EVALUASI PELAKSANAAN PENATAUSAHAAN ASET TETAP

EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF FIXED ASSETS ADMINISTRATION AT KEPAHIANG REGENCY GOVERNMENT

ABSTRACT

The purpose of this research is to evaluate the implementation of fixed assets administrationincluding bookkeeping, inventorially and reporting in Kepahiang Regency Government based on fixed assets administration standard. This study also explore the aspects that determined on the implementation of fixed assets administration at Kepahiang Regency. This research is qualitative research with a descriptive analysis techniques. Evaluation was conducted by composing criteria based on Regulation of Minister of Home Affairs No. 17 in 2007. Data collected by documentation and interview of 12 participants who responsible on the implementation of fixed assets administration.

This study found that on 81 % of fixed assets administration standard has implemented by Kepahiang Regency. It is in Extremely Accordance with the Regulation of Minister of Home Affairs No.17 in 2007. The data compatibility of fixed assets administration was due to Kepahiang Regency has implemented almost all the criteria that set out on Regulation of Minister of Home Affairs No. 17 in 2007. In addition it is because Kepahiang Regency has followed all the recommendations fromauditing report of Indonesian Supreme Audit Institution over the past two years.This study also found the aspects that determined on the implementation of fixed assets administration include human resources, coordination, compensation, socialization, internal controlling, supporting data fixed assets, turnover Fixed Assets Administrators, infrastructure and the implementation of inventorially.

Keywords : Administration, Fixed Assets, Regulation of Minister of Home Affairs

No. 17 in 2007

  • Student
  • Main Supervisor
  • Supervisor

 

RINGKASAN

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas LKPD Pemerintah Kabupaten Kepahiang tahun 2014 yang memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian yang salah satunya disebabkan oleh penatausahaan aset tetap yang belum tertib. Penatausahaan merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan, inventarisasi dan pelaporan aset tetap atau barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penatausahaan aset tetap memiliki manfaat dalam kelengkapan dan keakuratan data aset tetap sehingga data aset tetap dapat disajikan dengan wajar dalam laporan neraca.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan penatausahaan aset tetap dan kelengkapan pengisian Kartu Inventaris Barang (KIB) yang dilaksanakan padaPemerintah Kabupaten Kepahiang berdasarkan Permendagri No.17 Tahun 2007 serta aspek-aspek yang menentukan keberhasilan pelaksanaan penatausahaan aset tetap di Kabupaten Kepahiang. Penelitian dilakukan dengan menyusun kriteria yang berpedoman pada Permendagri No.17 Tahun 2007 untuk mengevaluasi kegiatan penatausahaan (pembukuan, inventarisasi, pelaporan) dan kelengkapan pengisian Kartu Inventaris Barang (KIB) dan melakukan wawancara dengan pihak yang berkaitan langsung dengan kegiatan penatausahaan aset tetap di Kabupaten Kepahiang yang terdiri dari 12 orang narasumber meliputi 1 orang unsur APIP, 6 orang dari Pembantu Pengelola dan 5 orang dari Pengurus Barang SKPD.

Hasil penelitian menunjukan tingkat kesesuaian penatausahaan aset tetap dan kelengkapan pengisian Kartu Inventaris Barang sebesar 81 % yang tergolong Sangat Sesuai dengan Permendagri No. 17 Tahun 2007. Kesesuaian Penatausahan aset tetap di Kabupaten Kepahiang terhadap Permendagri No.17 Tahun 2007 disebabkan karena Kabupaten Kepahiang telah menerapkan hampir keseluruhan kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam Permendagri No. 17 Tahun 2007. Selain itu juga dikarenakan Pemerintah Kabupaten Kepahiang telah menindaklanjuti semua rekomendasi dalam LHP BPK selama dua tahun terakhir sehingga tidak ada lagi pengecualian opini BPK dikarenakan ketidakwajaran nilai aset tetap. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya opini WTP atas LKPD Kabupaten Kepahiang Tahun 2015. Adapun aspek-aspek yang menentukan keberhasilan pelaksanaan penatausahaan aset tetap di Kabupaten Kepahiang meliputi keterbatasan Sumber Daya Manusia; koordinasi yang kurang baik; kompensasi yang belum memadai; sosialisasi peraturan tentang penatausahaan aset tetap yang memadai; belum efektifnya Sistem Pengendalian Intern (SPI); keterbatasan data pendukung aset tetap; seringnya pergantian Pengurus Barang; sarana prasarana yang memadai serta pelaksanaan inventarisasi belum rutin.

Saran dari penelitian ini adalah Pengurus Barang hendaknya memperbaiki data KIR yang ada di SKPD masing-masing sesuai dengan kondisi terkini dan menyampaikan data KIR kepada Pembantu Pengelola, Pemerintah Kabupaten Kepahiang hendaknya melaksanakan kegiatan sensus BMD untuk memperbaharui data BMD, Pemerintah Kabupaten Kepahiang sebaiknya melaksanakan Rekonsiliasi BMD dengan SKPD minimal 6 bulan sekali sesuai saran dari BPK, Pengelola perlu menginstruksikan kepada Pengguna Barang untuk melengkapi pengisian dokumen KIB yang merupakan dasar dalam penatausahaan aset tetap, Pengelola perlu menginstruksikan kepada Pengguna Barang agar menunjuk petugas khusus sebagai Pengurus Barang terutama untuk SKPD yang memiliki nilai aset tetap yang besar, DPPKAD diharapkan melakukan koordinasi yang lebih baik lagi dengan semua SKPD terutama dalam hal penyampaian data aset tetap yang dimiliki masing-masing SKPD, serta Kepala Daerah diharapkan menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan pemberian kompensasi kepada Pengurus Barang.

Kata kunci: Penatausahaan, Aset Tetap, Permendagri No. 17Tahun 2007

  • Mahasiswa
  • Pembimbing Utama
  • Pembimbing Pendamping

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.