Keperawatan

Pengertian

    Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang bersifat profesional dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia (Biologis, Psikologis, Sosial dan Spritual) yang dapat ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat dalam rentang sehat sakit (Hidayat, 2006).

Peran, Fungsi dan Tugas Perawat

         Peran, Fungsi, dan tugas perawat sebagai berikut: (Hidayat, 2006).

  1. Peran
  • Peran sebagai pemberi Asuhan Keperawatan.

     Peran sebagai pemberi Asuhan Keperawatan ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia, kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya. Pemberian Asuhan Keperawatan ini dilakukan dari yang sederhana sampai dengan kompleks.

  • Peran sebagai advokat klien.

     Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan berbagai informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien juga dapat berperan mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi hak atas pelayanan sebaik-baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi, hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian.

  • Peran sebagai Edukator.

     Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku daru klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan.

  • Peran sebagai Koordinator.

     Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien.

  • Peran sebagai Kolaboratif.

     Peran perawat disini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter,fisioterafis, ahli gizi dan lain-lain dengan berupaya mengindentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya.

  • Peran sebagai Konsultan.

     Peran disini adalah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan.

  • Peran sebagai Pembaharu.

     Peran sebagai pembaharu dapat dilakukan dengan mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis dan terara sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan.

  1. Fungsi

     Fungsi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan perannya. Fungsi tersebut dapat berubah disesuaikan dengan keadaan yang ada. Dalam menjalankan perannya, perawat akan melaksanakan berbagai fungsi diantaranya: fungsi independen fungsi dependen dan fungsi interpenden.

  • Fungsi Independen

     Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenassi, pemenuhan, kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.

  • Fungsi Dependen

     Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dariperawat primer ke perawat pelaksana.

  • Fungsi Interdependen

     Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling ketergantungan dia antara tim satu dengan lainnya. Fungsi ini dapat terjadi apabila bentuk pelayanan membutuhkan kerja sama tim dalam pemberi pelayanan seperti dalam memberikan Asuhan Keperawatan pada penderita yang mempunyai penyakit kompleks. Keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun lainnya, seperti dokter dalam memberikan tindakan pengobatan bekerja sama dengan perawat dalam pemantauan reaksi obat yang telah diberikan.

  1. Tugas

     Tugas perawat dalam menjalankan perannya sebagai pemberi Asuhan Keperawatan ini dapat dilaksanakan sesuai dengan tahapan dalam proses keperawatan. Tugas perawat ini disepakati dalam lokakarya tahun 1983 yang berdasarkan fungsi perawat dalam memberikan Asuhan Keperawatan adalah sebagai berikut:

  • Mengumpulkan data.
  • Mengalisis dan mengitrepetasikan data.
  • Mengembangkan rencana tindakan keperawatan.
  • Menggunakan dan menerapakan konsep-konsep dari prinsip-prinsip ilmu prilaku, sosial budaya, ilmu biomedik dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia.
  • Menentukan kriteria yang dapat diukur dalam menilai rencana keperawatan.
  • Menilai tingkat pencapaian tujuan.
  • Mengindentifikasi perubahan-perubahan yang diperlukan.
  • Mengevaluasi data permasalahan keperawatan.
  • Mencatat data dalam proses keperawatan.
  • Menggunakan catatan klien untuk memonitor kualitas Asuhan Keperawatan.
  • Mengindentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan.
  • Membuat rencana pentuluhan kesehatan.
  • Melaksanakan penyuluhan kesehatan.
  • Mengevaluasi hasil penyuluhan kesehatan.
  • Berperan serta dalam pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
  • Menciptakan komunikasi yang efektif baik dengan tim keperawatan maupun tim kesehatan lain.
  • Menerapkan keterampilan manajemen dalam keperawatan klien secara menyeluruh.

Lingkup Dan Wewenang Praktek Keperawatan

     Lingkup dan wewenang praktek keperawatan ini diatur pada izin praktek keperawatan yang berdasarkan peran dan fungsi perawat dalam melaksanakan tugas, serta dalam memberikan tindakan berdasarkan standar Asuhan Keperawatan yang dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas di antaranya: (Hidayat, 2006).

