Konsep Teori Air Susu Ibu

1.Pengertian ASI Eksklusif

ASI Eksklusif adalah pemberian air susu ibu sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan tambahan lain walaupun hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan (Purwanti dalam Anurogo, 2009).

Pemberian ASI secara Eksklusif adalah bayi hanya di beri ASI saja tanpa tambahan makanan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim dalam jangka waktu minimal 4 bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia 6 bulan (Arief N, 2009).

2.Komposisi ASI

Nilai gizi yang terkandung dalam ASI menurut Depkes RI (2007) adalah:

  • Bayi yang minum ASI langsung dari ibunya akan mendapatkan vitamin yang terkandung dalam ASI. Vitamin K dalam ASI dan penyerapannya cukup baik melalui usus, tetapi oleh karena ASI yang diminum masih sedikit dalam 2 hari pertama dan pembentukan vitamin K dalam usus bayi belum ada dianjurkan diberi vitamin K dosis 1 mg intramuskuler dan 2 mg oral pada neonetus.
  • Protein dalam susu adalah kasein dan whei. Protein dalam ASI terutama adalah whei yaitu 60 % dari protein ASI yang kadarnya 0,9 gr/dl. Protein ini musah dicerna dibandingkan kasein yang menjadi protein utama susu sapi. Sistin dan Taurin adalah asam amino pada ASI yang tidak terdapat dalam susu sapi. Sistin diperlukan untuk pertumbuhan somatik, sedangkan taurin diperlukan untuk perkembangan otak.
  • Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa yaitu 7 gr/dl. Laktosa mudah terurai menjadi glukosa dan galaktosa. Laktosa mempertinggi penyerapan kalsium dan merangsang pertumbuhan Laktobasillus bifidus.
  • Sumber kalori ASI terutama adalah lemak. Kadar lemak dalam ASI 3,5 – 4,5 gr/dl. Walaupun kadar lemak dalam ASI tinggi tetapi mudah diserap oleh bayi karena trigliserida dalam ASI telah lebih dulu dipecahkan menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase yang terdapat dalam ASI. Kadar lemak dalam ASI mempunyai variasi jumlah yaitu paling rendah sewaktu pagi hari dan paling tinggi disiang hari. ASI yang paling banyak mengandung lemak adalah yang terdapat pada akhir menyusui disebut juga hindmilk.
  • Untuk pertumbuhan yang normal diet bayi harus memenuhi kebutuhan akan kalori dan energi. ASI dari seorang ibu yang sehat dapat memenuhi kebutuhan ini sampai bayi berusia 6 bulan. Produksi ASI pada bulan pertama adalah sekitar 600 ml per hari yang meningkat sampai 800 ml sehari pada bulan keenam.
  • Garam dan mineral. Kadar garam dan mineral ASI lebih rendah dari pada susu sapi. Zat besi dalam ASI lebih mudah diserap. ASI mengandung natrium, kalium, fosfor, klor, kalsium yang lebih rendah dari pada susu sapi namun lebih mudah diserap sehingga cukup memenuhi kebutuhan bayi, karena fungsi ginjal yang belum sempurna sehingga bayi membutuhkan susu yang rendah garam dan mineral.

Perbedaan komposisi susu sapi dengan ASI dapat dilihat pada tabel 2.1 di bawah ini:

tbas

3.Manfaat ASI Eksklusif

Menurut Depkes RI (2007) manfaat ASI Eksklusif dapat dibagi menjadi dua, yaitu bagi bayi dan bagi keluarga antara lain:

  • Bagi Bayi

ASI mengandung zat gizi untuk pertumbuhan otak dan kecerdasan anak terutama sampai usia 6 bulan.ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat, ASI mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare dan infeksi saluran pernafasan.

