Konsep Pemasaran dan Strategi Pemasaran

Konsep pemasaran adalah sederhana dan secara instituisi merupakan filosofi yang menarik. Konsep pemasaran menyatakan bahwa alasan keberadaan sosial dan ekonomi bagi suatu organisasi adalah memuaskan kebutuhan konsumen dan keinginan tersebut sesuai dengan  sasaran  perusahaan.  Hal  tersebut  didasarkan  pada  pengertian  bahwa  suatu penjualan tidak tergantung pada agresifnya tenaga penjual, tetapi lebih pada keputusan konsumen untuk membeli suatu produk.

Proses pemasaran meliputi pemahaman misi organisasi dan peran pemasaran dalam memenuhi misi tersebut, menyusun sasaran pemasaran, analisis lingkungan, pengembangan strategi pemasaran melalui pemilihan strategi target pasar, pengembangan dan implementasi bauran  pemasaran,  implementasi  strategi,  mendesain  pengukuran  kinerja,  dan  evaluasi upaya pemasaran serta membuat perubahan jika diperlukan. Bauran pemasaran mengkombinasikan strategi produk, distribusi(tempat), promosi, dan harga dalam upaya menciptakan suatu pertukaran untuk mencapai sasaran individu dan organisasi

Kotler (2002,h7) mendefinisikan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Sedangkan menurut Lamb, dkk (2001,h6) definisi pemasaran dibagi menjadi dua. Yang pertama, pemasaran merupakan suatu filosofi, sikap, perspektif, atau orientasi manajemen yang menekankan kepada kepuasan pelanggan. Dan yang kedua, pemasaran adalah sekumpulan aktivitas atau kegiatan yang digunakan untuk mengimplementasikan filosofi ini.

Umar  (2003,h31)  mengatakan  bahwa  pemasaran  meliputi  keseluruhan  sistem yang berhubungan dengan kegiatan – kegiatan usaha yang bertujuan merencanakan, menentukan harga, hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun potensial.

Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan  adalah  perusahaan  tersebut  harus  menjadi  lebih  efektif  dibandingkan  para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.

Pemasaran merupakan fungsi yang memiliki hubungan paling besar dengan lingkungan eksternal, sedangkan perusahaan hanya memiliki kendali yang terbatas terhadap lingkungan eksternal. Dalam peranan strategisnya, pemasaran meliputi setiap usaha untuk mencapai pemecahan atas masalah penentuan dari dua pertimbangan pokok, yaitu :

– Bisnis apa yang pada saat ini dijalankan oleh perusahaan dan tipe bisnis apakah   yang dapat dimasuki oleh perusahaan di masa mendatang.

– Bagaimana bisnis yang telah dipilih tersebut dapat dijalankan dengan sukses dalam lingkungan yang kompetitif atas dasar perspektif produk, harga promosi, dan distribusi untuk melayani pasar sasaran. Strategi pemasaran merupakan suatu pernyataan mengenai bagaimana suatu produk atau jasa mencapai tujuannya.

Sebagian   perusahaan   membutuhkan   rencana   pemasaran   karena   ruang   lingkup pemasaran sangat luas dan kompleks. Proses perencanaan pemasaran meliputi penentuan misi dan sasaran perusahaan, melakukan analisis situasi, menggambarkan pasar yang dituju serta menetapkan bauran pemasarannya.

Strategi pemasaran menurut Lamb, dkk (2001,h54) adalah suatu kegiatan menyeleksi dan penjelasan satu atau beberapa target pasar dan mengembangkan serta memelihara suatu bauran pemasaran yang akan menghasilkan kepuasan bersama dengan pasar yang dituju. Strategi pasar yang dituju mengidentifikasikan segmen-segmen pasar yang akan dilayani. Proses ini dimulai dengan analisis peluang pasar. Analisis peluang pasar merupakan gambaran dan perkiraan atas ukuran dan potensi penjualan suatu segmen pasar yang menarik bagi perusahaan dan penilaian tentang para pesaing utama di segmen- segmen tersebut. Sedangkan menurut Joseph P.Giltinan dan Gordon W.Paul, strategi pemasaran merupakan suatu pernyataan mengenai dampai yang diharapkan akan dicapai dalam hal permintaan pada dasar target tertentu.

