Kewaspadaan Universal

Universal precation adalah tindalakan pengendalian infeksi sederhana yang digunakan oleh seluruh petugas kesehatan, untuk semua pasien, setiap saat pada semua tempat, pelayanan dalam rangka pengurangi resiko penyebaran infeksi (Nursalam dan Ninuk, 2007). Proteksi diri perawat merupakan suatu usaha atau kewaspadaan perawat dalam melindungi dirinya dari berbagai resiko infeksi selama melakukan tindakan keperawatan (Perry and Potter, (2005).

Menurut Nursalam dan Ninuk (2007), kewaspadaan universal perlu diterapkan dengan tujuan:

  1. Mengendalikan infeksi secara konsisten.
  2. Memastikan standar adekuat bagi mereka yang tidak terdiagnosa atau tidak terlihat seperti resiko.
  3. Mengurangi resiko bagi petugas kesehatan dan pasien.
  4. Asumsi bahwa resiko atau infeksi berbahaya.

Kewaspadaan standar

Universal precautions saat ini dikenal dengan kewaspadaan standar, adapun kewaspadaan standar tersebut dirancang untuk mengurangi resiko terinfeksi penyakit menular pada petugas kesehatan baik dari sumber terinfeksi yang dketahui maupun yang tidak diketahui (Depkes, 2008). Menurut Depkes (2008), rekomendasi kewaspadaan standar, terutama setelah terdiagnosis jenis infeksinya, rekomendasi dikategorikan sebagai berikut:

  • Kategori IA. Sangat direkomendasikan untuk seluruh rumah sakit, telah didukung peneitian dan studi epidemiologi.
  • Kategori IB. Sangat direkomendasikan untuk seluruh rumah sakit dan telah ditinjau efektif oleh ahli dilapangan, dan besar kesepakatan HICPAC (Hospital Infection Control Advisory Committee) sesuai dengan bukti rasional walaupun mungkin sebelum dilaksanakan suatu studi scientific.
  • Kategori II. Dianjurkan untuk dilaksanaknan  dirumah sakit. Anjuran didukung studi klinis, dan epidemiologik, teori rasional yang kuat, studi dilaksanakna dibeberapa rumah sakit.
  • Tidak direkomendasikan. Masalahnya belum ada penyelesaiannya. Belum ada bukti ilmiah yang menandai atau belum ada kesepakatan mengenai efikasinya.
  • Kewaspadaan standar untuk semua pasien, kategori Imeliputi:
  1. Alat pelindung diri (APD): sarung tangan, masker, (kaca mata pelindung), face shield (pelidung wajah), gaun.
  2. Peralatan perawatan pasien.
  3. Pengendalian lingkungan.
  4. Pemrosesan peralatan pasien dan penatalaksanaan linen.
  5. Kesehatan karyawan/pelindung petugas kesehatan.
  6. Higiene respirasi.
  7. Praktek menyuntik yang aman.
  8. Lumbal pungsi.

Komponen kewaspadaan standar

Mencuci tangan adalah proses secara mekanik melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air (Depkes, 2008). Mencuci tangan harus dilakukan sebelum dan sesudah melakukan tidakan keperawatan walaupun memakai sarung tangan dan alat pelindung diri lain. Tindakan ini penting untuk mengurangi mikroorganisme yang ada di tangan sehingga penyebaran infeksi dapat dikurangi dan lingkungan kerja terjaga dari infeksi (Nursalam dan Ninuk, 2007).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.