KARAKTER

Menurut Kementerian Pendidikan Nasional (2010:3) “Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berfikir, bersikap dan bertindak”.

Sedangkan menurut Dimyati (2006:5) “Sistem pendidikan yang sesuai untuk menghasilkan kualitas masyarakat yang berkarakter positif adalah yang bersifat humanis yang memposisikan subjek didik sebagai pribadi dan anggota masyarakat yang perlu dibantu dan didorong agar memiliki kebiasaan efektif, perpaduan antara pengetahuan, keterampilan dan keinginan”.

Menurut Tadrikatun Musfiroh  (2008:27)“Karakter mengacu pada serangkaian sikap perilaku (behavior). Motivasi (motivations), dan keterampilan (skills), meliputi keinginan untuk melakukan hal yang terbaik . Damiyati (2006:110) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif pada lingkungannya”.

Menurut Mulyana (2004:24). nilai “merupakan sesuatu yang diinginkan sehingga melahirkan tindakan pada diri seseorang. Nilai tersebut pada umumnya mencakup tiga wilayah yaitu nilai intelektual (benar-salah), nilai estetika (indah-tidak indah)  dan nilai etika (baik-buruk)” .

Istilah moral berasal dari kata latin moralis yang berarti adat kebiasaan atau cara hidup, sama dengan istilah etika yang berasal dari kata yunani ethos. Tema moral erat kaitannya dengan tanggung jawab sosial yang teruji secara langsung, sehingga moral sangat erat kaitannya dengan etika. Sedangkan tema nilai meski memiliki tanggung jawab sosial dapat ditangguhkan sementara waktu sebagai contoh kejujuran merupakan nilai yang diyakini seseorang namun orang tersebut menangguhkannya sementara waktu ( Udik Budi Wibowo,2010:4 ).

Dari pemaparan diatas tampak bahwa pengertian karakter kurang lebih sama dengan moral dan etika yakni terkait dengan nilai-nilai yang diyakini seseorang dan selanjutnya diterapkan dalam hubungannya dengan tanggung jawab sosial.

Udik Budi Wibowo (2010:4) mengemukakan “ Manusia yang berkarakter adalah individu yang menggunakan potensi diri mencakup pikiran, nurani, dan tindakannya seoptimal mungkin untuk mewujudkan kesejahteraan umum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.