Drainase Postural

Drainase postural adalah pemberian posisi terapeutik pada pasien untuk memungkinkan sekresi paru mengalir berdasarkan gravitasi kedalam Bronchus mayor dan trakea. Saat di drainase sekresi ini kemudian diencerkan. Posisi dimana pasien ditempatkan tergantung pada segmen paru mana yang terlibat. segmen yang di drainase di tempatkan setinggi mungkin dan Bronchus utama severtikal mungkin. Pasien harus di monitor dengan cermat pada saat posisi kepala dibawah terhadap adanya aspirasi, dispnea atau aritmia (Hudak dan Gallo, 1996).

Drainase postural menggunakan posisi spesifik yang memungkinkan gaya gravitasi untuk membantu dalam membuang sekresi bronkial. Sekresi mengalir dari bronkiolus yang terkena ke dalam bronki dan trakea dan membuangnya dengan membatukkan atau pengisapan. Drainase postural digunakan untuk menghilangkan atau mencegah obstruksi bronkial yang disebabkan oleh akumulasi sekresi.

Karena pasien biasanya duduk dalam posisi duduk tegak, sekresi sepertinya akan menumpuk pada bagian yang lebih rendah dari paru-paru. Jika drainase postural digunakan, pasien dibaringkan secara bergantian dalam posisi yang berbeda,, sehingga gaya gravitasi membantu untuk mengalirkan sekresi dari jalan napas bronkial yang lebih kecil ke bronki yang besar dan trakea. Sekresi kemudian dibuang dengan membatukkan. Dengan meminta pasien menghirup agens mukolitik dan bronkodilator yang diresepkan sebelum drainase postural membantu dalam mengalirkan percabangan bronkial.

Latihan drainase postural dapat diarahkan pada semua segmen paru. Bronki lobus yang lebih rendah dan lobus tengah mengalir lebih efektif jika kepala lebih rendah; bronki lobus yang atas mengalir lebih efektif bila kepala tega. Seringnya, pasien dibaringkan dalam lima posisi, satu posisi untuk mendrainase setiap lobus: kepala lebih rendah pronasi, laterall kanan dan kiri, dan duduk tegak.

Intervensi Keperawatan. Perawat harus waspada tentang diagnosis pasien juga lobus-lobus paru pasien yang sakit, status jantung, dan setiap deformitas struktural dinding dada dan tulang belakang. Mengauskultasi dada sebelum dan setelah prosedur membantu mengidentifikasi area yang membutuhkan drainase dan keefektifan tindakan, dengan demikian memberikan umpan balik langsung tentang keefektifan tindakan.

Drainase postural biasanya dilakukan 2 sampai empat kali sehari, sebelum makan (untuk mencegah mual, muntah dan aspirasi), dan saat waktu menjelang tidur. Jika diresepkan, bronkodilator, air, atau salin dapat dinebulisasikan dan dihirup sebelum drainase postural untuk mendilatasi bronkiolus, mengurangi bronkospasme,, menurunkan kekentalan lendir dan sputum, dan mengatasi edema dinding bronkial.

Pasien dibuat senyaman mungkin pada setiap posisi, dan basin emesis, cangkir sputum, serta kertas tisu disiapkan. Pasien diinstruksikan untuk tenang dalam setiap posisi selama 10 menit sampai 15 menit dan untuk menghirup dengan lambat melalui hidung dan kemudian menghembuskan napas dengan perlahan dengan bibir yang dirapatkan untuk membantu mempertahankan jalan napas terbuka sehingga sekresi dapat dialirkan ketika dalam  berbagai posisi. Jika posisi tidak dapat ditoleransi, pasien dibantu untuk mengambil posisi yang dimodifikasi (Brunner dan Suddarth, 2001).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.