Pengertian Kredit

Kredit berasal dari bahasa yunani (credere) yang berarti kepercayaan (truth), ada juga yang menyebutkan bahwa kata kredit (Credit) yang berasal dari kata Cre yang berarti percaya dan Do yang berarti saya. Jadi kredit atau credo berarti saya percaya, arti kredit itu penekanannya adalah suatu kepercayaan dari pihak-pihak yang memberi (kredit) yang percaya bahwa pinjaman atau penerima kredit (debitur) pada masa akan datang sanggup memenuhi segala sesuatu sesuai janji. (Ikatan Akuntan Indonesia, 2002:31) mendefinisikan kredit sebagai pinjaman uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan oihan peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan. (Sinungan, 1997:3).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan kredit adalah kepercayaan dari suatu pihak untuk meminjamkan uang atau barang kepihak lainnya dengan memenuhi syarat dan prosedurnya, dan wajib mengembalikannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama. Dengan adanya kredit, masyarakat pada umumnya dapat meningkatkan kebutuhan  ekonomi. Jadi pemberian kredit adalah suatu kegiatan yang dilakukan suatu pihak ke pihak lainnya dengan memiliki kepercayaan memberikan pinjaman dengan jangka waktu dan bunga yang telah ditetapkan sesuai dengan prosedur yang berlaku, dengan adanya saling kepercayaan dan jaminan yang pasti kredit akan lebih aman tingkat resikonya. Pemberian kredit selain didasari unsur kepercayaan, juga harus didasari adanya sebuah perjanjian yang bersifat tertulis dan pada umumnya perjanjian kredit tersebut diikat dengan sebuah akta notaris agar kepastian hukumnya lebih terjamin (Hariyani, 2010)

Tujuan penyaluran kredit adalah untuk memperoleh pendapatan bank dari bunga kredit, memanfaatkan dan memproduktifkan dana-dana yang ada, melaksanakan kegiatan operasional bank, memenuhi permintaan kredit masyarakat, memperlancar lalu lintas pembayan, menambah modal kerja perusahaan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Rachmad F. & Maya A. (2004) prinsip-proinsip pemberian kredit yang diterapkan perbankan adalah 5c, yaitu :

  1. Yang dimaksud dengan character disini adalah karakter karakter peminjam . Integritas dan kejujuran dari peminjam merupakan factor yang paling menentukan, karena itu harus diberi bobot yang paling banyak.
  2. Capacity. Yang dimaksud dengan capacity ini ialah kemampuan pimpinan perusahaan yang mengajukan permohonan kredit dalam mengelola perusahaannya. Jika kemampuan dalam menegelolanya baik, maka laba yang diperoleh perusahaan akan besar. Ini ndengan sendirinya memungkinkan perusahaan memenuhi kewajiban membayar bunga dan pokok pinjamannya.
  3. Capital. Perusahaan dengan modal yang besar menunjakkan besarnya kemampuan perusahan untuk dalam keadaan terpaksa melikuidasi kekayaannya guna melunasi kewajiban-kewajiban perusahaan.
  4. Collateral. Yang dimaksud dengan pengertian collateral ialah dalam bentuk aktiva, dalam artian bahwa apabila pihak pihak peminjam tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka aktiva yang digunakan sebagain jaminan dijual dan hasil penjualanya dipergunakan untuk memenuhi kewajiuban tersebut.
  5. Condition. Ialah apa yang biasa disebut suasana dunia usaha, yaitu istilah lain untuk keadaan perekonomian, khususnya dilihat menggunakan kacamata perusahaan. Dalam pengambilan keputusan apakah kredit dikabulkan atau tidak, bank perlu memperhatikah apakah perekonomian menghadapi keadaan resesi atau bahkan depresi ataukah ekpansi.

 Unsur-unsur Kredit

Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut (Kasmir, 2008):

  1. Kepercayaan, yaitu suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberiakan akan benar-benar diterima kembali dimasa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh bank, dimana sebelumnya sudah dialakukan penelitian penyelidikan tentang nasabah baik secara intern maupun ekstern. Penelitian dan penyelidikan tentang kondisi masa lalu dan sekarang terhadap nasabah peohon kredi.
  2. Kesepakatan, yaituadanya kesepakatan antara pemberi kredit dan penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya
  3. Jangka Waktu, Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini ,mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Jangka Waktu tersebut bisa nerbentuk dalam jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang.
  4. Risiko, Adanya suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu risiko tidak tertagihnya / macet pemberian kredit. Semakin panjang suatu kredit semakin besar risikonya yang disengaja oleh nasabah yang lalai, maupun oleh risiko yang tidak disengaja.
  5. Balas Jasa, merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan bunga. Balas jasa dalam bentuk bunga dan biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan bank. Sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan abgi hasil.

Fungsi dan Tujuan Kredit

Bauran pemasaran merupakan salah satu alat bagi pemasar yang terdiri dari berbagai elemen. Bauran pemasaran pada produk berbeda dengan bauran pemasaran untuk jasa, hal ini karena karakteristik jasa berbeda dengan barang. Bauran pemasaran untuk barang mencakup 4P : Product, Price, Place dan Promotion. Sedangkan untuk jasa para ahli pemasaran menambahkan tiga unsur lagi  People, Process dan Costumer Service. Sebagai suatu bauran, elemen-elemen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain sehingga jika salah satu tidak tepat pengorganisasiannya akan mempengaruhi strategi pemasaran secara keseluruha. (Lupiyoadi, 2001:58)

Promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh produsen untuk menarik perhatian konsumen untuk membeli produknya. Para manajer pemasaran dapat memilih pemakaian alat-alat promosi dalam berbagai jumlah dan kombinasi. Mereka dapat memilih memakai iklan sebagai metode utama untuk komunikasi dengan konsumen atau dapat memakainya hanyan sebagai pelengkap untuk bentuk komunikasi lain. Mereka dapat memilih dari berbagai tipe media, misalnya televisi, radio, surat kabar, internet dan majalah.

Promosi penjualan pun merupakan suatu faktor bagi strategi promosi yang bentuknya beraneka ragam dan dapat digunakan dalam berbagai jumlah, yang terdiri dari cara-cara seperti etalase dan pameran interior, perlombaan kinsumen, penawaran hadiah, dan aktivitas lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.