The Effect Of Green Knowledge On Green Purchase Intention With Green Attitude As Mediation Variables

The Effect Of Green Knowledge On Green Purchase Intention With Green Attitude As Mediation Variables

Abstract. This study aimeds to examine the effect of Green Knowledge on Green Purchase Intention, the influence of Green Knowledge on Green Attitude, and the effect of Green Attitude on Green Purchase Intention of Consumer Green Body Shop Products in Bencoolen Mall Bengkulu City and to determine the effect of Green Knowledge on Green Purchase Intention for Consumer Products Green Body Shop at Bencoolen Mall Bengkulu City Mediated by Green Attitude. Research uses survey design. The samples taken were consumers of the Green Product Body Shop in Bencoolen Mall Bengkulu City 182 people. Data analysis using multiple linear regression tests. The results of the study indicate that Green Knowledge has a positive influence on the Green Purchase Intention variable. Green Knowledge has a positive influence on the Green Attitude variable. Green Knowledge directly influences Green Attitude as well as the direct and indirect influence of Green Knowledge on Green Purchase Intention mediated by Green Attitude. Advice to consumers should further increase their knowledge of green products, especially about the recycling of green products. Producers continue to improve their products, so that consumer satisfaction can be increased and producers can issue other green products, in order to increase consumer interest in the use of this product.

Keywords:Green Knowledge, Green Purchase Intention, Green Knowledge to  Green Attitude

 Pendaduluan

Era globalisasi ini ditandai dengan adanya persaingan bebas dan perdagangan bebas, sehingga masyarakat mulai menjalankan pola hidup sehat dengan produk hijau yang dinilai tidak membahayakan. Salah satunya produk hijau tersebut adalah produk body shop.Green advertising digunakan sebagai media untuk mempromosikan produk yang ramah lingkungan. Green advertising mencakup karakteristik dan fitur produk, proses pembuatan produk, serta kebijakan (Chen & Chai, 2010).

Konsumen yang peduli dan memiliki pengetahuan tentang isu-isu lingkungan umumnya  membeli produk yang ramah lingkungan.Tingginya tingkat kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan serta kesadaran konsumen terhadap produk yang ramah lingkungan mendorong konsumen untuk membeli produk yang ramah lingkungan. Konsumen bahkan bersedia membayar lebih mahal untuk membeli produk yang ramah lingkungan.Hal ini karena konsumen beranggapan bahwa mengonsumsi produk ramah lingkungan dapat membantu mengurangi kerusakan lingkungan. Di lain sisi, suatu perusahaan yang sukses dengan produk yang sangat diminati konsumen, harus dapat mempertahankan keberhasilan sistem pemasarannya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan (Laroche, Bergeron, & Babaro, 2001).

Produk hijau adalah suatu produk berwawasan lingkungan yang dibuat oleh pemasar agar ramah terhadap kesehatan dan lingkungan. Suatu produk yang dirancang dan diproses dengan suatu cara untuk mengurangi efek-efek yang dapat mencemari lingkungan, baik dalam produksi, pendistribusian dan pengkonsumsiannya. Pemasaran produk hijau memainkan peran penting untuk mempengaruhi perilaku pembelian konsumen agar membeli produk ramah lingkungan, sehingga mampu mengurangi dampak negatif dari produk-produk sintetis yang berbahaya terhadap lingkungan.  Chen (2009:307) mengatakan bahwa isu permasalahan lingkungan dan pola konsumsi konsumen mulai dilirik pelaku usaha, hal ini ditunjukkan pada perubahan pola pendekatan bisnis yang mulai mengarahkan usaha dengan pendekatan aktivitas bisnis berbasis kelestarian lingkungan.

Saat ini, pengetahuan konsumen mengenai produk ramah lingkungan memiliki pengaruh pada sikap dan perilaku konsumen untuk menggunakan produk-produk ramah lingkungan.Pengetahuan konsumen mengenai produk-produk hijau tersebut terutama terkait dengan peraturan mengenai pelestarian lingkungan, manfaat produk ramah lingkungan bagi kesehatan dan aspek-aspek lainnya. Pengetahuan yang tinggi mengenai pelestarian lingkungan dan produk hijau tersebut mendorong konsumen untuk terus menggunakan produk ramah lingkungan.