  1. ASI mengandung zat kekebalan, melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. ASI selalu aman, bersih dan mempunyai suhu yang tepat, sehingga dapat langsung diberikan kepada bayi setiap saat.
  2. ASI memungkinkan pertumbuhan rahang dan gigi yang baik.
  3. ASI lebih murah, tersedia setiap saat, mudah diberikan, mudah dicerna, aman dan bersih.
  4. Interaksi ibu dan bayi sangat penting untuk perkembangan kejiwaan / mental anak.
  • Bagi Ibu dan Keluarga
    1. Mempererat hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi.
    2. Lebih mudah pemberiannya, ekonomis dan praktis.
    3. Menyusui dapat menjarangkan kelahiran, cara alamiah penunjang KB jika bayi disusui hanya ASI saja selama 6 bulan pertama, tanpa diselingi makanan lainnya.
    4. Mempercepat pemulihan berat badan ibu dan menghindari ibu dari kemungkinan timbulnya kanker payudara.
    5. Uterus cepat pulih, dan mengurangi perdarahan pada persalinan.
    6. Mengurangi biaya pengobatan anak

4.Waktu dan Cara Pemberian ASI

Menurut Depkes RI (2007) waktu dan cara pemberian ASI yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Sebelum menyusui ibu harus yakin dan mampu menyusui.
  2. ASI segera diberikan setelah bayi dilahirkan (dalam waktu ½ – 1 jam)
  3. Jangan memberikan makanan atau minuman (air kelapa, air tajin, air teh, madu, pisang) pada bayi sebelum diberikan ASI kerena sangat membahayakan kesehatan bayi dan mengganggu keberhasilan menyusui.
  4. Waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatasi dan frekuensinya tidak perlu dijadwalkan (diberikan pagi, siang dan malam hari)
  5. Berikan hanya ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan
  6. Setelah bayi berusia 6 bulan, selain ASI diberikan pula makanan pendamping ASI dalam bentuk dan jumlah yang sesuai dengan pertambahan umur bayi.
  7. Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun.

5.Pemberian ASI Eksklusif

Ibu harus menyusui bayinya sesegera mungkin yaitu pada periode 30 menit setelah bayi lahir, karena daya isap bayi pada saat itu paling kuat, sentuhlah mulut dengan puting sehingga bayi terangsang utuk menghisap dan ini akan mempercepat proses pengeluaran ASI. Kolostrum atau susu pertama yang dikeluarkan payudara tidak banyak hanya beberapa tetes saja yang dapat dihisap oleh bayi, ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi dalam hari-hari pertama. Kadang-kadang ibu keberatan untuk menyusui bayinya pada hari-hari pertama dengan alasan ASI tidak keluar atau belum keluar, kepada ibu harus diberi penerangan sebaik-baiknya tentang maksud dan tujuan tentang pemberian ASI sedini mungkin. Oleh karena itu ibu dianjurkan untuk menyusui bayinya sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan bayinya yaitu dengan cara bergantian sampai kosong yang ditandai dengan payudara terasa lunak hingga bayi tenang dan puas (Depkes RI 2007).

Secara alamiah bayi akan mengatur kebutuhannya sendiri. Semakin sering bayi disusui payudara akan memproduksi ASI lebih banyak dan berkesinambungan selagi tetap mengisap, dan ibu cukup makan dan minum serta berkeyakinan bahwa ia mampu untuk memberikan ASI kepada bayinya dengan demikian ibu akan dapat menyusui bayinya secara murni empat sampai enam bulan dan tetap memberikan ASI sampai anak berusia 2 tahun (Depkes RI 2007).

Menurut Depkes RI (2007) Bayi hanya diberikan ASI saja langsung oleh Ibu atau tidak langsung dengan cara disimpan ditempat yang aman agar kualitasnya tetap terjamin. Secara keseluruhan, pemberian ASI Eksklusif mencakup hal-hal sebagai berikut: Hanya ASI sampai umur 6 bulan, menyusui dimulai 30 menit setelah bayi lahir, tidak memberikan makanan pralaktal seperti air gula atau air tajin kepada bayi baru lahir, menyusui sesuai dengan kebutuhan bayi (on demand), berikan kolostrum (ASI pada hari-hari pertama yang bernilai gizi tinggi) kepada bayi, menyusui sesering mungkin, termasuk pemberian ASI pada malam hari, cairan lain yang dibolehkan hanya vitamin/mineral dan obat dalam bentuk drop atau sirup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.