Quality Function Deployment (QFD)

dd

Hubert K. Rampersad (2005, h153) menyatakan bahwa Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk secara sistematis dan teratur mengubah semua keinginan pelanggan menjadi unsur produk dan aspek penentu pada tahap dini. Dalam pendekatan itu, yang pertama kali digunakan di Jepang, keinginan pelanggan dipenuhi dengan menggunakan matriks yang menggunakan parameter tekhnis dan tujuan proyek yang terperinci. Karena bentuknya, matriks itu dapat disebut “rumah kualitas”. Menggunakan tiga “rumah seri”, spesifikasi produk penentu (parameter tekhnis ) diterjemahkan ke dalam proses yang diperlukan. Penerjemahan terperinci itu memungkinkan proses dilaksanakan dengan cara terkendali dalam rangka mencapai kualitas produk yang stabil dan dapat diterima. Di rumah pertama, keinginan pelanggan dihubungkan dengan spesifikasi produk. Di  rumah  kedua,  hubungan  antara  spesifikasi produk  dan karakteristik  bagian-bagian produk merupakan hal penting. Di rumah ketiga, bagian-bagian produk dan karakteristik proses dihubungkan. Sebagai hasilnya, terbentuklah tolak ukur kinerja dari proses-proses penentu. Akhirnya, di rumah ke empat, karakteristik proses diterjemahkan ke dalam proses manufaktur  yang  akan  dilaksanakan  secara  terkendali  yaitu  spesifikasi  manufaktur. Hasilnya, antara lain, adanya prosedur kerja baku untuk setiap langkah proses.

QFD digunakan untuk memperbaiki pemahaman tentang pelanggan dan untuk mengembangkan produk, jasa, serta proses dengan cara yang lebih berorientasi kepada pelanggan. Tujuan QFD adalah membuat “ suara  pelanggan “ bisa didengar lebih jelas dalam proses pengembangan produk-produk baru dan proses-proses terkait lainnya, dan juga untuk menaati prinsip “ melakukan sesuatu dengan benar pada upaya pertama”

Langkah – langkah yang akan dilakukan untuk membangun rumah kualitas QFD adalah :

  1. Tentukan siapa pelanggan, buat daftar keinginan pelanggan, dan ukur pentingnya keinginan – keinginan tersebut dengan bantuan nilai pembobotan. Dapat dilakukan dengan melakukan wawancara, pertanyaan, dan upaya lain.
  2. Bandingkan kinerja produk dengan kinerja produk pesaing. Lakukan evaluasi terhadap produk.
  3. Identifikasi dan hitung tujuan perbaikan. Tentukan yang mana keinginan pelanggan yang perlu diperbaiki agar produk dapat bersaing dan tunjukkan dalam nilai.
  4. Terjemahkan keinginan pelanggan ke dalam parameter teknis yang dapat dihitung, yaitu spesifikasi produk. Nyatakan bagaimana cara keinginan pelanggan dapat dimanfaatkan.
  5. Periksa hubungan antara keinginan pelanggan dengan parameter teknis. Tunjukkan dalam matriks sejauh mana keinginan pelanggan dipengaruhi oleh parameter teknis dan tunjukkan hubungan tersebut dalam bentuk nilai.
  6. Kenali interaksi antar parameter teknis perorangan. Buat hubungan antar parameter teknis itu eksplisit di atap rumah kualitas.
  7. Catatlah satuan tolok ukur untuk semua parameter teknis.
  8. Tentukan nilai target desain produk baru atau tunjukkan perbaikan parameter teknis yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.