  • Standar 1: Falsafah Keperawatan

     Dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan perawat berkeyakinan bahwa:

  1. Manusia adalah individu yang memiliki kebutuhan biopsikososial dan spritual yang unik. Kebutuhan ini harus selalu dipertimbangkan dalam setiap pemberian Asuhan Keperawatan.
  2. Keperawatan adalah bantuan bagi umat manusia yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal kepada semua yang membutuhkan dengan tidak membedakan bangsa, suku agama, kepercayaan dan statusnya, di setiap tempat pelayanan kesehatan.
  3. Tujuan Asuhan Keperawatan dapat dicapai melalui usaha bersama dari semua anggota tim kesehatan dan pasien atau keluarga.
  4. Dalam memberikan Asuhan Keperawatan perawat menggunakan proses keperawatan dengan lima tahapan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien atau keluarga.
  5. Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat, memiliki wewenang melakukan Asuhan Keperawatan secara utuh berdasarkan standar Asuhan Keperawatan.
  6. Pendidikan keperawatan berkelanjutan harus dilaksanakan secara terus menerus untuk pertumbuhan dan perkembangan staf dalam pelayanan keperawatan.
  • Standar 2: Tujuan Asuhan Keperawatan
  1. Memberi bantuan yang paripurna dan efektif pada semua orang yang memerlukan pelayanan kesehatan, sesuai dengan sistem kesehatan nasional.
  2. Menjamin bahwa semua bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasien dan mengurangi atau menghilangkan kesenjangan.
  3. Mengembangkan standar Asuhan Keperawatan yang ada.
  4. Memberi kesempatan kepada semua tenaga perawatan untuk mengembangkan tingkat kemampuan profesionalnya.
  5. Memelihara hubungan kerja yang efektif dengan semua anggota tim kesehatan.
  6. Melibatkan pasien dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan.
  7. Menciptakan iklim yang menunjang proses belajar mengajar dalam kegiatan pendidikan bagi perkembangan tenaga keperawatan.
  8. Menunjang program pendidikan berkelanjutan bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi tenaga keperawatan.
  • Standar 3: Pengkajian Keperawatan
  1. Pengumpulan data dengan kriteria kelengkapan data, sistematis, menggunakan format, aktual dan valid.
  2. Pengempokan data dengan kriteria data biologis, psikologis, sosial dan spritual.
  3. Perumusan masalah dengan kriteria kesenjangan antara status kesehatan dengan norma dan pola fungsi kehidupan.
  • Standar 4: Diagnosis Keperawatan
  1. Status kesehatan dibandingkan dengan norma untuk menentukan kesenjangan.
  2. Diagnosis keperawatan dihubungkan dengan penyebab kesenjangan dan pemenuhan kebutuhan pasien.
  3. Diagnosis keperawatan dibuat dengan wewenang perawat.
  4. Komponen diagnosis keperawatan terdiri dari masalah, penyebab, gejala atau tanda (PES) atau terdiri dari masalah dan penyebab (PE).
  5. Diagnosis keperawatan aktual untuk perumusan status kesehatan pasien yang sudah nyata terjadi.
  6. Diagnosis keperawatan potensial untuk perumusan masalah status kesehatan pasien yang kemungkinan besar akan terjadi, apabila tidak dilakukan upaya pencegahan.
  • Standar 5: Perencanaan Keperawatan
  1. Prioritas masalah dengan kriteria masalah yang mengancam kehidupan yang merupakan prioritas pertama, masalah-masalah yang mengancam kesehatan seseorang adalah prioritas kedua, masalah-masalah yang mempengaruhi perilaku merupakan prioritas yang ketiga.
  2. Tujuan Asuhan Keperawatan dengan kriteria tujuan dirumuskan secara singkat dan jelas, disusun berdasarkan diagnosis keperawatan, sfesifik pada diagnosis keperawatan, dapat diukur, realistik atau dapat dicapai, menggunakan komponen yang terdiri subjek, perilaku pasien, kondisi pasien dan kriteria tujuan.
