laki  = 13-18 mg/dl, Perempuan = 12 – 16 mg/dl ).
  1. Leukosit :  Pada permulaan akan meningkat kemudian berangsur-angsur turun kembali hingga menjadi normal ( 4.000 – 10.000 / mm3 )

6.Cara Penularan

Penyakit Gastroenteritis adalah penyakit menular yang  sumber asalnya dari feaces, sedangkan lalat sebagai perantara/penyebar dari kuman tersebut. Penularannya melalui fecal-oral terutama makanan dan air minum yang terkontaminasi oleh feaces yang mengandung kuman dan kontak langsung tangan dan barang-barang yang tercemar dengan tinja. Buang air besar di sembarang tempat, makanan yang dihinggapi lalat.

8.Komplikasi

Akibat kehilangan cairan dan elektrolit, secara mendadak dapat terjadi berbagai komplikasi sebagai berikut :

  • Dehidrasi / kehilangan air dan elektrolit

Hal ini terjadi karena output lebih banyak dai input dan dapat menyebabkan dehidrasi tergantung pada persentase caian tubuh yang hilang juga dapat terjadi Asidosis Metabolic yang terjadi sebagai akibat hilangnya bikarbonat melalui tinja.

  • Hipoglikemia. Lebih sering terjadi pada anak yang sebelumnya mengalami malnutrisi, akibat hipoglikemia, cairan ekstra seluler masuk kedalam cairan intra seluler sehingga terjadi cedera yang mengakibatkan koma.
  • Gangguan sirkulasi darah. Bila kehilangan cairan ini, lebih dari 10%  dari berat badan penderita dapat jatuh kedalam keadaan presyok atau syok yang disebabkan oleh kekurangan cairan ekstra seluler.
  1. Hipokalemia
  2. Kejang, terjadi pada dehidrasi hipertonita
  3. Malnutrisi energi, protein (akibat muntah dan diare jangka lama atau kronik).

Menurut WHO 1998 dalam buku pedoman penatalaksanaan penyakit ISPA dan Gastroenteritis menyatakan bahwa berdasarkan banyaknya cairan yang hilang. Macam-macam dehidrasi yaitu :

  • Dehidrasi Ringan

Dengan gejala kesadaran compos mentis, rasa haus positif, nadi normal, respirasi normal, mata cekung, kehilangan BB 4,5% dan kehilangan ciran 40-59ml / kg BB.

  • Dehidrasi Sedang. Keadaan umum gelisah, rasa haus sering, nadi meningkat 90-110 kali/menit pada orang dewasa dan pada anak-anak 120-140 kali per menit, respirasi cepat, turgor anak jelek, mata cekung, kehilangan berat badan 6-9% dan kehilagan cairan 60-90% ml/ Kg BB.
  • Dehidrasi Berat. Kesadaran apatis/koma, rasa haus bisa ada atau tidak ad, nadi lebih dari 140 kali per menit, respirasi kusmaul, turgor jelek sekali mata cekung sekali, kehilangan berat badan > 9% dan kehilangan cairan 100-110%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.