PENGARUH MANAJEMEN ASET TERHADAP OPTIMALISASI ASET TETAP (TANAH DAN BANGUNAN)

THE INFLUENCE OF ASSET MANAGEMENT ON OPTIMIZING THE FIXED ASSETS (LAND AND BUILDING) OF BENGKULU REGENCY GOVERMENT

 ABSTRACT

 This research aims to get the empirical evidences related to the influence of assets management, which consists of the aspect inventarisation, audit legal, appraisal, and controlling of assets on optimizing the fixed assets (land and building) of Bengkulu Regency Government. The sample are used in this research are 106 respondents who represented official member and depositor of asset in Bengkulu Regency Government. This research is based on the analysis result using Multiple Linear Regression constructively statistical software of version 20.00. The result of multiple linear regression show that simultaneously all four variables, namely the inventarisation, audit legal, appraisal, and controlling of assets influence on optimizing of fixed assets (land and buildings). In term of partially influence, this study found  that the inventarisation, audit legal, and appraisal positively and significantly influence on optimality of fixed assets (land and buildings). It is means that the increase of inventarisasion, audit legal, and appraisal will improve the optimality of fixed assets (land and building). In other side the controlling of assets  is not proved have influence to optimality of fixed assets (land and buildings) that means it is not consistent with the hypothesis.

Keywords: inventarisation, audit legal, appraisal, controlling of assets, optimality of fixed assets (land and buildings).

(1) Student  of Magisterial Manajement Program

(2) Thesis Supervisor

RINGKASAN

 Manajemen aset tetap daerah berupa tanah dan bangunan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh pemerintah daerah karena aset tanah dan bangunan memiliki nilai ekonomis pemanfaatan yang tinggi, sehingga diharapkan aset-aset tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan fungsi asalnya atau dapat dioptimalkan pemanfaatannya sehingga mampu menghasilkan PAD atau setidaknya dapat mengurangi beban pemerintah daerah dalam hal biaya pemeliharaan. Salah satu  masalah utama dalam manajemen aset daerah adalah ketidaktertiban dalam pengelolaan data aset. Ini menyebabkan pemerintah daerah kesulitan untuk mengetahui secara pasti aset yang dikuasai/dikelolanya, sehingga aset-aset yang dikelola pemerintah daerah cenderung tidak optimal dalam penggunaanya, serta di sisi lain pemerintah daerah akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan pemanfaatan aset pada masa yang akan datang (Siregar, 2004:561).

Fenomena yang terjadi di Pemerintah Kota Bengkulu dengan total aset tetap  tanah dan bangunan yang mencapai Rp. 890.479.364.727,00 (Sumber DPPKAD Kota Bengkulu per 31 Desember 2014) adalah masih banyak aset tetap milik Pemerintah Kota Bengkulu, berupa tanah dan bangunan yang bernilai puluhan miliar, masih dianggap terbengkalai. Aset-aset tersebut hingga kini tak kunjung dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota (Sumber: Bengkulu Ekspres, edisi minggu 22/11/2015). Diantaranya eks terminal Air Sebakul Agribisnis, Pasar Hewan Betungan, Terminal Betungan, Pasar Tanjung Gemilang Bentiring, Pasar Barukoto 1, Pasar Barukoto 2, Terminal Sungai Hitam, Balai Adat, dan lain-lain. Padahal jika dioptimalisasikan, dapat menghasilkan PAD bagi Pemerintah Kota Bengkulu (Sumber Harian RB edisi Selasa 03/11/2015). Masih banyaknya kekurangan dalam manajemen aset ini juga berakibat pada banyaknya temuan dari BPK yang berdampak pada pemberian opini LKPD Kota Bengkulu yang selama tiga tahun berturut-turut hanya mendapatkan opini WDP.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komponen manajemen aset yang terdiri dari inventarisasi, legal audit, penilaian, serta pengawasan dan pengendalian aset terhadap optimalisasi aset tetap (tanah dan bangunan) pada Pemerintah Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatory yaitu penelitian yang bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan sifat suatu keadaan yang berlangsung pada saat penelitian dilakukan dan menganalisis kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara variabel yang lain (Sugiyono, 2008 :57).

Responden pada penelitian ini adalah PNS pada SKPD di Pemerintah Kota Bengkulu yang menjabat sebagai pengurus dan penyimpan barang. Dari total 123 populasi didapat  jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 106 dengan menggunakan rumus pendekatan statistik menurut slovin. 106 responden tersebut diambil dari 53 SKPD di Pemerintah Kota Bengkulu, untuk satu SKPD akan diambil dua responden. Dari 106 eksemplar kuesioner yang disebarkan, jumlah kuesioner yang dapat digunakan untuk dianalisis sebanyak 103 eksemplar.

Hasil uji validitas data menunjukkan bahwa semua indikator dalam kuesioner dianggap valid yaitu nilai r hitung > r tabel. Demikian juga dengan uji reliabilitas pada tiap variabel yang menunjukkan bahwa semua variabel masuk dalam kategori reliabel yaitu dengan kriteria nilai Cronbach’s Alpha > 0.70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) inventarisasi, legal audit, penilaian, serta pengawasan dan pengendalian  aset secara bersama-sama berpengaruh terhadap optimalisasi aset tetap (tanah dan bangunan) Pemerintah Kota Bengkulu yang ditunjukkan dengan nilai F hitung sebesar 80,879 dengan tingkat probabilitas sebesar 0,000; (2) legal audit aset berpengaruh positif sebesar 0,426 dan signifikan terhadap optimalisasi aset, artinya peningkatan pelaksanaan tahapan legal audit akan meningkatkan optimalisasi aset tetap (tanah dan bangunan) ; (2) penilaian aset berpengaruh positif sebesar 0,0,357 dan  signifikan  terhadap  optimalisasi aset, artinya dengan semakin baik penilaian aset dilakukan akan memberikan peningkatan terhadap optimalisaasi aset tetap(tanah dan bangunan); (3) inventarisasi aset berpengaruh positif sebesar 0,289 dan signifikan terhadap optimalisasi aaset, artinya peningkatan pelaksanaan inventarisasi aset akan meningkatkan optimalisasi aset tetap; (4) pengawasan dan pengendalian aset tidak berpengaruh terhadap optimalisasi aset tetap (tanah dan bangunan) Pemerintah Kota Bengkulu.

Saran kepada Pemerintah Kota Bengkulu, dalam upaya optimalisasi aset tanah dan bangunan hendaklah memperbaki manajemen aset yang diterapkan selama ini. Inventarisasi aset, legal audit, dan penilaian aset harus dilakukan dengan benar sesuai dengan peraturan perundangan-undangan pengelolaan aset daerah yang berlaku. Aset tanah dan bangunan yang tercatat harus benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Aset tanah dan bangunan tersebut juga harus dilakukan pengamanan secara fisik maupun secara administratif. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari munculnya sengketa kepemilikan dengan pihak lain. Selanjutnya penilaian aset harus dilakukan berdasarkan SAP, penilaian harus dilakukan oleh tim yang ditetapkan oleh pengelola dan dapat melibatkan penilai independen yang ditetapkan pemerintah. Jika inventarisasi, legal audit, dan penilaian aset tanah dan banguna telah dilakukan dengan benar maka optimalisasi aset tetap tanah dan bangunan milik pemerintah daerah akan tercapai.

Kata kunci: inventarisasi aset, legal audit aset, penilaian aset, pengawasan dan pengendalian aset, optimalisasi aset tetap (tanah dan bangunan).

(1) Mahasiswa

(2) Dosen Pembimbing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.