  3. Rencana tindakan dengan kriteria disusun berdasarkan tujuan Asuhan Keperawatan merupakan alternatif tindakan secara tepat, melibatkan pasien atau keluarga, mempertimbangkan latar belakang budaya pasien atau keluarga, mempertimbangkan kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku, menjamin rasa aman dan nyaman bagi pasien, disusun dengan mempertimbangkan lingkungan, sumber daya dan fasilitas yang ada, harus berupa kalimat instruksi, ringkas, tegas, dan penulisan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, menggunakan formulir yang baku.
  • Standar 6: Intervensi keperawatan
  • Memenuhi kebutuhan spiritual:
    • Membantu pasien beribadah dengan kriteria membantu menyiapkan alat ibadah, membantu pasien melaksanakan ibadah, membantu pasien menghubungi pemuka agama, medampingi pasien saat mendapatkan bimbingan spritual.
    • Memberi pelayanan mental spritual kepada pasien yang gawat atau terminal dengan kriteria menyiapkan lingkungan, membantu menyiapkan alat-alat ibadah, membantu melaksanakan ibadah, membantu menghubungi pemuka agama, mendampingi pasien saat mendapatkan bimbingan spiritual, menunjukkan sikap empati, simpati dan mencatat dan menyampaikan pesan pasien kepada keluarga atau yang lainnya.
    • Memberi pelayanan mental spiritual kepada pasien yang menghadapi sakaratul maut dengan menyiapkan lingkungan, memberikan kesempatan keluarga berdoa, menunjukkan sikap empati dan simpati, melakukan observasi tiap 15 menit dan memberi kesempatan keluarga mendampingi pasien.
    • Merawat jenazah kriteria menyiapkan lingkungan, memberikan jenazah dari bekas pelaksanaan tindakan, memandikan jenazah, menutup seluruh lubang tubuh dengan kapas lembab dan meyerahkan barang milik pasien kepada keluarga secara tertulis.
  • Memenuhi kebutuhan gerak dan kesehatan jasmani:
    • Mengatur posisi baring pasien antara lain posisi fowler, trendelenburg, SIM, dorsal recumbent, lithotomi, genu pecttoral.
    • Melaksanakan mobilisasi dini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien dengan kriteria melatih pasien mengangkat tangan dan kaki, mengganti gerak pasif dengan mengangkat dan menekuk tangan atau kaki secara berulang,melakukan observasi.
    • Melaksanakan ambulasi dini dengan kriteria melatih pasien memenuhi kebutuhannya sendiri, melatih pasien duduk, turun dari tempat tidur, berdiri dan berjalan secara bertahap, melatih pasien menggunakan alat bantu, motivasi pasien menggunakan alat bantu, motivasi pasien untuk latihan gerak dan observasi pasien.
    • Mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi pada pasien tirah baring lama dengan kriteria memotivasi pasien untuk latihan gerak, mengatur posisi baring secara bergantian, memelihara pakaian pasien dan alat tenun dan tetap bersih dan kering.
  • Memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur, membantu pasien untuk istirahat dan tidur dengan kriteria mengatur posisi yang tepat, mengatur ventilasi dan pencahayaan, mencegah kebisingan suara, memperhatikan kebersihan lingkungan, mengatur pelaksanaan pengobatan atau tindakan keperawatan, mengatur kunjungan dokter, mencegah tamu di luar jam kunjungan dan melakukan observasi pasien.
  • Memenuhi kebutuhan kebersihan dan kenyamanan fisik:
    • Memandikan pasien dengan kriteria kelengkapan alat, menyiapkan lingkungan, menyiapkan pasien, memandikan pasien secara sistematis, melakukan observasi.
    • Mengganti pakaian pasien dengan kriteria kelengkapan pakaian, mengganti pakaian sesuai dengan kondisi dengan membuka pakaian dimulai dari bagian tangan, kaki yang sehat, mengenakan pakaian dimulai dari bagian tangan, kaki yang sakit dan melakukan observasi.