Agar strategi pemasaran dapat berhasil, perusahaan harus melakukan tugasnya melebihi pesaing dalam memuaskan konsumen sasaran. Maka setiap strategi pemasaran harus disesuaikan menurut kebutuhan konsumen maupun strategi pesaing. Merancanang strategi pemasaran yang kompetitif dimulai dengan melakukan analisis terhadap pesaing. Perusahaan secara terus-menerus membandingkan nilai dan kepuasan pelanggan dengan nilai yang diberikan oleh produk, harga, distribusi, dan promosinya terhadap pesaing dekatnya. Strategi pemasaran kompetitif yang diambil oleh perusahaan tergantung pada posisi industrinya.

Perusahaan  menggunakan  strategi  pengikut  pasar  (market follower) untuk  memperoleh pangsa pasar  dan  laba  yang  stabil  dengan  mengikuti  produk,  harga,  serta  program pemasaran pesaing. Menurut Adrian Palmer(2001,h8-10) bauran pemasaran dalam bidang jasa terbagi atas :

1) Product (Produk)

Produk adalah merupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai manfaat kepada konsumen. Pemvahasan tentang produk berarti yang menjadi focus utama adalah kualitas. Untuk jasa kualitas sangat bergantung pada reliability (kehandalan), respons siveness (respon atau tanggapan), assurance (jaminan) dan empathy (empati). Pemasar harus dapat mengembangkan value tambahan dari produknya selain basic featuresnya, supaya dapat dibedakan dan bersaing dengan produk lain. Dengan kata lain memiliki image tersendiri.

2)  Promotion (Promosi)

Yang perlu diperhatikan dalam promosi adalah pemilihan bauran promosi (promotion mix). Promotion mix terdiri dari :

  • Advertising
  • Personal Selling
  • Sales Promotion
  • Public Relation
  • Word of Mouth
  • Direct E-Mail

3)  Place (Tempat)

Tempat dalam jasa merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan dimana lokasi yang strategis.

4)  Price (Harga)

Strategi penentuan harga sangat signifikan dalam pemberian value kepada konsumen dan mempengaruhi image produk, serta keputusan konsumen untuk membeli. Harga juga berhubungan dengan pendapatan dan turut mempengaruhi supply atau marketing channels. Akan tetapi, yang paling penting adalah keputusan dalam penentuan harga harus konsisten dengan strategi pemasaran secara keseluruhan

5) People ( sumber daya manusia)

Dalam  hubungannya  dengan  pemasaran  jasa,  maka  sumber  daya  manusia  yang berfungsi sebagai  service providen sangat  mempengaruhi  kualitas  jasa  yang  diberikan. Keputusan dalam sumber daya manusia ini berarti sehubungan dengan seleksi training, motivasi, dan manajemen sumber daya manusia. Pentingnya sumber daya manusia dalam pemasaran jasa berkaitan erat dengan internal marketing. Internal marketing adalah interaksi atau hubungan antara setiap karyawan dan departemen dalam suatu perusahaan yang dalam hal ini dapat diposisikan sebagai internal customers dan internal supplier. Tujuan dari adanya  hubungan tersebut adalah utnuk mendorong sumber daya manusia dalam kinerja memberikan kepuasan kepada konsumen.

6) Physical Evidence (sarana fisik)

Merupakan lingkungan fisik tempatjasa diciptakan dan langsung berinteraksi dengan konsumen. Ada 2 tipe physical evidence:

  • Essential Evidence: merupakan keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemberi jasa mengenai desain dan layout dari gedung, ruang dan lain-lain.
  • Peripheral Evidence : Merupakan nilai tambah yang bila berdiri sendiri tidak akan berarti apa-apa. Jadi hanya berfungsi sebagai pelengkap saja, sekalipun demikianperannya sangat penting dalam proses produksi jasa.

7) Process (proses)

Proses merupakan gabungan semua aktivitas, umumnya terdiri dari prosedur, jadwal, pekerjaan, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen.

Strategi pemasaran juga terdiri atas lima elemen yang saling terkait. Kelima elemen tersebut terdiri dari :

  • Pemilihan pasar, yaitu suatu tindakan untuk memilih target pasar yang akan dituju.
  • Perencanaan  produk,  yang  terdiri  dari  produk  spesifik  yang  akan  dijual, pembentukan lini produk, serta desain penawaran individual pada masing – masing lini.
  • Penetapan    harga,    yaitu    suatu    tindakan    menentukan    harga    yang    dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan.
  • Sistem distribusi, yaitu saluran perdagangan grosir dan eceran yang dilalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya.
  • Promosi,  yaitu  kegiatan  yang  meliputi  periklanan,  personal selling,  promosi penjualan, direct marketing, dan public relation.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.