Yeoh dan Paladino (2008) menyatakan ada hubungan pengetahuan dengaan perilaku pembelian yang dimediasi oleh sikap konsumen.Artinya ada efek  mediasi dari sikap terhadap hubungan antara pengetahuan lingkungan dengan pembelian produk hijau. Lebih lanjut menurut Aman, Harun & Hussein, et.al (2012) yang menjelaskan bahwa sikap konsumen dalam membeli produk hijau dapatt dimediasi oleh produk hijau.

Hasil penelitian D’souza, Taghian, Lamb, & Peretiatkos, (2006) telah menemukan bahwa pengetahuan dan sikap konsumen dapat mempengaruhi konsumen dalam menggunakan prouk yang ramah lingkungan. Sementara itu, penelitian Nguyen dan Du (2010), menjelaskan bahwa green knowledge berpengaruh terhadap green attitude dan green purchase intention. Sementara itu, penelitian yang dilakukan Chekima dan Wafa (2015) telah mengidentifikasi faktor keputusan konsumen membeli produk ramah lingkungan adalah faktor pengetahuan mengenai produk ramah lingkungan dan perilaku hijau.

Produk-produk body shop di Bengkulu dengan konsep green product relatif belum banyak diketahui oleh konsumen. Hal ini dikarenakan tingkat pengetahuan mengenai green product konsumen di Bengkulu masih rendah. Masyarakat konsumen  di Bengkulu masih  memilih produk-produk yang ada di pasaran  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk unduk kebutuhan produk body shop. Selain itu, animo  masyarakat mengenai  produk-produk green dinilai masih mahal dan merupakan produk yang dipasarkan secara khusus, sehingga selain sulit ditemukan di pasaran. Hal ini senada dengan pendapat Suwarman, (2012) yang menyatakan bahwa biasanya produk green memiliki harga premium. Produk-produk  green product  adalah produk ramah lingkungan dengan saluran distribusi khusus.

Hasil  wawancara  dengan Ibu HS  konsumen  yang  membeli  produk hijau di di Kota Bengkulu, mengatakan sudah lama menggunakan produk body shop,  dikarenakan produk  walaupun  harga  yang ditawarkan tinggi tetapi produk tersebut ramah terhadap lingkungan. Sementara iu, hasil wawancara dengan Ibu YI  mengatakan bahwa sudah menggunakan produk Body shop, selain berkualitas produk ini ramah dengan lingkungan. Informasi mengenai produk  Body shop ini dapat dari rekannya yang menggunakan produk yang sama, sehingga berdasarkan informasi yang diperoleh tentang produk body shop, maka tertarik juga untuk menggunakan produk body shop ini.

Berdasarkan pemaparan di atas, dalam penelitian ini diteliti tentang Pengaruh Green Knowledge terhadap Green Purchase Intention dengan Green Attitude sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Konsumen Produk Green Body Shop di Bencoolen Mall Kota Bengkulu).

Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas maka menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah ada Pengaruh Green Knowledge terhadap Green Purchase Intention Konsumen Produk Green Body shop di Bencoolen Mall Kota Bengkulu?
  2. Pengaruh Green Knowledge terhadap Green Attitude Konsumen Produk Green Body shop di Bencoolen Mall Kota Bengkulu?
  3. Pengaruh Green Attitude terhadap Green Purchase Intention Konsumen Produk Green Body shop di Bencoolen Mall Kota Bengkulu?
  4. Pengaruh Green Knowledge terhadap Green Purchase Intention Konsumen Produk Green Body shop di Bencoolen Mall Dimediasi Green Attitude?

 Tinjauan Pustaka

 Green Purchase Intention

Ajzen (2005) menjelaskan bahwa intensi sebagai suatu indikasi dari kesiapan  seseorang untuk menunjukkan perilaku yang merupakan antesenden dari sebuah perilaku. Selanjutnya, Schiffman dan Kanuk (2008) mengatakan intensi sebagai hal yang berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau berperilaku.