    • Memelihara kebersihan mulut dengan menyikat gigi, membersihkan mulut dan memelihara gigi palsu.
    • Mengganti alat tenun tempat tidur tanpa memindahkan pasien dengan kriteria kelengkapan alat, mengganti alat tenun sesuai dengan kondisi dan observasi respons pasien.
    • Mencuci rambut dengan kriteria kelengkapan alat, menyiapkan lingkungan, menutup telinga dan mata pasien, mengeringkan dan menyisir rambut dan melakukan observasi pasien.
    • Menyisir rambut dengan kriteria kelengkapan alat, menyisir rambut yang panjang dimulai dari ujung dan melakukan observasi.
    • Memotong kuku dengan kriteria kelengkapan alat, merendam jari tangan dan kaki dalam air hangat, memotong kuku dengan alat pemotong kuku sesuai dengan lingkungan anatomis dan observasi pasien.
  • Memenuhi kebutuhan keamanan:
    • Menjaga keselamatan pasien yang gelisah di tempat tidur dengan kriteria kelengkapan alat sesuai dengan umur dan kondisi pasien, memasang alat pengaman dan pasien tetap merasa nyaman dan aman dan observasi pasien.
    • Mencegah infeksi nesokomial dengan kriteria melaksanakan teknik aseptik dan antiseptik, menjaga kebersihan dari kesehatan lingkungan.
    • Menjaga keselamatan pasien yang di bawah dengan blancar atau rolistoel dengan kelengkapan alat, mendorong blancar atau rolistoel dengan hati-hati, observasi respons pasien.
    • Mencegah kecelakaan pada alat listrik dengan kriteria kelengkapan alat, memeriksa voltage listrik setempat, menggunakan alat secara tepat dan benar dan observasi pasien.
    • Mencegah kecelakaan pada penggunaan alat yang mudah meledak dengan kriteria kelengkapan dan kondisi alat, menggunakan alat secara tepat dan benar, memahami petunjuk kegunaan alat, menyimpan alat ditempat yang aman.
    • Mencegah kekeliruan pemberian obat dengan kriteria tulisan dan kode pada label atau etiket harus jelas, warna tulisan tidak mudah berubah, lebel atau etiket dipasang pada tempat yang mudah dibaca, memasang label atau etiket pada tempat obat, meletakkan obat pada tempat yang ditentukan.
    • Mencegah bayi tertukar dengan kriteria memberi identitas pada bayi dan ibunya, tulisan identitas harus jelas, mengambil sidik sidik jari kaki kanan dan kiri bayi, melakukan cross cehk identitas bayi dilakukan oleh dua orang perawat sebelum menyerahkan bayi kepada orang tua atau keluarga.
    • Menyerahkan bayi kepada orang atau keluarga secara resmi (mengisi format buku yang ditandatangani oleh kedua belah pihak).
    • Mencegah kecelakaan akibat faktor lingkungan dengan kriteria memelihara lantai tetap bersih dan kering, menyediahkan tempat sampah, menyediahkan kaset kaki, mengatur penerangan.
  • Memenuhi kebutuhan eliminasi
    • Membentu memperlancar buang air kecil, dengan kriteria memeriksa keadaan kandung kencing, melatih untuk buang air kecil, memenuhi kebutuhan cairan yang cukup dan melakukan observasi keinginan buang air kecil.
    • Membantu buang air kecil dan buang air besar dengan kriteria menyiapkan lingkungan kelengkapan alat yang bersih dan kering, memasang pispot atau urinal sehingga pasien merasa nyaman, mencatat kelainan urine atau faces dan melakukan observasi.
    • Melakukan kateterisasi dengan kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat kateterisasi steril, ukuran kateter sesuai umur, mengatur posisi dorsal recumbent, melakukan desinfeksi pada meatus, mengoleskan pelumas steril pada ujung kateter, memasukkan kateter dengan hati-hati, mencatat jumlah serta kelainan urine dan melakukan observasi.
