Vitamin A

1.Pengertian

Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh. (Almatsier, S 2005).  Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh (Godam 2006). Sedangkan Almatsier, S (2005) Vitamin A adalah Vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Secara luas Vitamin merupakan nama generik  yang menyatakan semua retionoid dan prekursor/provitamin A atau karotenoid yang mempunyai aktivitas biologik secara retinol.

Berdasarkan tiga pengertian diatas peneliti menyimpulkan Vitamin A adalah zat-zat organik kompleks dan suatu zat senyawa kompleks yang larut dalam lemak yang mempunyai aktivitas biologok secara retinol dan sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh.

2.Manfaat Vitamin A

Vitamin A yang disebut juga Retinol sangat banyak manfaatnya, yaitu: membantu mata menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya dari terang ke gelap, mencegah kekeringan selaput lendir mata yang disebut xerosis konjungtiva, mencegah terjadinya kerusakan mata yang akan berlanjut menjadi kebutaan, menjaga kesehatan kulit dan selaput lendir saluran pernafasan, saluran kemih dan saluran pencernaan terhadap masuknya bakteri dan virus, membantu pertumbuhan tulang dan sistem reproduksi, membantu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan, pembelahan sel, diferensiasi sel, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bersifat antioksidan yang dapat menetralisir radikal bebas penyebab kerusakan sel dan jaringan (Depkes, RI 2009).

Vitamin A dalam tubuh bermanfaat sebagai dalam proses melihat, metabolisme umum, dan proses reproduksi. Pada proses melihat Vitamin A berperan sebagai retinal (retine) yang merupakan komponen dari zat penglihat rhodopsin. Rhodopsin merupakan zat yang dapat menerima rangsangan cahaya dan menggugah energi cahaya menjadi energi biolistrik yang merangsang indra penglihatan (Almatsir, S 2003).

Selain itu itu Vitamin A bermanfaat sebagai memelihara sistem kekebalan tubuh yang dapat melindungi timbulnya komplikasi berat pada penyakit yang terjadi pada balita  seperti ISPA, campak dan diare serta melindungi mata dari xeropthalmia dan buta senja. Lapisan sel yang menutupi trakea dan paru-paru mengalami keratinisasi, tidak mengluarkan lendir, sehingga mudah dimasuki oleh mikroorganisme atau bakteri atau virus dan menyebabkan infeksi saluran pernafasan, dan bila terjadi pada permukaan dinding usus akan meyebabkan diare (Almatsir, S 2003). Hasil  penelitian Puslitbang Gizi dan FKM UI (1990) menunjukan anak yang menderita xeropthalmia mempunyai resiko 3,62 kali terhadap terjadinya penyakit ISPA, resiko 1,6 kali  terhadap penyakit campak, dan resiko 2,5 kali  terhadap diare (Umar, A 2005).

Dari beberapa sumber di atas manfaat Vitamin A adalah membantu mata menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya dari terang ke gelap, metabolisme umum, dan proses reproduksi, memelihara sistem kekebalan tubuh yang dapat melindungi timbulnya komplikasi berat pada penyakit yang terjadi pada balita.

3.Sumber Vitamin A

Vitamin A tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar tubuh. Sebagian besar berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu dan hati, serta beberapa makanan nabati yang mengandung beta-karoten (pro-vitamin A, yang oleh tubuh diubah menjadi Vitamin A) yaitu yang berasal dari buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna-warni seperti wortel, bayam, kol, brokoli, semangka, melon, pepaya, mangga, tomat, dan kacang polong. Sedangkan sumber Vitamin A hasil rekayasa adalah beberapa produk makanan yang diperkaya (fortifikasi) dengan Vitamin A antara lain dalam minyak goreng, margarin, susu dan beberapa jenis mie instan. Ada lagi sumber Vitamin A yang sangat potensial karena gratis, mudah didapat dan dosisnya mencukupi yaitu kapsul Vitamin A (Depkes, RI 2009).

4.Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Kapsul Vitamin A Dosis Tinggi

Konsumsi Vitamin A dosis tinggi pada balita adalah jumlah balita yang mengkonsumsi vitamin A dosis tinggi. Konsumsi kapsul Vitamin A dosis tinggi dipengaruhi oleh tindakan masyarakat untuk mengkonsumsi Vitamin A dosis tinggi dan ketersedian kapsul Vitamin A  dosis tinggi.  Tindakan masyarakat untuk mengkonsumsi Vitamin A dosis tinggi dipengaruhi oleh pengetahuan individu, sikap, pendidikan, kepercayaan, usia, norma, sosial ekonomi, persepsi individu, tersedianya sarana pelayanan kesehatan dan kehendak untuk mencapainya serta sikap dan perilaku petugas kesehatan terhadap vitamin A dosis tinggi, tindakan petugas kesehatan  dan tindakan kader kesehatan pada balita untuk mengkonsumsi vitamin A dosis tinggi dan jarak sarana pelayanan kesehatan dalam pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi dengan tempat tinggal ibu yang mempunyai balita (Umar, A 2005).