Sementara itu, Enge, Roger, Black, & Paul (1995)  menegaskan melalui  pemaparannya bahwa sikap, sejalan dengan intensi, yang  mana  merupakan  prediktor  yang baik atas perilaku di masa akan datang. Sedangkan pendapat Soderlund dan Ohman (2003) bahwa intensi  merupakan  unit dasar  dalam  jaringan  rencana  yang  akan muncul ketika individu melakukan aktivitas kognitif yang berorientasi ke masa depan, seperti perencanaan, angan–angan, dan simulasi mental. Intensi dibuat berkaitan dengan tindakan yang akan dilakukan. Lebih lanjut Assael (2002) juga menyatakan bahwa intensi membeli merupakan tahap terakhir dari rangkaian proses keputusan pembelian konsumen. Proses ini dimulai dari munculnya kebutuhan akan suatu produk atau merek (need arousal), dilanjutkan dengan pemrosesan informasi oleh konsumen (consumer information processing). Selanjutnya konsumen akan mengevaluasi produk atau merek tersebut. Hasil evaluasi ini yang akhirnya memunculkan niat atau intensi untuk membeli, sebelum akhirnya konsumen benar-benar melakukan pembelian. Sedangkan Soderlund dan Ohman (2003) menyatakan bahwa  intensi  merupakan unit dasar dalam jaringan rencana yang akan muncul ketika individu melakukan aktivitas kognitif yang berorientasi ke masa depan, seperti perencanaan, berangan-angan, perenungan, simulasi mental. Intensi dibuat berkaitan dengan tindakan yang akan dilakukan.

.Green Marketing

Haryadi (2009) menjelaskan bahwa pemasaran produk hijau merupakan bertujuan untuk memfasilitasi perubahan yang memberikan kepuasan organisasi dan tujuan individual dalam melakukan pemeliharaan, perlindungan, dan konservasi pada lingkungan fisik. Haryadi (2009) mengatakan bahwa perusahaan akan memperoleh solusi pada tantangan lingkungan melalui strategi marketing, produk, dan pelayanan agar dapat tetap kompetitif. Hal ini termasuk teknologi baru untuk menangani limbah dan  polusi udara, standarisasi produk untuk menjamin produk yang ramah lingkungan, menyediakan produk yang alami, orientasi produk lewat konservasi sumber daya dan yang lebih memperhatikan kesehatan, ini tentunya melibatkan peran serta perusahaan dalam memahami kebutuhan masyarakat dan sebagai kesempatan perusahaan untuk mencapai keunggulan dalam industri.

Green Product

Junaedi (2005) menjelaskan bahwa produk  hijau adalah produk yang tidak  berbahaya bagi manusia dan lingkungannya, tidak boros sumber daya, tidak menghasilkan sampah berlebihan, dan tidak melibatkan kekejaman pada binatang.  Green product harus mempertimbangkan aspek-aspek lingkungan dalam siklus hidup produk sehingga dapat meminimalkan dampak negatif terhadap alam. Upaya minimalisasi tersebut  untuk mendorong semua pihak agar berperan dalam pengembangan teknologi menuju produk ramah lingkungan. Pada sektor produksi, berbagai macam cara dapat dilakukan guna menghasilkan suatu produk yang ramah lingkungan yaitu salah satunyadengan menggunakan konsep green product yang berkelanjutan.

Produk hijau  merupakan upaya untuk meminimalkan limbah ketika proses produksi di samping memaksimalkan produk yang dibuat sekaligus memenuhi syarat ramah lingkungan. Green product mempunyai kualitas produk yang  tahan  lama dalam artian tidak mudah rusak, tidak mengandung racun, dibuat dari bahan yang dapat di daur ulang dan memiliki packaging yang minimalis. Kualitas  produk  seperti diatas masih menggunakan energi atau sumber  daya yang menghasilkan emisi saat proses pembuatan maka dari itu, green product adalah dimana suatu produk memberikan dampak yang sekecil terhadap lingkungan.