    • Memasang kateter menetap dengan kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat dan douwer kateter steril, ukuran douwer kateter sesuai dengan umur, mengatur posisi dorsal recumbent, melakukan disenfeksi pada meatus, mengoleskan pelumas steril pada ujung kateter, memasukkan kateter dengan hati-hati, melakukukan fiksasi kateter, memasang urine bag, membersihkan daerah genital secara teratur pagi, sore dan malam, melakukan observasi pasien, tanda-tanda infeksi, jumlah, kelainan dan kelancaran aliran urine.
    • Memberikan huknah rendah dengan kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat, ukuran canule recti sesuai dengan umur, suhu cairan sesuai dengan suhu tubuh normal, mengatur posisi sim miring ke kiri, memoleskan pemulas pada ujung canule, mengeluarkan udara dari selang, tinggi irigator 30 cm dari tubuh pasien, melakukan observasi pasien dan mencatat hasil h
    • Memberikan huknah tinggi dengan kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat, ukuran canule sesuai dengan umur, suhu cairan sesuai dengan suhu tubuh normal, mengatur posisi sim miring ke kanan, mengoleskan pelumas pada ujung canule, mengeluarkan udara dari selang, tinggi irigator 50 cm dari tubuh pasien, melakukan observasi dan mencatat hasil huknah.
    • Memberikan glyserin dengan spuit dengan kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat, suhu glyserin sesuai dengan suhu tubuh normal, mengatur posisi sim, mengolskan pelumas pada ujung canule, mengeluarkan udara dari glyserin spuit, memasukkan canule, ke dalam ractum dengan hati-hati, melakukan observasi pasien, dan mencatat hasil pemberian glyserin.
    • Mengganti kantong kolostomi dengan kriteria menyiapkan lingkungan, kelengkapan alat, ukuran kantong kolostomi sesuai dengan umur, menilai fungsi anus preter pada saat mengganti kantong kolostomi, mengoleskan salep pada daerah sekitar anus preter, melakukan observasi dan mencatat kelainan feces.
    • Memberikan obat pencahar paroral dengan kriteria kelengkapanan alat dan obat pencahar, menunggu sampai obat ditelan dan observasi respons pasien.
    • Memberikan obat pencahar perectal dengan kriteria kelengkapan alat dan obat menyiapkan lingkungan, mengatur posisi sim dan melakukan observasi pasien.
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi, keseimbangan cairan dan elektrolit:
    • Memberikan makan peroral dengan kriteria menyiapkan lingkungan, memeriksa ulang, mengatur posisi pasien, membantu pasien sesuai dengan kondisinya, melakukan observasinafsu makan dan mencatat porsi makan yang dihabiskan.
    • Memberi minum peroral dengan kriteria memeriksa ulang jumlah dan jenis minuman, membantu pasien minum, melakukan observasi respons pasien dan mencatat jumlah cairan yang diminum.
    • Memberi makan dengan melalui naso gastric tube dengan kriteria menyiapkan NGT dengan ukuran yang tepat, memeriksa ulang diet, mengatur posisi, mengukur NGT yang akan dimasukkan, melakukan tes ketepatan masuknya NGT dan difiksasi, memasukkan makanan melalui corong secara pelan dan hati-hati dan melakukan observasi.
    • Melaksanakan therapi parenteral dengan memberi cairan melalui infus dengan kriteria melengkapi alat dan infus set sesuai dengan umur dan kondisi, memeriksa jenis cairan, mengatur posisi, mendesinfektan kulit pada lokasi pemasangan infus, membebaskan selang infus dari udara, memeriksa ketepatan masuknya jarum dalam vena dan difiksasi memasang kasa steril di bawah dan di atas jarum, mengatur tetesan cairan sesuai dengan program pengobatan, melakukan observasi dan mencatat pemasukan.