5.Dampak Kekurangan Vitamin A

Kekurangan Vitamin A diagnosa berdasarkan kadar Vitamin A dalam darah, gejala-gejala xeropthalmia, dan anamnesa konsumsi makanan, serta kelainan kulit. Kadar Vitamin A dalam darah pada orang normal sebesar 30 ug/dl atau lebih. Kekurangan Vitamin A merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia. Masalah kekurangan Vitamin A di Indonesia disebabkan karena asupan dalam makanan tidak mencukupi kebutuhan akan Vitamin A. Menurut Almatsier, S (2005) kekurangan Vitamin A dapat merupakan kekurangan primer sebagai akibat kekurangan konsumsi, atau kekurangan sekunder karena gangguan penyerapan dan penggunaan dalam tubuh, kebutuhan meningkat, ataupun karena gangguan pada konversi karoten menjadi Vitamin A.

6.Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin A

Tanda-tanda kekurangan Vitamin A terlihat pada simpanan tubuh habis terpakai. Salah satu tanda awal kekurangan Vitamin A adalah buta senja yaitu dimana ketidakmampuan menyesuaikan penglihatan dari cahaya terang ke cahaya semar-semar/senja. Diagnosa defisiensi Vitamin A berdasarkan para meter xeropthalmia, dan ditunjang dari hasil pemeriksaan gejala-gejala kulit dan kadar Vitamin A  serta karotin dalam plasma. Word Health Organization (WHO) mengklasifikasikan xeropthalmia untuk menilai kondisi kegawatan defisiensi Vitamin A sebagai berikut: (Umar, A 2005).

  1. XB : Bitot,s Spot
  2. XS : Corneal Scar
  3. XF : Xeropthalmia Fundus
  4. XN : Night Blindness
  5. X3B : Keratomalacia
  6. X3A : Corneal Ulceration with Xerosis
  7. X2 : Corneal Xerosis
  8. X1B : Bitot,s Spot with Conjungctival Xerosis
  9. X1A : Conjungtival Xerosis

7.Kebutuhan Vitamin A

Kebutuhan akan Vitamin A dibedakan atas kelompok umur dan jenis kelamin. Kecukupan rata-rata dan tingkat asupan yang aman untuk Vitamin A (µg RE) untuk berapa kelompok usia dapat dilihat pada tabel 2.1 di bawah ini:

va.png

8.Ketersedian Kapsul Vitamin A Dosis Tinggi di Puskesmas

Kapsul Vitamin A yang digunakan dalam kegiatan Suplementasi Vitamin A adalah Kapsul Vitamin A dosis tinggi, yaitu: Kapsul biru (mengandung Vitamin A 100.000 SI), diberikan kepada bayi usia 6-11 bulan sebanyak 1 kali pada bulan Februari atau Agustus. Kapsul merah (mengandung Vitamin A 200.000 SI), diberikan kepada anak balita usia 12-59 bulan setiap bulan Februari dan Agustus (Depkes, RI 2009).

Ketersedian kapsul Vitamin A dosis tinggi adalah tersedianya kapsul vitamin A dosis tinggi yang cukup pada sarana pelayanan kesehatan dalam waktu 6 bulan. Ketersedian kapsul vitamin A dosis tinggi dipengaruhi oleh distribusi, kebutuhan, jumlah sasaran dan kasus. Terlambat dan kekurangan kapsul vitamin A dosis tinggi akan mengurangi  jumlah konsumsi vitamin A dosis tinggi tersebut. Ibu nifas yang tidak mengkonsumsi Vitamin A dosis tinggi akan mempengaruhi kadar vitamin A ibu  nifas dan bayi yang disusuinya (Ross, JS 2003 dalam Umar, A 2005).

9.Faktor Penyebab kekurangan Vitamin A

Faktor penyebab kekurangan Vitamin A yang primer adalah konsumsi Vitamin A tersebut dan juga dapat disebabkan oleh kebiasaan makan yang salah dan daya beli yang rendah (Jaeni, A 1993 dalam Almatsier, S 2005).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.