Konsumen akan membayar lebih untuk green product. Harga yang lebih mahal dari harga rata-rata yang telah ditentukan hanya dapat di jual dengan menambahkan value pada produk. Banyak orang berpikir bahwa keefektivitasan green product akan berkurang dari produk biasa. Jaminan dari kualitas produk merupakan hal yang mendasar dan harus dikomunikasikan secara meyakinkan. Kualitas dinilai dari beberapa fitur termasuk performance, tampilan, perasaan, kenyamanan  dan  ketahanan dari suatu produk. Konsep yang sangat penting dalam sebuah green product adalah meminimalisasi kekecewaan konsumen sehingga membuat konsumen mencoba dan membeli green product. Konsumen biasanya merasa bahwa banyak atribut membuat sebuah produk menjadi baik.

 Pengembangan Hipotesis Penelitian

Pengaruh Green Knowledge terhadap Green Purchase Intention

Laroche dkk (2001) menyatakan bahwa konsumen yang memiliki pengetahuan organik percaya itu dengan mengkonsumsi makanan organik, mereka  akan dapatkan manfaat yang lebih baik sehingga konsumen akan memiliki niat untuk membeli produk organik di pasar. Penelitian sebelumnya oleh Putri dan Suparna (2014) juga menyatakan bahwa variabel demografi, salah satunya berisi pengetahuan konsumen tentang lingkungan memiliki pengaruh yang kuat pada niat pembelian.Konsumen yang memiliki pengetahuan luas tentang masalah lingkungan terbukti memiliki niat tinggi untuk membeli produk hijau.

 Pengaruh Green Knowledge terhadap Green Attitude

Jayanti dkk (2013) menyatakan itu sikap yang dianut oleh konsumen saat ini  adalah hasil  dari  pengalaman  konsumen sebelumnya dan pengetahuan. Studi menunjukkan bahwa jika seseorang memiliki pengetahuan tentangnya lingkungan,  maka pengetahuan ini akan membangun sikap positif mereka. Ini juga didukung oleh temuan Noor, Muhammad, Kassim, Jamil, Mat, & Salleh, H.S, (2012) yang menyatakan bahwa konsumen yang memiliki pengetahuan lingkungan yang tinggi akan memiliki sikap yang lebih positif terhadap lingkungan.

Pengaruh Green Attitude terhadap Green Purchase Intention

Sikap  memiliki korelasi positif terhadap pembelian produk hijau. Fakta ini didukung dalam temuan oleh Chen (2009) yang menyatakan bahwa sikap yang  tidak menguntungkan terhadap lingkungan lebih, maka konsumen cenderung membeli produk yang ramah lingkungan. Seorang konsumen dengan sikap yang baik terhadap produk yang ramah lingkungan lebih cenderung membeli produk hijau. Aman, Harun, & Hussein, (2012) juga menyatakan bahwa dia mempertimbangkan jika konsumen memiliki sikap yang akan ditimbulkannya kesadaran ekologi produk hijau. Mereka akan membeli produk ini dan bahkan siap untuk membayar biaya yang lebih tinggi untuk manfaat yang dirasakan.

Pengaruh Green Knowledge terhadap Green Purchase IntentionDimediasi Green Attitude

Yeoh dan Paladino (2008) yang menyatakan bahwa sikap sebagian memediasi hubungan antara pengetahuan lingkungan dengan produk hijau perilaku  pembelian,  artinya  sikap terhadap hubungan antara masalah lingkungan dengan sikap pembelian produk hijau.Aman, Harun, & Hussein, (2012) menyatakan bahwa sikap akan mempengaruhi atau memediasi niat konsumen untuk membeli produk hijau oleh memiliki pengetahuan lingkungan. Noor dkk (2012) menyatakan bahwa lebih luas pengetahuan dapat mengubah sikap seseorang. Mereka menemukan bahwa pengaruh dari sikap tersebut terhadap  lingkungan  diperoleh  lebih  kuat untuk konsumen dengan tingkat tinggi pengetahuan lingkungan dari konsumen dengan tingkat pengetahuan lingkungan yang rendah.

