EVALUASI PELAYANAN ANGKUTAN UMUM PERINTIS PENYEBERANGAN PULAU BAAI – ENGGANO

EVALUATION OF COMMERCIAL PUBLIC TRANSPORT SERVICES FLIGHTING BAAI-ENGGANO ISLAND 

ABSTRACT

 

 This study aimed to evaluate and analyze the quality of Public Transport Services Pioneer of Baai-Enggano Island Crossing in Bengkulu Province seen from 1) Facilities, 2) Infrastructure, 3) Social security, 4) Timeliness, and 5) Information / promotion. This research is a description. The sample in this study was 178 people taken by accidental sampling method. Analysis of the data used is descriptive analysis. The results showed the Quality of Public Transport Services Pioneer of Baai-Enggano Island Crossing in Bengkulu Province seen from the facilities quite well, the infrastructure was quite good, social security was quite good, and timeliness was quite good, and Information / Promotion was good. Advice to PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) and Bengkulu Provincial Government can improve facilities that are still lacking, improve infrastructure that is still lacking, provide Social Security that is still lacking, improve Timeliness of Services and provide Information / Promotion, through the media about scheduled departures delayed due to adverse and dangerous weather conditions.

Keywords: Quality, Facilities, Infrastructure, Social Security, Timeliness, Information / Promotion

1) Students

2) Supervisor

3) Co. Supervisor

 RINGKASAN

Penyelenggaraan pelayaran perintis dilaksanakan secara terpadu dengan sektor lain berdasarkan pendekatan pembanguna wilayah. Karena daerah-daerah terpencil di kepulauan Indonesia sulit dijangkau dengan pelayaran reguler, maka pelayaran di daerah-daerah tersebut bersifat penugasan. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat di daerah terpencil terhadap angkutan laut menjadi terjamin. Dengan adanya jadwal pelayaran yang teratur maka mobilitas penumpang dan barang di daerah-daerah terpencil menjadi terjamin. Kementerian Perhubungan sebagai leading sektor dalam penyediaan transportasi publik telah mengupayakan jaringan trayek kapal perintis sebanyak 86 trayek termasuk jaringan trayek yang melayani pelayaran dari pelabuhan Bengkulu – Enggano – Bengkulu – Enggano – Linau – Enggano – Bengkulu – Sinakak – Sikakap – Muko Muko – Sikakap – Sinakak – Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis kualitas Pelayanan Angkutan Umum Perintis Penyeberangan Pulau Baai-Enggano di Provinsi Bengkulu dilihat dari 1) Sarana, 2) Prasarana, 3) jaminan sosial, 4) Ketepatan waktu, dan 5) Informasi/promosi. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 178 orang diambil dengan metode accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Kualitas Pelayanan Angkutan Umum Perintis Penyeberangan Pulau Baai-Enggano di Provinsi Bengkulu dilihat dari sarana cukup baik, prasarana cukup baik, jaminan sosial cukup baik, dan  ketepatan waktu cukup baik, serta Informasi/Promosi baik. Saran Kepada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat memperbaiki Sarana yang masih kurang, seperti memasang AC pada kelas ekonomi agar penumpang merasa nyaman dan tidak kepanasan dapat memperbaiki prasarana yang masih kurang, seperti memperbaiki jembatan di Darmaga Kahyapu yang rusak dan memasang aliran listrik yang belum ada. Selain dapat memperluas area parkir, kebersihan ruangan parkir, memasang AC agar tercipta kenyamanan ruang tunggu mengantri karcis di loket, dapat memberikan Jaminan Sosial yang masih kurang, seperti memberikan santunan Atas Nama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan dapat memperbaiki Ketepatan Waktu Pelayanan, jika kondisi cuaca dalam keadaan baik, sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu di Dermaga serta dapat memberikan Informasi/Promosi, melalui media tentang jadwal keberangkatan yang tertunda akibat kondisi cuaca yang kurang  baik dan membahayakan.

 

Kata Kunci: Kualitas, Sarana, Prasarana, Jaminan Sosial, Ketepatan Waktu, Informasi/Promosi

 

 

  • Mahasiswa
  • Pembimbing Utama
  • Pembimbing Pendamping

IMPLEMENTASI PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT – PAMSIMAS

ABSTRACT

The research aims to analyze the implementation and obstacles of the Community Based Water Supply and Sanitation Program (Pamsimas) in South Bengkulu Regency. This research is a qualitative type. Research informants were selected by purposive sampling method. Data analysis in the qualitative model consists of four interacting components, namely data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results showed that the implementation of the Pamsimas III Program in Sukarami Village was still not optimal. This is indicated by the fact that the wells dug are not in accordance with the provisions of minimum depth standards until the water flows, then the existing pipes are not enough to reach the points of the water tap, meaning that there is no even distribution of water points in the village due to shortages pipe in the process of implementation. In terms of community participation it is still very low, enthusiasm of citizens is also very lacking, they do not get wages in the Pamsimas III Program activities in Sukarami Village so that it becomes one of the obstacles in the completion of the Pamsimas III Program, and the distribution of water through pipelines is not implemented not enough budget, did not get permission to damage highway access and there was no community initiative to help explore the distribution of water through pipes that crossed the highway. On the contrary, the implementation of the Pamsimas III Program in Desa Tungkal I has been going well, this is indicated by the support of the village community is very high, so the implementation of the program runs well. Like, the pipe is given enough and the point of water is evenly distributed in the village, the depth of the well according to the criteria reaches the flowing water and the standards in the Pamsimas III Program rules have been fulfilled. help with this pamsimas program.

