Pendidikan Karakter

  • Tujuan Pendidikan Karakter 
  1. Mengembangkan potensi kalbu dan nurani peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik dengan terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa.
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang kkreatif, mandiri, dan berwawasan kebangsaan.
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur dan penuh kreatifitas serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan ( Ibid,2010:2)
  • Pendidikan Karakter Melalui Pengkondisian Lingkungan Sekolah

Pengkondisian Lingkungan Sekolah adalah  suasana kehidupan sekolah dimana peserta didik berinteraksi dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan peserta didik, antara tenaga kependidikan dengan pendidik  dan peserta didik dan antar anggota kelompok masyarakat dengan warga sekolah (Kemendiknas,2010:19).

Interaksi internal kelompok dan antar kelompok berikut oleh berbagai aturan, norma dan moral serta etika bersama disuatu sekolah. Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerj keras, disiplin, kepedulian sosial, kepedulian lingkungan, rasa tanggung jawab dan kebangsaan merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah.

Selain itu lingkungan sekolah diyakini merupakan salah satu aspek yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Menurut penelitian Tareakiat jareonstasin tentang pengaruh sekolah terhadap perkembangan anak ditemukan empat hal utama (input dan output)  yang saling mempengaruhi. Yang terpenting adalah iklim dan budaya sekolah. Jika suasana sekolah di penuhi kedisiplinan, kejujuran, kasih sayang. Maka hal ini akan menghasilkan ouput yang diinginkan berupa karakter yang baik. Pada saat yang sama guru akan meraskan kedamaian dan suasana sekolah seperti itu meningkatkan pengelolaan kelas.

Dengan pengelolaan kelas yang baik maka akan menyebabkan prestasi akademik yang tinggi. Sebuah temuan penting lainnya adalah bila siswa memiliki karakter yang baik, maka hal ini akan berpengaruh langsug terhadap prestasi akademik yang tinggi. Karena itu langkah pertama dalam mengaplikasikan pendidikan karakter disekolah adalah menciptakan suasana atau iklim yang cocok yang akan membantu transformasi guru, siswa dan staf sekolah.

Hal ini termasuk didalamnya adalah objektif atau tujuan yang tepat untuk sekolah, misi sekolah, kepemimpinan sekolah, kebijakan, visi pihak manajemen moral para staf guru,  serta partisipasi para orang tua dan siswa. Sesungguhnya semua langkah dalam model pembelajaran nilai-nilai karakter ini akan berkontribusi terhadap budaya sekolah.

Salah satu contoh kecil dalam kebersihan lingkungan sekolah baik dikamar mandi, diruang kelas, dilorong-lorongmaupun diluar gedung sekolah. Hal itu hanya dapat dilakukan disekolah dengan dukungan manajemen sekolah yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan. Kondisi sekolah seperti itu dilaksanakan melalui program sekolah bersama antara manajemen sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa.

  • Integritas Nilai dalam Kegiatan Intrakurikuler dan Kokulikuler

Menurut Nurul Zuriah (2007:107) perncanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik diterapkan kedalam kurikulum kegiatan sebagai berikut:

  1. Kegiatan Rutin sekolah. Kegiatan Rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat contoh kegiatan ini adalah upacara setiap hari senin, upacara hari besar, pemeriksaan kebersihan badan (kuku, telinga, rambut dan lain-lainnya), beribadah bersama stiap zuhur (bagi muslim). Berdoa diwaktu mulai dan selesai belajar, mengucap salam bila bertemu guru dan yang lain sebagainya.
  2. Kegiatan Spontan. Yaitu Kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini biasa dilakukan pada saat guru dan tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang harus dikoreksi pada saat itu juga guru melakukan koreksi agar siswa tidak lagi melakukan tindakan kurang baik tersebut. Contoh kegiatan tersebut adalah tidak membuang sampah pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain, berkelahi, memalak, berpakaian tidak senonoh dan lain sebagainya.
  3. Teladan. Keteladanan merupakan perilaku sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh dalam tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh misalnya, berpakaian rapi, datang tepat pada waktunya, bertutur kata sopan, jujur, menjaga kebersihan dan lain sebagainya.
  4. Pengkondisian. Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan tersebut. Sekolah harus mencerminkan kehidupan sekolah yang mencerminkan nilai-nilai dalam budaya dan karakter bangsa yang diinginkan misalnya toilet yang selalu dibersihkan, sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur.
  • Pengintegrasian Dalam Semua Mata Pelajaran

Pengembangan nilai-nilai dan karakter diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut tersebut dicantumkan dalam Silabus dan Rencana Program Pembelajaran (RPP). Pengembangan nilai-nilai tersebut dalam silabus melalui cara sebagai berikut:

  1. Mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) untuk menentukan apakah kandungan nilai dan karakter secara tersirat atau tersurat dalam SK dan KD diatas sudah tercakup didalamnya.
  2. Menggunakan Tabel 1 untuk memperlihatkan keterkaitan SK/KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan.
  3. Mencantumkan nilai-nilai dan karakter bangsa dalam tabel 1 tersebut diatas kedalam silabus.
  4. Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tercantum dalam silabus ke RPP.
  5. Mengembangkan proses pembelajaran peserta didik aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai.
  6. Memberi bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan untuk untuk internalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku (Kemendiknas,2010:18).

Pembiasaan Perilaku Bermuatan Nilai

Dalam kehidupan sehari-hari disekolah harus menerapkan totalitas pendidikan dengan mengandalkan keteladanan, penciptaan lingkungan, dan pembiasaan melalui berbagai tugas dan kegiatan. Sehingga apa yang seluruh dilihat, didengar, dirasakan dan dikerjakan oleh siswa adalah pendidikan. Selain menjadikan keteladanan sebagai metode pendidikan utama, penciptaan nilai juga sangat penting.

Lingkungan Pendidikan itulah yang ikut mendidik. Penciptaan di lingkungan sekolah dapat dilakukan melalui penugasan, pembiasaan, pelatihan, pengajaran, pengarahan dan pelatihan> Semuanya mempunyai pengaruh yang tidak kecil dalam pembentukkan karakter anak didik. Pemberian tugas tersebut disertai pemahaman dasar-dasar filosofisnya, sehingga anak didik akan mengerjakan berbagai macam tugas dengan kesadarannya sendiri.

Setiap Kegiatan mengandung unsur-unsur pendidikan sebagai contoh dalam kegiatan kepramukaan, terdapat pendidikan dalam kesederhanaan, kemadirian, kesetiakawanan, kebersamaan dan kecintaan pada lingkungan. Dalam Kegiatan olahraga terdapat pendidikan kesehatan jasmani, penanaman sportivitas dan kerjasama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.