Kecemasan – anxious

Kecemasan adalah respon emosi tanpa objek yang spesifik yang secara subjektif dialami dan dikomunikasikan secara interpersonal. Kecemasan adalah kebingungan, kekhawatiran pada sesuatu yang akan terjadi dengan penyebab yang tidak jelas dan dihubungkan dengan perasaan tidak menentu dan tidak berdaya (Suliswati, 2005).

Kecemasan atau anxietas adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas penyebabnya. Kecemasan merupakan kekuatan yang besar dalam menggerakkan tingkah laku, baik tingkah laku normal maupun tingkah laku yang menyimpang, yang terganggu kedua-duanya merupakan pernyataan, penampilan, penjelmaan dari pertahanan terhadap kecemasan itu (Singgih.  2006).

Tingkat Kecemasan

Menurut Peplau ada empat tingkat kecemasan yang dialami oleh individu : (Singgih.  2006).

  1. Kecemasan ringan (mild anxiety) yang ditandai dengan :

Ketegangan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menyebabkan seseorang menjadi waspada, meningkatkan lapangan persepsi individu memotivasi individu untuk belajar dan menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas, mampu belajar serta memecahkan masalah secara efektif.

  1. Kecemasan sedang (moderate anxiety) yang ditandai dengan :

Penerimaan terhadap rangsangan dari luar maupun dari individu sangat memperhatikan hal-hal yang menjadi perhatiannya, lapangan persepsi menyempit, mudah tersinggung dan marah, belajar dengan pengarahan orang lain. Serta beberapa gejala fisiologis yang tidak normal dapat ditemukan seperti sering BAK, gangguan tidur dan nafsu makan menurun.

  1. Kecemasan berat (servere anxiety) ditandai dengan :

Lapang persepsi sudah sangat menyempit, pusat perhatian pada detail yang kecil (spesifik) dan tidak dapat berpikir tentang hal-hal lain. Semua perilaku bertujuan untuk meminta pertolongan dan memerlukan pengarahan yang lebih banyak untuk memfokuskan pada area yang lain, konsep diri terancam perasaan tidak berguna dan tidak berdaya serta bingung.

  1. Panik

Individu sangat kacau sehingga sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain, tidak mampu bertindak, berkomunikasi, berfungsi secara efektif meningkatkan aktivitas motorik, kemampuan berhubungan dengan orang lain sangat menurun karena kehilangan kontrol, individu tidak dapat mengerjakan sesuatu tanpa pengarahan, tidak mampu berpikir secara rasional, keadaan ini sangat mengancam kehidupan dan jika berlangsung terus dapat mengakibatkan kelelahan bahkan kematian.

u

Selanjutnya hasil dari persentase tersebut dikonfirmasikan ke dalam bentuk tingkat kecemasan : (Arikunto, 1998)

  1. Kecemasan ringan :  < 25%
  2. Kecemasan sedang :  25% – 40%.
  3. Kecemasan berat :  41% – 55%.
  4. Panik             :  56% – 100%.

Respon Kecemasan

  1. Respon Fisiologis
    1. Kardiovaskuler : palpasi, TD meningkat, jantung berdebar-debar.
    2. Gastrointestinal : anoreksia, diare, tidak nyaman pada perut.
    3. Neuromuskuler : meningkatnya refleks, reaksi terkejut, insomnia, tremor, gugup, pergerakan kaku, lemah.
    4. Traktus urinarius : sering kencing.
    5. Kulit : muka merah, keringat banyak, gatal, muka pucat.
  1. Respon prilaku

Adapun prilaku yang biasa ditampakkan : gelisah, ketergantungan fisik, tremor, reaksi kaget, bicara cepat, menarik diri, menghindari.

  1. Respon kognitif

Perhatian terganggu, tidak mampu berkonsentrasi, lalai, tidak mampu mengambil keputusan, menurunkan kreatifitas, bingung, takut, kehilangan kontrol.

  1. Respon afektif

Tidak sabar, gelisah, tegang, ketakutan, waspada.

Faktor Penyebab dan Pendukung Kecemasan (Suliswati, 2005)

  1. Faktor predisposisi atau stressor predisposisi

Stresor predisposisi adalah semua ketegangan dalam kehidupan yang dapat menyebabkan timbulnya kecemasan, ketegangan dalam kehidupan tersebut dapat berupa :

  • Peristiwa traumatik yang dapat memicu terjadinya kecemasan berkaitan dengan krisis yang dialami individu baik krisis perkembangan atau situasional.
  • Konflik emosional yang dialami individu dan tidak terselesaikan dengan baik, konflik antara id dan super ego atau antara keinginan dan kenyataan dapat menimbulkan kecemasan pada individu.
  • Konsep diri terganggu akan menimbulkan ketidakmampuan individu berpikir secara realitas sehingga menimbulkan kecemasan.
  • Frustasi akan menimbulkan rasa ketidakberdayaan untuk mengambil keputusan yang berdampak terhadap ego.
  • Gangguan fisik merupakan ancaman terhadap integritas fisik yang dapat mempengaruhi konsep diri individu.
  • Pola mekanisme koping keluarga.
  • Riwayat gangguan kecemasan dalam keluarga.
  • Medikasi yaitu : pengobatan yang mengandung benzodizepin.
  1. Faktor presipitasi atau stressor presipitasi

Stressor presipitasi ini berasal dari sumber internal dan eksternal yaitu :

  • Ancaman terhadap sistem diri dapat membahayakan identitas, harga diri dan interaksi fungsi sosial.
  • Ancaman terhadap integritas fisik meliputi ketidakmampuan fisiologis atau menurunnya kemampuan untuk melaksanakan kehidupan sehari-hari.
  • Prilaku

Secara langsung kecemasan dapat diekskpresikan melalui respons fisiologis dan psikologis dan secara tidak langsung melalui pengembangan mekanisme koping sebagai pertahanan melawan kecemasan.

  1. Sumber dan mekanisme koping

Mekanisme koping untuk mengatasi kecemasan sedang, berat dan panik membutuhkan banyak energi. Mekanisme koping yang dapat dilakukan ada 2 jenis, yaitu :

  • Reaksi yang berorientasi pada tugas (Task Oriented Reaction) adalah pemecahan masalah secara sadar yang digunakan untuk menanggulangi ancaman stressor yang ada secara realitas.
  • Mekanisme pertahanan ego

Mekanisme ini digunakan untuk melindungi diri sendiri dan dilakukan secara tidak sadar untuk mempertahankan keseimbangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.