Studi Penduduk dan Konformitas dan Penyimpangan

Studi Penduduk

Pertumbuhan demografi diawali pada abad 17 dan 18 sangat ditunjang dengan perkembangan system pencatatan dan sensus. Mengenal letak demografi dalam pohon ilmu dijumpai perbedaan pendapat. Ada yang berpendapat bahwa demografi merupakan ilmu bersifat antardisiplin, namun ada juga yang berpendapat bahwa demografi merupakan suatu ilmu sosial. Masalah besar, komposisi, distribusi, dan perubahan penduduk ini dipelajari para ahli demografi dengan mempelajari tingkat kelahiran, kematian, dan imigrasi. Salah satu indicator tngkat kelahiran ialah angka kelahiran kasar. Konsep lain yang dapat dipakai untuk mengukur pertumbuhan penduduk ialah angka kematian kasar. Faktor dasar lain yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk ialah perpindahan penduduk atau imigrasi.

Pertumbuhan penduduk dunia secara sangat cepat menumbuhkan keinginan kea rah tercapainya penghentian pertumbuhan penduduk. Situasi ini hanya dapat tercapai menekala jumlah orang yang meninggal dunia atau berimigrasi ke luar sam dengan jumlah yang dilhairkan atau berimigrasi ke dalam.

Komposisi penduduk merupakn suatu konsep yang memacu pada susunan penduduk menurut criteria tertentu seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, suku bangsa, kebangsaan, pendidikan, tempat tinggal, dan penghasilan.

Para ahli demografi membuat teori-teori tarnsisi demografi yang berusaha menjelaskan proses perubuhan demografi penduduk dengan angka kelahiran dan angka kematian tinggi ke angka kelahiran dan angka kematian rendah. Menurut teori ini suatu masyarakat yang mengalami proses indutrialisasi akan melewati tiga tahap.

Kebijaksaan prenatal merukan suatu kebijaksaan yang menujang angka kelahiran tinggi. Kebijaksanaanantinatal, dipihak lain merupakan kebijaksanaan yang bertujuan membatasi tungkat kelahiran.

Konformitas dan Penyimpangan

Konsep konformitas didefinisikan Shepard sebagai bentuk interaksi yang didalamnya seorang berperilaku terhadap orang lain sesuai dengan harapan kelompok.

Pada umumnya kita cenderung bersifat konformis. Berbgai studi memperlihatkan bahwa manusia mudah dipengaruhi orang lain. Salah satunya ialah studi Muzafer Sherif, yang membuktikan bahwa dalam situasi kelompok orang cnderung membentuk norma sosial.

Vander Zanden mendefinisikan penyimpangan sebgai perilaku yang oleh sejumlah besar orang di anggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Menurut para ahli sosiologi penyimpangan bukan sesuatu yang melekat pada bentuk perilaku tertentu, melainkan diberi cirri penyimpangan melalui definisi sosial. Pemyimpangan terjadi karena adanya perbedaan pergaulan dan di peljari melalui proses ahli budaya.

Merton mengidentifikasi lima tipe cara adaptasi individu terhadap situasi tertentu, empat diantaranya berperilaku peran dalam menghadapi situasi tersebut merupakan perilaku menyimpang. Ada pun lima tipe tersebut adalah :

  1. Conformity
  2. Innovation
  3. Ritualism
  4. Retreatism
  5. Rebellion

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.