Implikasi Strategis

Berdasarakan tujuan dan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat dikemukakan beberapa implikasi strategis sebagai berikut:

  1. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengaruh pengetahuan konsumen (Green Knowledge) terhadap produk ramah lingkungan (Green Product) adalah positif dan signifikan, maka manajemen pengelolaan pengetahuan konsumen akan produk ramah lingkungan perlu ditingkatkan. Pengelolaan pengetahun konsumen akan diperkirakan akan dapat meningkatkan niat beli konsumen atas produk ramah lingkungan.
  2. Temuan penelitian membuktikan bahwa variabel Green Knowledge memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel Green Attitude.  Hasil ini mengindikasikan bahwa pengelolaan pengetahuan konsumen atas produk hijau akan dapat meningkatkan perilaku konsumen atas produk hijua. Oleh karena itu, untuk mendorong perilaku konsumen yang lebih baik atas produk ramah lingkunan maka manajemen perusahaan yang memproduksi produk ramah lingkungan dituntut untuk melakukan edukasi yang lebih baik atas pengetahun produk ramah lingkungan pada konsumennya.
  3. Dari sisi pengaruh variabel Green Attitude trhadap variabel Green Purchase Intention  ditemukan hasil bahwa kedua variabel tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan. Hasil ini memberikan pemahaman bahwa pengelolaan sikap kosumen juga dapat meningkatkan niat beli konsumen atas produk ramah lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan sikap konsumen perlu dilakukan secara lebih terorganisasi oleh manajemen perusahaan yang memproduksi produk ramah lingkunga.
  4. Peran variabel Green Attitude sebagai variabel mediasi atas pengaruh variabel Green Knowledge terhadap Green Purchase Intention ditemukan memiliki peran secara partial (partial mediation). Hal ini memperlihatkan bahwa variabel Green Attitude mampu meningkatkan perilaku niat membeli konsumen atas produk ramah lingkungan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan niat membeli kosumen atas produk ramah lingkungan dapat dilakukan melalui pengelolaan pengetahuan produk dan sikap konsumen akan produk ramah lingkungan secara bersama. Untuk itu, pihak manajemen perusahaan yang menjalankan bisnis dalam bidang produk ramah linkungan perlu memperhatikan kedua varaibel tersebut secara bersamaan.

Penutup

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah diuji dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa:

  1. Green Knowledge memiliki pengaruh positif dan signifikan  terhadap variabel Green Purchase Intention.  Hal ini memiliki makna bahwa bila variabel Green Knowledge ditingkatkan, maka Green Purchase Intention juga akan meningkat searah dengan peningkatan Green Knowledge.
  2. Green Knowledge memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Green Attitude. Hal ini memiliki makna bahwa bila variabel Green Konwledge meningkat, maka Green Attitude juga akan meningkat searah dengan peningkatan Green Knowledge tersebut.
  3. Green Attitude memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Green Purchase Intention. Hal ini memiliki makna bahwa bila variabel Green Attitude ditingkatkan, maka Green Purchase Intention juga akan meningkat searah dengan peningkatan Green Attitude.
  4. Peran variabel Green Attitude sebagai variabel mediasi atas pengaruh variabel Green Knowledge terhadap variabel Green Purchase Intention memiliki peran mediasi secara parsial. Hal ini mengadung makna bahwa keberadaan variabel Green Attitude mampu meningkatkan nilai pengaruh variabel Green Knowledge terhadap variabel Green Purchase Intention.

Saran

Selaras dengan hasil penelitian dapat dikemukakan saran, yakni pengelolaan sikap konsumen atas produk ramah lingkungan perlu dikelola secara baik. Disisi lain, pengelolaan pengetahuan konsumen atas produk ramah lingkungan juga perlu dikelola secara baik. Pengelolaan atas kedua aspek tersebut akan mampu meningkatkan niat membeli konsumen atas produk ramah lingkungan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ajzen, I. 2005. Attitudes, Personality, And Behavior. New York: Open. University Press.

Aman, A. H. L., Harun, A., & Hussein, Z.. 2012. The Influence Of Environmental Knowledge And Concern On Green Purchase Intention The Role Of Attitude As A Mediating Variabel. British Journal Of Arts And Social Sciences, 7 (2), 145-167.

