Pola Tidur

Tidur didefenisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar, dimana orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya (Guyton and Hall, 1996).

Tidur memberikan kesempatan pada otot-otot untuk beristirahat. Tidur dapat diartikan suatu keadaan tak sadarkan diri yang relatif. Para ilmuwan mengetahui bahwa tidur berlawanan dengan anggapan kebanyakan orang awam, bukanlah merupakan suatu keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan melainkan lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang. Masing-masing siklus menyatakan fase kegiatan badaniah serta otak yang berbeda-beda.

Fungsi tidur ada 2 yaitu : 1) Protective adalah pelindung, menghindarkan pengaruh yang kurang baik, 2) Restorative adalah bersifat memulihkan kesehatan atau kesadaran (Kozier, B dan Oliveri, R, 1995). Jadi kondisi tidur merupakan kondisi yang diupayakan dalam memulihkan ataupun restorative terhadap gangguan sakit.

Penelitian menggambarkan ada 2 tahap irama dari tidur :

  1. Tidur NREM : Non Rapid Eye Movement

Tidur NREM terdiri dari 4 tahap, yaitu :

  • Tahap I dan II : light sleep
  • Tahap III dan IV : deep sleep (delta sleep)

Tahap I       :  –  Tahap transisi antara bangun dan tidur

                      –  Relax, masih sadar dengan lingkungan

                      –  Mudah terbangun

                      –  Jantung dan pernafasan melambat

                      –  Normal tahap ini berakhir hanya beberapa menit.

                      –  5% dari total tidur

Tahap II     :  –  Individu jatuh pada tahap tidur

                      –  Mudah dibangunkan

                      –  Jantung dan pernafasan semakin melambat

                      –  50-55% dari tidur

Tahap III    :  –  Tidur dalam

                      –  Agak sulit untuk dibangunkan

                      –  Otot-otot melemas

                      – 10% dari tidur

Tahap IV    :  –  Tidur semakin dalam : delta sleep

                      –  Sulit dibangunkan

                      –  Perubahan fisiologis  :  –  Gelombang otak lemah

                                                               –  Nadi dan pernafasan menurun

                                                               –  Tekanan darah menurun

                                                               –  Temperatur tubuh menurun

                      –  10% dari tidur

  1. Tidur REM
    • Lebih sulit dibangunkan dibanding dengan tidur NREM
    • Pada dewasa normal REM : 20%-25% dari tidur malam
    • Jika individu terbangun pada tidur REM, maka biasanya terjadi mimpi
    • Tidur REM penting untuk keseimbangan mental-emosi dan berperan dalam belajar, memori dan adaptasi

siklus pola tidur

Pola tidur adalah ritme biologis, yang paling kompleks. Sehingga bila irama fisik dan psikologis meningkat/lebih aktif maka individu akan terbangun dan bilamana rendah individu akan tertidur (Kozier, B dan Oliveri, R, 1995).

Faktor-faktor yang mempengaruhi pola tidur antara lain : 1) Sakit antara lain Infeksi saluran nafas atas dan Ulkus saluran cerna, 2) Lingkungan, misalnya : lingkungan yang baru, 3) Gaya hidup, misalnya : jam kerja, shift, 4) Stres psikologis : mempengaruhi REM, 5) Obat-obatan, 6) Miras, 7) Diit. Banyak faktor yang mempengaruhi pola tidur tapi pada penelitian ini peneliti hanya menyoroti dua hal penting, pertama : kegiatan fisik aktivitas dan latihan mempengaruhi tidur dengan meningkatkan kelelahan dan relaksasi diikuti oleh tidur. Kedua : penyakit dihubungkan dengan pola tidur seseorang. Pola tidur dapat berupa sulit memulai tidur, mudah dan sering terbangun serta jumlah tidur yang berkurang. Gangguan tidur adalah suatu perubahan dari keadaan tidur yang dibukukan dari biasanya. Gangguan penyakit dapat mengganggu pola tidur, keyakinan akan penyakit yang diderita akan lebih mendekati bila tidak merasa segar saat bangun tidur dan perubahan waktu tidur.

Tidur dikatakan nyenyak bila seluruh organ tubuh dalam keadaan relaksasi tanpa disertai adanya stressor secara emosional maupun fisik (Maslow dalam Sjamsuddin, 1995). Lebih lanjut Guyton and Hall (1996), bahwa selama tidur seluruh aktivitas organ tubuh akan berkurang dan aktivitas sel akan meningkat dengan peningkatan sel-sel baru.

 Macam-macam gangguan pola tidur : 1) Insomnia (sulit tidur), 2) Hipersomnia (kebanyakan tidur), 3) Narkolepsi (mudah tidur dalam kondisi apapun),  4) Sleep apneu (berhenti bernafas saat tertidur), 5) Parasomnia (tidur jalan, tidur ngomong).

Kriteria hasil yang diharapkan (Kozier, B dan Oliveri, R, 1995) :

  • 30 menit setelah berbaring ®
  • 6 jam tanpa terbangun.
  • Max 2 kali terbangun, 15 menit kemudian tertidur lagi.
  • Segar bangun pagi
  • Dapat melaksanakan teknik relaksasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.