    • Melaksanakan terapi parenteral dengan tranfusi darah dengan kriteria mengindentifikasi golongan darah pasien, kelengkapan alat tranfusi darah sesuai dengan umur dan kondisi, kros cek golongan darah, meneliti keadaan darah, kros cek kembali label darah dan formulir permintaan darah, mengatur posisi, suhu darah disesuaikan dengan suhu normal, mendesinfeksi kulit daerah yang akan ditusuk, membebaskan selang tranfusi dari udara, memeriksa ketepatan masuknya jarum dan difiksasi, memasang kasa steril di bawah dan di atas jarum, mengatur tetesan sesuai dengan program pengobatan, melaksanakan observasi dan mencatat jumlah darah yang masuk.
    • Menimbang berat badan dengan kriteria menyiapkan timbangan berat badan sesuai dengan umur pasien, menyiapkan pasien dan menjamin keamanan bayi dan anak pada saat ditimbang.
    • Pengumpulan urine selama 24 jam dengan kriteria kelengkapan alat penampung urine, memasang etiket pada penampungan urine dan mencatat jumlah urine dalam 24 jam.
  • Memenuhi kebutuhan oksigen di antaranya:
    • Memberikan oksigen, dengan kriteria menyiapkan lingkungan bebas asap rokok dan membatasi pengunjung, menyiapkan pasien, kelengkapan alat, penggunaan alat secara tepat dan benar, dosis sesuai dengan program pengobatan, cara pemberian tepat guna, pemberian masker oksigen pada bayi matanya ditutup dengan kasa lembab dan observasi tanda vital selama pemberian oksigen.
    • Menyiapkan pasien praoperasi tracheostomi dengan kriteria memberi formulir persetujuan operasi kepada pasien atau keluarga diisi dan ditanda tangani, mencukur daerah yang akan dioperasi, memberi kompres desinfektan pada daerah yang akan dioperasi, memberikan obat sesuai dengan prgram pengobatan, mengganti pakaian pasien dengan pakaian khusus dan observasi tanda vital.
    • Menyiapkan pasien untuk pemasangan WSD (water seal drainage) dengan kriteria memberi formulir persetujuan operasi kepada pasien atau keluarga untuk diisi dan di tandatangani, mencukur daerah inter costae yang akan dipasang WSD, memberi obat sebelum pemasangan WSD sesuai dengan program pengobatan, mengganti pakaian pasien dengan pakaian khusus dan observasi tanda vital
    • Menyiapkan pasien untuk pemasangan endotrakheal tube dengan kriteria menyiapkan endotracheal tube steril dengan ukuran yang tepat, mengatur posisi pasien dan melakukan observasi tanda vital.
    • Melakukan resusitasi dengan kriteria menyiapkan kelengkapan alat resusitasi, memberikan alas yang keras atau papan rsusitasi (resusitasion back) pada daerah punggung, mengatur posisi pasien, membantu atau melaksanakan resusitasi, melakukan observasi tanda vital dan respons pasien.
    • Menghisap lendir dengan kriteria menyiapkan dengan kelengkapan alat penghisap lendir dengan ukuranyang tepat, menggunakan satu selang pengisap lendir steril untuk satu pasien, menggunakan selang pengisap lendir yang lembut, pengisapan dilakukan dengan gerakan memutar dan melakukan observasi tanda vital.
    • Fisioterapi dada dengan kriteria menyiapkan alat, menyiapkan lingkungan, mengatur posisi bagian pasien trendelenburg dan tengkurap, memiringkan pasien ke kiri dan ke kanan masing-masing lima menit, clapping pada daerah punggung, melatih pasien menarik nafas dalam dan batuk, segera setelah clapping dilakukan dan melakukan observasi tanda vital.
    • Postural drainage dengan kriteria mengatur tempat tidur, posisi pasien trendeleburg memasang bantal di bawah perut 20-30 menit, dan melakukan observasi.
  • Memenuhi kebutuhan rehabilitasi:
    • Melatih pasien menggerakkan anggota tubuh di tempat tidur.
    • Melatih pasien turun dari tempat tidur.
    • Melatih pasien berjalan.
    • Melatih pasien menggunakan alat bantu.
    • Melatih pasien menggunakan tongkat penyangga.