 

Anoraga, Pandji. 2000. Manajemen Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2010. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Aris Y.C.Lam, Mei Mei Lau, Ronnie Cheung. 2016. Measuring Service Quality in the Banking Industry: A Hong Kong Based Study.

Assael, H. 2002. Consumer Behavior And Marketing Action. Fourth Edition. Boston: Pws-Kent Publishing Company.

Bofinger, Baresel, Andreas. 2011. Role Of ‘Green Knowledge’ In The Environmental Transformation Of The Supply Chain: The Case Of Greek Manufacturing. Int. J. Knowledge-Based Development, Vol. 2, No. 1.

Chan, R.Y.K. 2004. Consumer Responses To Environmental Advertising In China. Marketing Intelligence & Planning, 22. (4), 427-437.

 

Chekima, B.  & Wafa, S.A.W.S.K.  2015. Determinant factors of consumers’ green purchase intention: The moderating role of environmental advertising.  Asian Social Science, 11(10):318-329.  doi:10.5539/ass.v11n10p318.

 

Chen, T.B., & Chai, L.T. 2010. Attitde Towards Environment And Green Products: Consumers Perspective. Management Science And Engineering, 4 (2), 27-39.

 

Chen, Y.S. 2009. The Driver Of Green Innovation And Green Image –Green Core Competence. Journal Business Ethics. 81 (3), 531–543.

D’souza, C., Taghian, M., Lamb, P. & Peretiatkos, R. (2006). Green Products And Corporate Strategy: An Empirical Investigation. Society And Business Review, 1(2). 144-157.

Dagher, Grace K., dan Omar Itani., 2012. The impact of Environmental Concern and Attitude on Green Purchase Behavior: Gender as The Moderator. Contemporary Management Research, Vol. 11 No. 2, hal.179-206.

 

Dahlstrom, Robert. 2011. Green Marketing Management. Mason: South-Western Cengage Learning.

Engel. James. F. Roger. D.Black Well And Paul.W. Miniard, 1995.Perilaku.Konsumen. Jakarta. Bina Rupa Aksara.

Fatimah, 2012. Pengaruh Green Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Yang Dimediasi Minat Beli (Studi Pada Pelanggan The Body Shop Di Plaza Ambarukmo Yogyakarta). Tesis Tidak Dipublikasikan.

 

Ghozali, Imam. 2005. Apkikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Badan Penerbitan Universitas Diponegoro.Semarang.

Haryadi, R., 2009. Pengaruh Strategi Green Marketing Terhadap Pilihan Konsumen Melalui Pendekatan Marketing Mix Studi Kasus Pada The Body Shop Jakarta. Tesis S2, Universitas Diponegoro, Semarang.

 

Hawkins, D.I., Dan Mothersbaugh, D.L. 2010.Consumer Behavior: Building Marketing.Strategy.11th Edition.Mcgraw-Hill, Irwin.

Howard, Anton. 1994, Elementary Linear Algebra Applicatio.Version Seventh.Edition, John Wiley & Sons, Inc., United States of America.

Jayanti, N.D., Srikandi, K Dan Fransisca, Y. 2013.Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Green Purchasing.Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Junaedi, M.F.S.  2005.  Pengaruh Kesadaran Lingkungan Pada Niat Beli Produk Hijau : Studi Perilaku Konsumen Berwawasan Lingkungan.  Benefit, Vol. 9, No. 2, Desember, Pp : 189-201.

 

Karden, Eddy. 2009. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta : Djambatan.

Khan, Martin. 2013. Consumer Behavior And Advertising Management. New Delhi: New Age International.

Kotler, Philip & Armstrong, Gary. 2004. Principle Of Marketing (9th Ed.) New Jersey: Prentice Hall.

Kotler, Philip, dan Keller, Kevin, Lane. 2008. Manjemen Pemasaran.  Jakarta : Pt. Erlangga.

Kreitner, Robert dan Angelo Kinicki. 2014. Perilaku Organisasi. Edisi 9.Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Laroche M., Bergeron J., & Babaro-Forleo G. 2001.Targeting consumers who are willing to pay more for environmentally friendly products.Journal of Consumer Marketing. 18 (6), 503-520.

