ANALISIS PENGELOLAAN PENGADAAN OBAT DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) DINAS KESEHATAN

ANALYSIS OF DRUG PROCUREMENT MANAGEMENT BY SPESIAL ALLOCATION FUNDS AT PUBLIC HEALTH OFFICE BENGKULU SOUTHERN DISTRICT

 ABSTRACT

The purpose of this study is to analyze of drug procurement management by Spesial Allocation Fund at Pubic Health Office South Bengkulu District in 2015 to look at the dimensions of the management which stars from planning,  implementation, administration, accountability and oversight. Informants in this study amounted to 10 (ten) people. The method of data analysis descriptive qualitative. From the result of data analysis are : (1) The planning process : the planning process is not to be optimal cause of delays in the completion the work plan budget especially during the budget revision which changes plan budget was finalized in September so can be give the impact to the implementation and absorption (2) The implementation process : late demand for the purchase of drugs causing drug stocks of traders Pharmaceutical depleted and the budget must be revised again (3) The administration has been carried out according to the procedure but the problems are in difficult treasurer meet administration officials to the complete the preparation of the disbursement of funds (4) The administration process goes according to the technical guidelines, the reports submitted on time and present accurate data on the implementation of activities and budget absorption (5) The regulatory process : the lack of supervision at the local level by the intern of government supervisor.

Keywords : Procurement Management ; Drugs ; Spesial Allocation Fund

  • Student
  • Supervisor

 

RINGKASAN

 Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional . Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai salah satu pelaku pembangunan dibidang kesehatan mendapat alokasi dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN) yaitu berupa  Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan. Alokasi  dana DAK yang sudah didistribusikan ini sepenuhnya harus dikelola dan dipertanggungjawabkan  dengan optimal. Pengelolaan alokasi dana atau anggaran dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pertanggungjawaban dan pengawasan.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan pengadaan obat Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2015 dengan melihat dimensi dari pengelolaan yaitu dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pertanggungjawaban dan pengawasan. Data yang digunakan adalah (1) data primer yaitu data dan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara terstruktur pada informan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan pengadaan obat DAK Di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2015 dan (2) data sekunder yang diambil dari laporan realisasi anggaran dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pengadaan obat DAK Tahun 2015. Jumlah informan pada penelitian ini berjumlah 10 (sepuluh) orang. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.

Hasil analisis data diperoleh : (1) Proses perencanaan : tahapan dalam proses perencanaan sudah berjalan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku, akan tetapi waktu penyelesaian belum sesuai dengan Pemendagri No 13 Tahun 2006 dan Permendagri No 20 Tahun 2009 dikarenakan keterlambatan penyelesaian RKA terutama saat revisi anggaran dimana RKA-P baru diselesaikan bulan September sehingga berdampak dengan pelaksanaan dan penyerapan anggaran (2) Proses pelaksanaan : sulitnya menetapkan tim panitia pengadaan obat DAK Dinas Kesehatan Tahun 2015 dikarenakan ketakutan pegawai akan sanksi hukum dan terlambatnya permintaan pembelian obat sehingga menyebabkan stok obat dari Pedagang Besar Farmasi (PBF) habis dan anggaran harus direvisi lagi (3) Proses penatausahaan sudah dilaksanakan sesuai prosedur akan tetapi permasalahan terletak pada susahnya bendahara menemui pejabat untuk melengkapi administrasi persiapan pencairan dana (4) Proses penatausahaan berjalan sesuai petunjuk teknis, laporan diserahkan tepat waktu dan menyajikan data yang akurat mengenai pelaksanaan kegiatan dan serapan anggaran (5) Proses pengawasan : masih kurangnya pengawasan di tingkat daerah oleh pengawas internal pemerintah.

Keterbatasan dalam penelitian ini adalah : (1) metode pengumpulan data hanya dilakukan dengan cara wawancara dan berdasarkan data sekunder yang didapat dari laporan realisasi anggaran pengadaan obat (2) untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan menyebarkan kuesioner (3) sampel dalam penelitian hanya 10 (sepuluh) orang yang merupakan tim panitia pengadaan obat DAK Tahun 2015, untuk penelitian selanjutnya sebaiknya sampel bisa diperluas ke tingkat TAPD dan DPPKAD untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat (5) topik penelitian terlalu luas dengan melihat semua aspek pengelolaan dalam pengadaan obat DAK. Sebaiknya untuk penelitian selanjutnya lebih difokuskan ke aspek perencanaan dan pelaksanaannya saja karena permasalahan banyak muncul di proses tersebut.

Kata Kunci : Pengelolaan, Pengadaan Obat, Dana Alokasi Khusus

  • Mahasiswa
  • Dosen Pembimbing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.