Keywords: Implementation, Program, Pamsimas

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk mengetahui, menganalisis implementasi dan hambatan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini berjenis kualitatif. Informan penelitian dipilih dengan metode purposive  sampling. Analisis data dalam model kualitatif terdiri dari empat komponen yang saling berinteraksi, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Pamsimas III di Desa Sukarami masih kurang maksimal. Ini ditandai oleh kenyantaan bahwa sumur yang digali tidak sesuai dengan ketentuan minimal standar kedalaman sampai pada air mengalir, selanjutnya pipa-pipa yang ada belum cukup sampai ke titik-titik kran air, artinya tidak terjadinya pemerataan titik-titik air di dalam desa tersebut karena kekurangan pipa dalam proses pelaksanaannya. Dari sisi keikutsertaan masyarakat masih sangat rendah, antusias warga juga sangat kurang, mereka tidak mendapatkan upah dalam kegiatan Program Pamsimas III di Desa Sukarami sehingga hal itu menjadi salah satu penghambat dalam penyelesaian Program Pamsimas III, serta tidak dilaksanakan penyaluran air lewat pipa melalui jalan raya disebabkan tidak cukup anggaran, tidak mendapatkan izin untuk merusak akses jalan raya dan tidak adanya inisiatif masyarakat untuk membantu menggali penyaluran air melalui pipa yang melewati jalan raya. Sebaliknya, Pelaksanaan Program Pamsimas III di Desa Tungkal I sudah berjalan dengan baik hal ini ditandai dengan dukungan masyarakat desa ini sangat tinggi, sehingga pelaksanaan program berjalan dengan baik. Seperti, pipa yang diberikan cukup dan titik titik air merata dalam desa tersebut, kedalaman sumur sesuai kriteria sampai pada air mengalir dan standar dalam aturan Program Pamsimas III sudah dipenuhi, Selain itu juga masyarakat di Desa Tungkal I memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya air bersih dari bantuan program pamsimas ini.

Kata Kunci:  Implementasi, Program, Pamsimas

Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

ABSTRACT

The purpose of the study was to find out and explain the Implementation of the Non-Livable Housing (RTLH) Assistance Program for Self-Help Housing Stimulants (BSPS) in the City of Bengkulu. This type of research is qualitative. The informants in this study were 7 people taken by snowball sampling technique. Data analysis in this study uses data reduction techniques, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of the Non-Livable House (RTLH) program through the Self-Help Housing Stimulant Aid (BSPS) has not been maximized. In more detail, the research findings, as follows: 1) Compliance of Self-Help Housing Stimulant Preparation (BSPS) in Non-Livable Houses (RTLH) in Bengkulu City, in compliance with the preparation stage shows that the implementation tends not to comply due to the determination of prospective recipients people who have low income below the minimum wage, but only based on people who have uninhabitable homes, so that there are people whose income is above the UMR but get assistance from this uninhabitable home program, 2) Smooth Implementation of Home Self-Help Housing Stimulant Assistance (BSPS) Not Worthy of Living (RTLH) in the city of Bengkulu tends to run smoothly due to delays in the second phase of BPSP funds disbursement, there is a mismatch of goods received from the Building Shop with goods requested by homeowners, and minimum wages allowed for artisan fees, and 3) Impact and the benefits obtained are reduced houses are not habitable, but for some low-income people who do not have funds for self-help, they have debts for the implementation of the BPSS program at Unqualified Houses. In addition, it was found that the reporting of the Self-Help Housing Stimulant Assistance (BSPS) in the City of Bengkulu tended not to be good because the reporting submitted by the beneficiary community accompanied by the facilitator was not clear when the completion

Keywords: Implementation, Self-help Housing Stimulant Assistance, Unlivable Houses

ABSTRAK

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai Pelaksanaan Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang yang diambil dengan teknik snowball sampling. Analisis data adalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa   pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) belum maksimal. Secara lebih rinci, temuan penelitian, sebagai berikut: 1) Kepatuhan Persiapan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Bengkulu, pada kepatuhan tahap persiapan menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya cenderung belum patuh dikarenakan penetapan calon penerima tidak berdasarkan masyarakat yang memiliki penghasilan rendah di bawah UMR, namun hanya berdasarkan masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni, sehingga ada masyarakat yang penghasilannya di atas UMR tetapi mendapatkan bantuan program rumah tidak layak huni ini, 2) Kelancaran Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Bengkulu cenderung belum lancar dikarenakan  terjadinya keterlambatan pencairan dana BPSP tahap dua, adanya ketidaksesuaian barang yang diterima dari Toko Bangunan dengan barang yang diminta oleh pemiliki rumah, dan minimnya upah yang diperbolehkan untuk biaya tukang, dan 3) Dampak dan manfaat yang diperoleh berkurangnya rumah tidak layak huni, tetapi bagi sebagian masyarakat yang berpenghasilan rendah tidak memiliki dana untuk swadaya, menjadi memiliki hutang atas pelaksanaan program BPSS pada Rumah Tidak Layak Huni. Selain itu, ditemukan pelaporan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Bengkulu cenderung belum baik dikarenakan pelaporan yang disampaikan masyarakat penerima manfaat yang didampingi fasilitator tidak ada kejelasan kapan selesainya

Kata Kunci: Pelaksanaan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Rumah Tidak Layak Huni