Teknik Aseptik dalam Keperawatan

Banyak aturan dan prosedur yang ditetapkan sebagai upaya untuk mengontrol terjadinya infeksi pada luka. Usaha perawat untuk meminimalkan serangan dan penyebaran infeksi pada luka didasarkan pada prinsip teknik aseptik. Aseptik berarti tidak adanya pathogen pada penyakit.Teknik aseptik adalah usaha mempertahankan klien sedapat mungkin bebas dari mikroorganisme (Crow,2004). Sedangkan menurut Hinchliff (1999) dalam buku kamus keperawatan, teknik aseptik adalah metode penjagaan yang digunakan dalam setiap tindakan yang membawa resiko masuknya mikroorganisme kedalam tubuh pasien.

Ada 2 jenis teknik aseptik yang diterapkan dalam praktek keperawatan yaitu Aseptik medis dan Aseptik Bedah:

  1. Aseptik medis adalah teknik atau prosedur yang dilakukan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme disuatu obyek, serta menurunkan kemungkinan penyebaran dari mikroorganisme tersebut. Aseptik medis dikenal juga sebagai teknik bersih. Mencuci tangan, mengganti lien ditempat tidur dan menggunakan cangkir untuk obat merupakan contoh Aseptik Medis. Salah satu contoh prinsip  aseptik medis yang sering dilakukan dilingkungan masyarakat adalah mencuci tangan sebelum menghidangkan makanan. Sangat penting untuk diterapkan saat kita merawat individu yang rentang terhadap infeksi, misalnya karena penyakitnya, pembedahan, atau karena immunosupresi. Karena selama proses perawatan, perawat melakukan kontak dengan banyak pasien di rumah sakit, maka perawat harus menyadari dan mengetahui akan prinsip-prinsip medical asepsis sebagai upaya untuk menghindari transfer kuman dari pasien ke perawat, dari perawat ke klien, dari perawat ke perawat lain atau petugas kesehatan lain, atau dari satu klien ke klien lainnya. Suatu obyek dikatakan terkontaminasi bila obyek tersebut menjadi tidak steril atau tidak bersih. Dalam medical asepsis suatu area atau obyek dikatakan terkontaminasi jika terdapat atau obyek dicurigai mengandung kuman pathogen, misalnya bedpan yang telah dipakai, lantai, dan kassa basah yang telah dipakai. Mata rantai infeksi yang paling mudah untuk diputus adalah cara penularan. Dalam lingkungan perawatan kesehatan, mencuci tangan adalah merupakan teknik dasar yang paling penting dalam pencegahan dan pengontrolan penularan infeksi nosokomial. Mencuci tangan adalah menggosok dengan sabun secara bersama seluruh kulit permukaan tangan dengan kuat dan ringkas yang kemudian dibilas dibawah air mengalir. (Larson, 2002).
  2. Aseptik bedah atau teknik steril termasuk prosedur yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme dari suatu daerah. Sterilisasi membunuh semua mikroorganisme dan spora (Rutala, 2003).Setelah suatu obyek menjadi tidak steril atau tidak bersih, obyek tersebut terkontaminasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.