Fisioterapi Dada

Fisioterapi dada merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan dengan cara postural drainase, clapping, dan vibrating pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan (Hidayat, 2006). Tindakan postural drainage, clapping, danvibrasi dada umumnya dilakukan secara bersamaan/ terkombinasi untuk memperoleh hasil yang memuaskan(Anas,2008).

Fisioterapi dada sangat berguna bagi penderita penyakit respirasi baik yang bersifat akut maupun kronisserta efektif dalam upaya mengeluarkan sekret dan memperbaiki ventilasi pada pasien dengan fungsi paru yang terganggu (Mubarak, 2008).

Fisioterapi dada merupakan kelompok terapi yang digunakan dengan kombinasi untuk memobilisasi sekresi pulmonal.Terapi ini terdiri dari postural drainase, perkusi dada, dan vibrasi.Klien yang mengalami retensi sekresi dan gangguan oksigenasi, seperti pneumonia, asma, penyakit paru obstuksi kronik, tuberkulosis paru membutuhkan bantuan ini untuk mengencerkan dan mengeluarkan sekresi.Fisioterapi dada mencakup tiga tehnik postural drainase, perkusi dada dan vibrasi (Asih & Effendy, 2004).

Postural drainase, perkusi, dan vibrasi dada merupakan metode fisioterapi dada yang digunakan untuk memperbesar upaya klien dan memperbaiki fungsi paru.Metode ini dapat digunakan secara berurutan pada posisi drainase yang berbeda dan harus diawali dengan bronkodilator (jika diprogramkan), dan dilanjutkan dengan napas dalam dan batuk (Hudak & Gallo, 2012).

Tujuan 

Tujuan dilakukannya fisioterapi dada pada klien antara lain:

  1. Mengeluarkan sekresi di jalan napas
  2. Mengalirkan dan mengeluarkan sekret yang berlebihan
  3. Menurunkan akumulasi sekret pada klien yang tidak sadar atau lemah
  4. Memperbaikiventilasi
  5. Meningkatkanefisiensiotot-otot pernapasan

(Rab, 2010).

Indikasi

Indikasi dilakukan fisioterapi dada menurut Rab (2010) yaitu pasien tidak sadar, sulit mengeluarkan atau membatukkan sekresi yang terdapat pada saluran pernapasan, tindakan yang dilakuakan bertujuan untuk menciptakan faal paru lebih baik, pasien dengan penyakit paru, bronkitis, bronkiektasis, asma, tuberkulosis paru, dan pneumonia, atelektasis, aspirasi, pasien yang memerlukan tindakan penggunaan respiratory yang lama, dan berbagai tindakan akibat kelainan pada otot pernapasan.

 

  1. Kontra indikasi

Kontra indikasi fisioterapi dada ada yang bersifat mutlak seperti kegagalan jantung, status asmatikus, renjatan dan perdarahan masif, sedangkan kontra indikasi relatif seperti infeksi paru berat, patah tulang iga atau luka baru bekas operasi, tumor paru dengan kemungkinan adanya keganasan serta adanya kejang rangsang ( Smeltzer & Bare, 2002).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.