  • Memenuhi kebutuhan penyuluhan, memberikan penyuluhan secara indivisual dengan kriteria mengindentifikasi kebutuhan penyuluhan, melaksanakan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan, menggunakan bahasa yang dapat dimengerti.
  • Memenuhi kebutuhan pengobatan dan membantu proses penyembuhan, melaksanakan pemberian obat melalui peroral, parenteral, subcutan, intra maskular dan intra vena.
  • Mencegah dan mengatasi reaksi fisiologis:
    • Mengatur suhu badan di aksila, di mulut, di rectum.
    • Menghitung pernafasan.
    • Menghitung denyut nadi.
    • Mengukur tekanan darah.
    • Menghindari kemungkinan terjadinya alergi obat dengan kriteria mengetahui riwayat penggunaan obat, melakukan tes pada pertama kali pmberian obat tertentu, observasi respons pasien dan memberi identitas obat penyebab alergi pada kartu obat.
    • Melakukan tindakan darurat pada pasien keracunan obat dengan kriteria menghentikan pemberian obat dengan segera, mengatur posisi baring, melonggarkan pakaian, melakukan pernafasan buatan pada pasien henti nafas, memberikan jenis obat untuk keadaan yang gawat berdasarkan protap, melakukan observasi tanda vital setiap lima belas menit.
    • Melakukan kompres panas.
    • Melakukan kompres dingin.
    • Melakukan kompres dengan kirbat.
  • Memenuhi kebutuhan komunikasi:
    • Secara langsung atau dengan lisan dengan kriteria menampilkan sikap sopan dan ramah, menggunakan bahasa yang dapat dimengerti, menyampaikan informasi secara jelas, lengkap dan tepat waktu dan observasi respons pasien.
    • Secara tidak langsung atau tertulis dengan kriteria menggunakan kertas bersih, tulisan jelas, mudah dibaca dan observasi respons pasien.
    • Menggunakan isyarat dengan kriteria memahami isyarat pasien dan memberi respons dengan syarat yang dipahami pasien.
  • Memenuhi kebutuhan emosional:
    • Melaksanakan program oirentasi dengan kriteria memberi penjelasan kepada pasien baru atau keluarga tentang peraturan rumah sakit, memberi penjelasan kepada pasien atau keluarga tentang penggunaan fasilitas, observasi perilaku pasien atau keluarga dan memperkenalkan pasien kepada perawat dan pasien lain.
    • Melaksanakan komunikasi terapeutik dengan kriteria memanggil pasien sesuai dengan nama dan statusnya, menggunakan bahasa yang dimengerti pasien, menampilkan sikap yang ramah dan sopan memperhatikan dan mendengarkan keluhan pasien, memotivasi pasien untuk mengemukakan perasaannya.
    • Menyiapkan mental pasien pra operasi dengan kriteria memberi kesempatan kepada pasien untuk bertemu dengan keluarga, memberi kesempatan kepada pasien atau keluarga untuk
  • Standar 7: Evaluasi Keperawatan
  1. Setiap tindakan keperawatan dilakukan evaluasi.
  2. Evaluasi hasil menggunakan indikator perubahan fisiologis dan tingkah laku pasien.
  3. Hasil evaluasi segera dicatat dan dikomunikasikan untuk diambil tindakan selanjutnya.
  4. Evaluasi melibatkan pasien, keluarga dan tim kesehatan.
  5. Evaluasi di lakukan sesuai dengan standar (tujuan yang ingin dicapai dan standar praktek keperawatan).
  • Standar 8: Catatan Asuhan Keperawatan
  1. Catatan dilakukan selama pasien di rawat inap, rawat jalan dan kamar tindakan.
  2. Catatan digunakan sebagai bahan informasi, komunikasi dari laporan.
  3. Catatan dilakukan segera setelah tindakan dilaksanakan.
  4. Penulisan catatan harus jelas dan ringkas serta menggunakan istilah yang baku.
  5. Catatan mengacu kepada pelaksanaan proses keperawatan.
  6. Setiap pencatatan harus mencantumkan inisial atau nama perawat yang melaksanakan tindakan, catatan menggunakan formulir yang baku.
  7. Catatan disimpan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dokumentasi Keperawatan