 

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya.

Modelling The Relantionship Among Aris Y.C.Lam, Mei Mei Lau, Ronnie Cheung 2016. Green Perceived Value, Green Trust, Satisfaction, And Repurchase Intention Of Green Product.

 

Muhammad Abid Saleem, Mohsin Ali Khan, dan Sawera, Alam 2015. Antecedents Of Green Purchase Intentions:Evidence From Customers Of Electronics Products From Multan District.

 

Muhammad Riwan, Shahzad Ubair Ahmad, Najma Mehboob. 2011. Enhanching The Green Purchase Intention Based On Green Marketing: An Empirical Study From Pakistan.

 

Nguyen, L. Q. & Du, Q. 2010. A study of Swedish University Students’ Choice on Ecological Food. Swedia: Umeå School of Business.

Nguyen, Lien.Quynh Dan Du, Qian. 2010. Effectiveness Of Eco-Label?  A Study Of Swedish University Students’ Choice On Ecological Food. Swedia: Umea School Of Bisiness.

 

Noor, N. A. M., Muhammad, A., Kassim, A., Jamil, C. Z. M., Mat, N., Mat, N., & Salleh, H. S. 2012. Creating Green Consumers: How Environmental Knowledge And Environmental Attitude Lead To Green Purchase Behavior?.International Journal Of Arts & Sciences, 5 (1), 55-71.

 

Paco, A. D., & Raposo, M. 2009. “Green” Segmentation: An Application To The Portuguese Consumer Market. Marketing Intelligence & Planning, 27 (3), 364-379.

Parasuraman, Zeithmal, V.A, Berry, L.L., 1998.  The Behavioural Conseq uences of  Service Quality, Journal of Marketing , No. 60. Hal. 31 – 46.

Peter, J. P., & Olson, J. C. 1999.Perilaku Konsumen Dan Strategi Pemasaran. Jakarta: Salemba Empat.

Pratama, 2014.Perilaku Ramah Lingkungan Yang Dipengaruhi Oleh Nilai Dan Gaya Hidup Konsumen.Jurnal Perspektif Bisnis, Vol. 1, Issn: 2338-5111.

 

Putranto. 2009. Pengaruh Sikap Terhadap Green Advertising Pada Brand Image The Body Shop Antara Konsumen Domestik Dan Asing. Jurnal Jibeka 7(3): 5-10.

 

Schiffman, L. G. & Kanuk, L. 2008. Consumer Behavior (8th Ed.). Englewood Cliffs, Nj: Prentice-Hall.

Sekaran, Uma. 2006. Research Methods For Business.Buku 2. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Soderlund, M Dan Ohman, N. 2003. Behavior Intentions In Satisfacation Research Revised. Journal Of Consumer Satisfaction, Dissatisfaction And Complaining Behavior, 16, 54-66.

 

Sugiyono 2012.Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Suparna.2014. Pengaruh Green Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Mobil Daihatsu Sales Operation Blimbing Malang.Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang.

 

Suwarman, U. 2012. Perilaku Konsumen Teori Penerapan Dalam Pemasarannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Syahbandi. 2012. Implementasi Green Marketing Melalui Pendekatan Marketing Mix, Demografi Dan Pengetahuan Terhadap Pilihan Konsumen (Studi The Body Shop Pontianak). Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Kewirausahaan Volume 3, Nomor 1, Januari: 68-85.

Victoria Masi Haruna Karatu, Nik Kamariah Nik Mat. 2015. The Mediating Effects Of Green Trust And Perceived Behavioral Control On The Direct Determinants Of Intention To Purchase Green Products In Nigeria.

 

Wulandari.2015. Peran Mediasi Sikap Terhadap Pengaruh Pengetahuan Lingkungan Terhadap Green Purchase Intention.

 

Yeoh dan Paladino. 2008. Creating An Interactive And Responsive Teaching Environment To Inspire Learning. Journal Of Marketing Education. 30 (3), Pp: 185-188

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.