  • Pengertian dokumentasi keperawatan

                 Dokumentasi keperawatan adalah suatu sistem pencatatan dan pelaporan informasi tentang status kesehatan klien serta semua kegiatan asuhan keperawatan yang dilakukan perawat ( Potter and Perry, 2005 ). Pendapat lain menjelaskan dokumentasi keperawatan adalah pengumpulan, penyimpanan dan desiminasi informasi guna mempertahankan sejumlah kejadian (Fishback, 1991 dalam Nursalam 2008). Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dokumentasi keperawatan adalah kegiatan pencatatan, pelaporan dan pemeliharaan yang berkaitan dengan pengelolaan klien guna mempertahankan sejumlah fakta, dari suatu kejadian dalam suatu waktu.

  • Tujuan dokumentasi keperawatan

     Tujuan dari dokumentasi  Asuhan Keperawatan sebagi berikut: (Nursalam, 2008).

  1. Mengkonfirmasikan data pada semua anggota tim kesehatan
  • Untuk menghindari salah informasi atau pengertian.
  • Untuk menghindari pengulangan tindakan.
  • Untuk mempersempit jarak antar anggota lain.
  • Untuk menghindari klien merasa tidak aman karena ditanya hal yang sama berulang-ulang.
    1. Memberikan bukti untuk tujuan evaluasi asuhan
    2. Sebagai tanggung jawab dang tanggung gugat
    3. Sebagai metode pengembangan ilmu keperawatan.
  • Cakupan dokumentasi keperawatan

                 Kegiatan pendokumentasian mencakup pencatatan, penyimpanan atau pemeliharaan dan pelaporan. Pencatatan adalah dokumen atau profil dalam bentuk tulisan yang menjadikan bukti otentik terhadap kondisi klien yang termonitor. Pencatatan bermanfaat bagi klien, rumah sakit, tim kesehatan, serta perkembangan ilmu keperawatan, oleh karena itu dokumentasi yang sah berisi tentang status kesehatan klien, status keperawatan serta informasi dari kesehatan lain.

  • Prinsip-Prinsip pendokumentasian keperawatan.

                 Menurut Potter  dan Perry (2005) bahwa petunjuk pendokumentasian yang benar yaitu:

  1. Jangan menghapus menggunakan tip-ex atau mencatat tulisan yang salah ketika mencatat cara yang benar menggunakan garis pada tulisan yang salah, kata salah lalu di paraf kemudian tulis catatan yang benar.
  2. Jangan menulis komentar yang bersifat mengkritik klien maupun tenaga kesehatan lain. Karena bisa menunjukkan perilaku yang tidak profesional atau asuhan keperawatan yang tidak bermutu.
  3. Koreksi semua kesalahan sesegera mungkin karena kesalahan menulis diikuti kesalahan tindakan.
  4. Catatan harus akurat teliti dan reliable, pastikan apa yang ditulis adalah fakta, jangan berspekulatif atau menulis perkiraan saja.
  5. Jangan biarkan bagian kosong pada akhir catatan perawat, karena dapat menambahkan informasi yang tidak benar pada bagian yang kosong tadi, untuk itu buat garis horisontal sepanjang area yang kosong dan bubuhkan tanda tangan dibawahnya.
  6. Semua catatan harus bisa dibaca dan ditulis dengan tinta dan menggunakan bahasa yang jelas.
  7. Jika perawat mengatakan sesuatu instruksi, catat bahwa perawat sedang mengklarifikasikan, karena jika perawat melakukan tindakan di luar batas kewenangannya dapat di tuntut.
  8. Tulis hanya untuk diri sendiri karena perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat atas informasi yang ditulisnya.
  9. Hindari penggunaan tulisan yang bersifat umum (kurang spesifik) , karena informasi yang spesifik tentang kondisi klien atas kasus bisa secara tidak sengaja terhapus jika informasi bersifat terlalu umum. Oleh karena itu tulisan harus lengkap, singkat, padat dan obyektif.
  10. Pastikan urutan kejadian dicatat dengan benar dan ditandatangani setiap selesai menulis dokumentasi. Dengan demikian dokumentasi keperawatan harus obyektif, konfrehensif, akurat dan menggambarkan keadaan klien serta apa yang terjadi pada dirinya.
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi dokumentasi.

                 Faktor-faktor yang mempengaruhi dokumentasi adalah sebagai berikut: (Nursalam, 2008)

Faktor sosial

     Meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan sehingga tuntutan akan  mutu pelayanan keperawatan  meningkat.

Praktek profesional

  • Pengetahuan dokumentasi keperawatan mengambarkan asuhan individu dalam memecahkan masalah keperawatan.
  • Ketrampilan kemampuan dokumentasi yang lengkap dan benar sesuai standar, menggambarkan profesionalisasi perawat.
  • Pengalaman kerja dapat mencerminkan kemampuan perawat dalam memecahkan masalah dan keterampilan melakukan tindakan kurangnya tenaga perawat, tidak adanya standar dukumentasi menyebabkan waktu untuk memberikan asuhan lebih lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.